
Pagi hari indah...menerpa kulit ku.
Seketika irwan, dan eman berada di dalam kamarku. "Nis. Gawat. Ribuan ular memangsa manusia " irwan menunjukan berita tentang ular yang memangsa manusia. Aku pun terkejut. "Itu bukan ular biasa, itu adalah ular penjaga neraka. Ular itu sangat licik, dan sangat peka. Maka dari itu ular itu sangat bahaya di dunia ini.. Aku pun bergegas untuk bersiap mencari ular penghuni neraka. "Kita mencari jejak nya terlebih dahulu" eman mengapdate semuah informasi tentang ular tersebut. Ternyata ulat itu berada di di sebuah hutan bagian utara. Aku, eman dan irwan segera bergegas ke arah utara. "Perjalanan jauh menanti kita " aku pun bersiap. Dan memulai perjalanan nya.
Berjalan melewati sungai........
__ADS_1
Melewati jurang.........
Melewati pemukiman....... Hingga "shhhhhhh" desisan ular pun terdengar. Aku, eman dan irwan kita waspada. Dan benar.. Ular itu muncul di hadapan aku, irwan dan eman. Dengan sosok ular yang besar, dengan warna hitam di sekujur tubuh, mata yang seakan menyala, gigi taring yang sangat menyeramkan, hingga di kepala ular itu seperti ada bara api.. Ular itu swngat banyak mengepung aku, irwan dan eman. "jangan panik kelemahan ular adalah kepala maka incar kepala nya" eman mengatakan dengan santai. dan sekarang. " Goooo" alfian, aku dan eman menyerang puluhan ular neraka dengan mengincar kepala nya ular itu akan lemah.
Eman yang sedang membidik pun di tenangkan oleh irwan.
__ADS_1
Irwan maju perlahan. Kemudian ia bertanya " mengapa engkau berada di sini. Tak seharus nya kau di sini." Ular itu menjawab. "Hhhrhhhhssssssssss kami ingin pulang Hhhrhhhhssssssssss. Tunjukan cara kami Hhhrhhhhssssssssss kembali Hhhrhhhhssssssssss". Irwan pun memberi tahu. Dengan mengumpulkan bara api di atas kepala, maka terbuka lah portal. " ular itu segera mengikuti cara irwan dan "zleebbb" portal terbuka. Dan ular itu pulang ke dunia nya. Namun satu pesan yang harus di jalankan "pergilah kearah tenggara. Di sana ada iblis dengan sayap mematikan." Irwan pun mengangguk. Ular itu memutuskan portal dan sekarang aku, irwan dan eman harus berjalan menuju tenggara. Eman pun bergetar hebat "jangan jangan iblis itu adalah? " irwan pun penasaran dengan perkataan eman.. Namun eman tak melanjutkan dan langsung pergi. Aku yang melihat sikap eman pun bingung "kenapa dia beda banget" aku pun bertanya tanya kepada irwan, namun irwan tidak tahu.
Aku, dan irwan mengikuti eman yang sudah duluan berjalan.
Sepanjang jalan eman terdiam, murung dan tak semangat. Aku, dan irwan pun terkejut dengan sikap terakhir akhir ini. "Apa yang terjadi ya? " irwan pun berfikir sejenak "seperti nya eman mempunyai masa lalu yang pahit dengan iblis itu.. Aku pun terdian dan ketika aku dan irwan terdiam, eman berkata kepadaa ku. "Shhhuut" aku dan irwan pun nyok
__ADS_1