
Rania menangis. Aku segera memeluk rania, fika pun dengan suara lirih, Mengatakan kepada ku."mah kita gak mau mama dan papa kenapa napa, kenapa harus mama dan papa?
" aku pun menenangkan rania, fika,dan deni " dengar sayang. Ketika dunia di usik oleh makhluk yang sangat menakutkan, siapa yang bisa memberantas makhluk itu dari muka bumi? jalan ini adalah jalan terbaik untuk melindungi bumi. Doain mama dan papah agar selamat pulang,dan pergi. Doa adalah sumber dari kekuatan kita. " fika mengerti dan membantu menenangkan rania. Aku berbisik kepada rania, "sayang.... Bunda, dan ayah akan balik lagi."
rania perlahan berhenti menangis. Irwan dari jarak yang lumayan jauh melihat aku, dengan rania, fika,dan deni. Perlahan irwan menghampiri ku.. Memeluk, fika deni dan rania. Aku pun merangkul belahan jiwa ku. Irwan berkata dengan yakin "papa,dan mama akan pulang. Tunggu lah di sini.." rania, fika dan doni mengangguk. Malam ini kita harus melakukan perjalanan..
4 menit sebelum berangkat. Rania, doni, dan fika memeluk ku,dan irwan. Aku dan irwan membalas pelukan dari anak anak.
Waktu terus berjalan. Perjalanan panjang memanggil aku, arwan,dan irwan.
__ADS_1
Segera aku, irwan dan anwar menaiki mobil. Aku terus memandang rania, deni,dan fika. Dalam hati aku berniat untuk pulang. Berkumpul dengan keluarga kecil ku. Irwan pun memegang tangan ku. "bruuummmmm" mobil berjalan, aku,dan anak anak ku, terpisah dengan jarak. Aku membaca peta menuju gunung berapi.
Anwar menjaga peti kecil dan irwan menyetir mobil. Selama perjalanan, hening. Kita di balut pikiran masing masing.
Malammm.. Ke pagi... pagi ke siang.... Siang ke sore... Sore ke petang..
Hari mulai gelap. Aku, irwan,dan anwar segera istirahat. Suasana sangat hening. Entah apa yang terjadi hingga suara nya sangat hening.
Tengah malam..
__ADS_1
Anwar membangun kan aku,dan irwan. Anwar dengan berbisik berbicara, "jangan berisik. Kita di dalam kerumunan, makhluk bersayap yang di ciptakan oleh seorang ilmuan.
makhluk itu tak terkendali,dan jumlah nya sangat banyak. Jangan berisik,Jangan nyalakan apapun. "Aku, dan irwan melihat sekeliling seketika "bruggghh". Aku, irwan dan anwar melihat dengan sangat jelas perwujudan makhluk itu. Dengan badan yang transparan melihatkan urat dan otot dari makhluk itu, mata tak ada, telinga yang sangat panjang, sayap lebar, gigi yang sangat banyak dan tajam, tidak ada bulu. "Irwan, aku dan anwar sangat terkejut. Pertama kali nya kita melihat makhluk seperti itu.
Anwar membisikan aku "mereka mengandalkan indra pendengaran untuk mencari makan.". irwan mengusulkan. "Kita harus jalan kaki.. Kita gak boleh menyerah." aku,dan anwar mengangguk dan kita beristirahat untuk hari esok.
Pagi hari.
Semangat kita udah full, sekarang kita melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Irwan, dan aku membuka pintu mobil dengan sangat pelan, aku keluar dengan perlahan. Ketika aku, irwan,dan anwar sudah keluar dari mobil, kita menutup mobil dengan sangat pelan. Kita berjalan ke arah barat. Aku, irwan dan anwar sangat memperhatikan setiap pijakan yang kita pijak. Perlahan kita melangkah.
__ADS_1