
Makhluk itu di hadang oleh seorang manusia, hingga makhluk itu menggeram, aku berusaha menoleh ke arah belakang. Namun aku tidak melihat jelas orang yang sudah membuat mahkluk itu menggeram. Aku terus berlari bersama dengan irwan menuju rumah.
sampai di depan rumah, segera aku dan irwan mengetuk pintu, anak anak yang di berada di dalam mengintip dari jendela untuk memastikan yang mengetuk pintu itu kedua orang tua nya. Perlahan rania membukakan pintu. Segera aku dan irwan menutup pintu dengan cepat. Aku memeluk rania, deni dan fika. Mereka membalas pelukan ku. Kecemasan dari raut wajah anak ku terpampang jelas. Aku dan irwan menenangkan nya.,Seketika.
Tok.... Tok.. Tok...
__ADS_1
Dari luar suara ketukan pintu terdengar. Aku dan irwan menoleh ke arah pintu tersebut, irwan berjalan perlahan,dan melihat di balik jendela, siapa yang mengetuk pintu. Ketika mata irwan menangkap sosok manusia yang tidak irwan kenal, irwan memberiku isyarat untuk datang menghampiri nya.
Aku berbisik kepada anak ku "tunggu di sini.. Mama akan balik lagi " doni, fika dan rania mengangguk. Aku segera berjalan menghampiri irwan, irwan berkata kepada ku "ada seorang laki laki berdiri di depan rumah kita". Aku tidak percaya,dan mengecek sendiri apakah benar itu adalah manusia? Benar, Itu adalah manusia, namun bagaimana dengan makhluk itu, apakah laki laki itu tidak tau kalau ada makhluk yang sangat ganas berkeliaran.
"Bruuuuughhhhhkkkkkkkk" kepala makhluk serigala itu terlempar dan mendarat di hadapan aku, irwan,dan anak anak. Seketika rania, deni,dan fika menjerit dan menghampiri ku, memeluk ku dengan erat. Aku dan irwan hanya terdiam. Kemudian..
__ADS_1
"ternyata kalian disini." Aku, dan irwan bingung dengan ucapan laki laki itu. Laki laki itu memperkenalkan diri "kenalkan nama saya anwar, saya di sini karena jiwa saya terpanggil untuk menantang,dan menghadapi makhluk ini. Ini adalah makhluk serigala terselimut kabut, mereka sangat ganas,dan liar, hawa nafsu yang sangat besar. Mereka harus di musnahkan.
Tetapi tidak segampang itu. " irwan pun menghampiri laki laki itu "lo, membunuh makhluk ini semuahnya" anwar mengangguk "makhluk ini ada 5 ekor. Dan gue udah membunuh mereka. Namun gue gak akan meninggalkan nya begitu saja. Kita harus memusnahkannya. aku pun bertanya kepada anwar "dengan cara apa makhluk itu di musnahkan?" "sesulit apapun memusnahkannya, kita harus berusaha demi ketenangan dunia. " anwar mengatakan dengan sangat perlahan. "Mereka hanya bisa di musnahkan dengan lahar gunung berapi. Aku,dan irwan mengangguk dan menyusun strategi. anwar menaruh mahkluk itu di suatu peti kecil. Dengan cara pemindahan makhluk itu, dan menyegelnya, agar makhluk itu tidak dengan mudah di bangkitkan kembali. Irwan segera mempersiapkan kendaraan,dan peralatan untuk mendaki. Aku menenangkan anak anak.
"sayang mama tinggal dulu sementara ini, fika,Kamu merawat adik mu sampai mama, dan papa pulang. " namun tidak semudah ucapan. "Mah.... Rania gak mau di tinggal mama" tangisan rania mulai pecah.
__ADS_1