
Sosok itu menampakan muka nya ke arah eman, dengan muka hitam berambut panjang, dengan mata hitam, bola berwarna merah, Sangat seram..eman pun terus berdoa dengan keringat dingin eman berlari mencari tempat persembunyian. Irwan berada di dalam restoran. Bau bunga kantil sangt menyengat, seluruh ruangan ini benar benar bau bunga kantil. Seketika. Perlahan irwan melihat sesosok makhluk berbadan besar, berbulu dengan kuku yang panjang, Sedang menyantap sesajen. Irwan mengamati makhluk itu ternyata itu adalah sosok genderuwo.
Makhluk itu menyantap sesajen dengan lahap. Bukan genderuwo saja yang menyantap hidangan itu tetapi makhluk lain dan juga siluman. Irwan pun segera keluar dari tempat restoran ini namun makhluk yang sedang menyantap sesajen pun melihat irwan. "Gleeggg" irwan menelan ludah. Irwan membaca doa dan mengatakan dengan sopan "maaf saya tidak mengganggu. Silahkan nikmati kembali sesajen nya. " makhluk itu pun menyerang irwan dengan marah karena telah mengusik ketenangan makhluk itu.. Irwan berteriak "tolooonggg" seketika aku dan eman langsung masuk ke dalam restoran dan mencari irwan. Hingga aku melihat irwan sangat panik dan takut di pojokan. Aku menenangkan irwan. Eman pun menarik aku dan irwan. Secepat mungkin eman menarik aku dan irwan sampai ke rumah. "Gila banyak banget setan nya " eman terengah engah. Aku pun bertanya kepada eman "maksud nya? " irwan mengatakan. "Setan di restoran itu sangat banyak ada siluman juga. Setiap malam slalu di kasih sajen agar iblis itu tidak mengganggu. Aku pun terkejut. "Apa yang harus kita lakukan?.. " "Kita harus kasih tau warga. Setan itu bukan hanya sajen aja tetapi tumbal ". Irwan menjawab pertanyaan ku. Eman pun mempunyai usul. "Pertama kita harus memberitahu warga, kemudian kita bagar sajen itu beserta restoran. Dan terakhir. Meminta pemilih restoran itu untuk membatalkan perjanjian kepada para setan.
Aku dan irwan pun setuju.
Esok pagi.....
__ADS_1
Aku, irwan dan eman berbicara kepada warga namun warga tidak percaya dan tak merespon. Aku, eman dan irwan pun tak tahu harus bagaimana lgi.......
Esok nya.....
Au, irwan dan eman kembali menyakinkan warga kalau restoran itu akan mengorbankan beberapa nyawa. Tetapi tetap tidak di respon dengan masyarakat.....
Esok nya....
__ADS_1
Hingga malam tiba. Semuah warga panik.
Aku, eman dan irwan pun bertanya kepada warga."ada apa pak?". Bapak, panik "anak saya hilang bagaimana ini?". Aku, eman dan irwan saling bertatapan dan bergegas menuju restoran. Eman berbicara kepada warga. Kalian harus membantu saya. Anak bapak akan di jadikan tumbal oleh penghuni restoran itu. Kita harus bergegas. Warga pun kompak. Aku, eman dan irwan segera bergegas. Seketika, siluman ular yang sangat besar membuat aku dan para warga sangat ketakutan.. Warga mengatakan itu adalah siluman, aku pun berdoa . Namun siluman itu benar benar kuat.. Aku pun meminta para warga untuk berdoa. Akhir nya kami bersatu. Berdoa memohon pertolongan dan lindungan.
Siluman itu menjelma menjadi batu. Seketika batu siluman itu di bakar oleh seorang ibu ibu....
Eman terus membasahi restoran dengan minyak tanah.. seketika "brugghhh" ada sesuatu yang tak bisa di jelas kan... seorang bapak tua jatuh melihat di depan nya.
__ADS_1
Seketika semuah warga sangat syok. Setan apa itu?