
Langkah demi langkah ku terjangi, lelah, lapar, haus, menjadi satu.
Aku, tri, fajar, eman, irwan pun langsung bergegas berjalan ke arah timur untuk mengambil buku terkutuk itu. Namun semakin Kita dekat dengan buku terkutuk itu, semakin banyak bahaya yang menerjang. Kami melewati danau Tampa dasar, makhluk apa yang menanti Kita di dalam danau. Kami menyebrangi dengan perahu kayu yang kami rakit.
Mendayung dengan cepat, menuju ke tepi danau namun di tengah danau kami di hadang oleh makhluk seperti naga dengan kepala yang banyak, perahu kami pun oleng. Kami pun terjatuh ke danau. Seketika air danau itu berubah menjadi darah..
Kami panik dan langsung berenang menjauh, namun kaki kami perlahan di tarik oleh sesuatu yang sangat keras hingga, kami pun meronta ronta, jeritan demi jeritan menyaut paut. "Ahhhhhhrrrrrgggggggggg. Ahhhhhhrrrrrgggggggggg. Ahhhhhhrrrrrgggggggggg Ahhhhhhrrrrrgggggggggg"
Hingga tri pun di lempar ke atas dan di cabik lah tri oleh sosok naga itu. Kami yang melihat itu langsung teriak histeris... "Aaaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhh. AaaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhhAaaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhhAaaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhh. Aaaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhh" (eman pun berteriak) "Kita harus bersama." Aku fajar dan irwan pun menuju ke eman. Dengan susah payah kami langsung ke eman dan menguatkan keberanian, serangan demi serangan sosok naga itu menyerang namun tak mengenai kami.hingga gelombang air menerpa kami dan mendaratkan kami ke tepi danau.
Beberapa menit. bersamaan kami pun tersadar. Luka kami pun bertambah, namun tak memudarkan tekat kami untuk keluar dari tempat terkutuk itu.
Kami yang sedang bersiap untuk melanjutkan perjalanan, datang lah sekelompok anjing yang Mata nya banyak, kakinya 6,berwarna hitam pekat..
Kami terkepung, tak Ada celah untuk keluar...
Aku pun lemas tak berdaya. eman pun memegang aku dengan kencang "kamu harus kuat, Kita harus menerjang serangan nya. Bersama sama Kita kalahkan anjing terkutuk ini." Aku pun mengumpulkan keberanian untuk melawan nya.
Kami (irwan, eman, aku, dan fajar) bersiap untuk menerjang sekelompok anjing terkutuk. Walau sakit yang sangat pedih kami rasakan, tak melunturkan tekat kami.
(Kami) "aaaaaahhhhhhggggrrrrrrrggggggg"
Perlahan namun pasti, kami melewati sekelompok anjing itu. Cakaran,dan gigitan yang menembus kulit, Membuat kami sangat menderita.
(Anjing terkutuk) "aaaawkkkkgggggrrrrr graakkk graaakkkg graaawwkkkkkkkkkk graaaakkrrgggg grawkkkkkgggrrrrgg
Kami hanya bisa menjetir menahan sakit yang sangat luar biasa. "Ahhhkkkk ahhhhhkkkkkkkk aaaaaahhhhhkkkk"
-
-
Satu tangan pun terlepas dari genggaman aku dan eman, yaitu fajar...
Fajar pun tak kuat menahan sakit nya cabikan yang menerjang.
"Ahhhhhhhhhhrrrrggggggg.. Aaaarrrggggrrrrr"
Hanya jeritan lah yang keluar dari mulut fajar, ketika sekelompok anjing itu menggerogoti fajar kami pun memanjat pohon untuk berlindungan.
Seakan anjing itu membiarkan kami menyaksikan kematian dari fajar.
__ADS_1
Dengan kepala yang di cabik hingga hancur lebur, kaki, dan tangan yang di cabik hingga tulang nya remuk, isi perut yang keluar hingga tubuh fajar yang tak bisa di kenalkan lagi.
Aku, eman dan irwan hanya bisa merinding melihat nya.Tangisan ku meledak.
"Aaahhhhhrrhhh.. Ahhhhrrrkkhrrhhhh... "
Eman dan irwan pun menenangkan ku..
Perlahan sekelompok anjing itu pun bubar.
Kami pun memastikan anjing itu benar benar pergi, Dan melanjutkan kembali perjalanan menuju buku terkutuk. Perjuangangan yang mengorbankan banyak jiwa.
Aku, irwan, dan eman "ayo Kita berangkat"
Langkah kaki yang penuh dengan duka pun membawa aku, irwan, dan eman ke buku terkutuk..
Buku yang bersandar di batu besar, menanti kita selama ini.Suasana pun menjadi haru.
"Aaahhhkkk akhir nya kita sampai juga. Dasar buku sialan, cuma buat ambil buku aja ampe 4 nyawa melayang." irwan pun berbicara dengan kesal. Aku pun tersenyum puas.
"Lebih baik kita segera ambil buku nya."
eman dan irwan mengangguk. Kita pun mengambil buku terkutuk itu bersama.
Angin yang sangat kencang hingga membuat pohon tumbang. aku, irwan, dan eman pun berpegangan tangan, namun kita terseret oleh angin. "Akkhhh gila, anginnya" (irwan bercakap). "kita harus tetep berpegangan" (ucapku dengan panik). Namun.
kita pun terpecah.
Serselang beberapa menit kami tersapu angin kencang, hingga angin kencang itu seketika hilang. Aku, irwan, dan eman terpisah, namun kita tersadar bahwa kita berada di sebuah batu besar. Kita panik, ingin kembali pun tak bisa, hingga aku, irwan, Dan eman di hadapkan oleh sosok iblis yang sangat mengerikan, iblis itu membawa cambukan dengan Api yang menyala nyala. Aku pun panik, Takut. "Cobaan apa lagi ini " aku lemas tak berdaya.
Eman pun hanya bisa menarik nafas "Gila ya gak ada Abis nya siksaan."
Irwan pun mulai jengkel dengan semuah ini. Hingga irwan pun tidak perduli dengan iblis itu.
Iblis itu berucap "hanya satu yang bisa keluar Dari sini. Cara nya, Kalahkan saya atau kalian bertiga menyerahkan nyawa kepada saya " iblis itu berkata dengan JAHAT.
Aku, eman Dan irwan pun syok.
Aku pun berkata dengan kesal "kenapa harus dengan nyawa lagi!. Gak akan ada yang mati.! Karena kita bisa mengalahkan mu iblis sialan"
(Kata yang terlontar dari mulutku pun membuat iblis itu kesal.)
__ADS_1
Iblis itu memulai serangan kepada aku, irwan Dan eman.
Irwan Dan eman pun saling menghindar.
"Stop" (dengan keras, irwan pun mencoba berbicara dengan baik.) Iblis itu menghentikan langkah nya. Iblis itu mendengarkan irwan berbicara hingga irwan pun mengatakan deal kepada iblis itu.
"aku Rela mati, demi nisa, Dan demi musnah nya buku terkutuk." (Irwan mengatakan dengan sangat sedih) iblis pun langsung tersenyum puas Dan tertawa
HAHAHAHAHA, apakah kamu deal wahai makanan ku ?.. Dengan lidah kelu pun akhir nya 4 huruf terlontar dari mulut irwan. "DEAL"
Iblis itu langsung meremukan tubuh irwan dengan tangan nya, Dan mengunyahnya dengan rakus.
Aku Dan eman tak Tahu kalau irwan telah tiada. Tersisa aku Dan eman. Namun kemalangan pun jatuh kepada eman..
Eman pun mengenai cambukan dari iblis itu, dengan Api yang membara eman pun terbakar. Api yang mengelilingi cambukan iblis itu adalah Api neraka, sekejap kita kena Api itu, maka hangus lah kita.
Iblis itu menginjak tubuh eman yang hangus terbakar.
Aku pun yang berusaha mempertahankan tubuh, tiba tiba aku merasakan sesak.
Iblis yang menyerangku pun berbicara dengan nada tegas. Teman Teman mu sudah mati, tersisalah kamu. AHAHAHAHAHAHA.
Aku yang mendengar itu langsung lemas Dan menangis. Namun seketika sebuah cermin muncul di hadapan ku , aku yang penasaran pun memandang cermin itu.
Betapa terkejutnya aku melihat irwan Dan eman mati mengenaskan. Aku pun ter isak diam.
Beberapa menit. Aku pun mencoba tegar,
"Aku harus bisa memusnahkan buku itu! "
Aku mengambil buku itu di atas batu besar Dan membuka buku itu perlahan, ku cermati Setiap bait di dalam buku itu hingga ketemu mantra.
Aku pun berusaha mencari maksud dari mantra tersebut, Dan seketika. Pohon di hutan terkutuk pun berbisik tentang maksud mantra itu.
(Alam pun berbisik) " itu adalah mantra memusnahkan buku terkutuk, bacalah Tampa ragu, Dan injak lah buku itu.
Aku pun langsung melaksanakan nya.
"Jahat henteu langgeng di dunya ieu, nuluykeun naraka, henteu kantos ngaganggu jiwa anu polos
Dengan lantang ku mengucapkan mantra."
__ADS_1
Aku pun langsung menginjak buku itu, seketika sebuah portal terbuka, aku pun terdorong, Dan masuk ke portal itu.
Suara petir, dan ombak yang menerjang karang pun terdengar keras.. Aku pun terjatuh Dan pingsan.