
Aku, irwan dan anwar melihat ke arah yang di tunjuk riko ternyata itu adalah raja nya. Kita terdiam, riko mengisyaratkan kepada aku, irwan, dan anwar "jangan berisik, bernafaslah dengan tenang dan atur detak jantung kalian" kita pun menenangkan diri masing masing.
Seketika, makhluk itu merenggang kan kupingnya dan terlihat gendang kuping berlapis lapis. Pendengaran yang luar biasa. Anwar mengatakan dengan bahasa isyarat "ini kesempatan kita." Riko mengelak "jangan sekarang. Kita terlalu dekat. "irwan pun menyuruh kita untuk terdiam. Seketika kejadian aneh pun terjadi. Semuah makhluk itu berkumpul. makhluk itu berkomunikasi, namun seketika raja dari makhluk itu memakan makhluk lain nya. Dengan sangat ganas, apapun yang raja gigit akan menjadi remuk. Tak ada yang berani menyerang raja.
Aku, riko, irwan dan anwar menyaksikan pembantaian dari makhluk tersebut.
__ADS_1
Terdapat hingga seratus korban jiwa melayang. Setelah raja makhluk itu kenyang. Maka raja itu pergi, di ikuti oleh makhluk lain nya. Kita pun bergegas untuk mengejar sang raja. Berjalan dengan sangat jauh. Hingga sore menyambut aku, irwan, anwar, dan riko. Kita mencari tempat perlindungan dan malam pun kembali. Tertidur, Dengan dingin yang sangat menusuk sampai ke tulang.. Tengah malam....
Aku, irwan, anwar dan riko di bangun kan oleh suara suara aneh. Kita terbangun dan mengintip di sela ranting. Betapa mengejutkan, terdapat raja makhluk itu sedang berada di sekitar tempat perlindungan kita.
Riko pun memberi isyarat untuk tenang "raja makhluk itu di sini kita harus berhati hati. Jangan panik. ". Sangat hening... Namun raja makhluk itu bisa mendengar detak jantung.
__ADS_1
Aku, irwan, anwar dan riko pun segera melanjutkan perjalanan. Bermil mil kita berjalan. Dan sampai lah di sebuah tempat yang sangat kotor. Kemudian berjarak tidak jauh dari tempat aku, irwan, anwar dan riko berpijak. Terdapat sang raja.. Anwar segera membidik dengan anak panah. Aku, riko, dan irwan terdiam. Anwar mencari posisi agar bisa dengan tepat memanah. perlahan anwar mendekat...
Namun makhluk itu mendengar detak jantung dari anwar. Makhluk itu sangat agresif. Anwar sangat sulit untuk membidik karena makhluk itu bersiap menyerang anwar. Aku, irwan dan riko yang melihat anwar beraksi. Pun hanya bisa berdoa.. Hingga riko mempunyai ide. Riko segera memberitau ide nya kepada aku,dan irwan " kita harus mengalihkan pendengaran makhluk itu."
seketika perlahan aku dan irwan berpijak di atas sebuah daun kering "sraak" makhluk itu segera mengarah ke arah suara itu. Dan tampa aba aba ketika makhluk itu nengok ke sumber suara. Anwar segera memanah kuping makhluk itu "craaassshhhh craaashhgg"dua anak panah sudah tertancap di telinga makhluk tersebut. Makhluk itu kesakitan, hingga sekarat.
__ADS_1
Anwar yang melihat makhluk itu sekarat memulai membidik dan "crassshhh" anak panak terlepas dan mendarat di kuping makhluk tersebut. 3 anak panah sukses menancap di kuping makhluk itu dan seketika semuah makhluk itu mati. Dan beberapa menit makhluk itu membusuk aku, irwan, anwar dan riko pun bergembira karena makhluk ganas itu telah mati.
Segera. Aku, irwan, anwar dan riko bergegas pulang dan. Dan aku, irwan,dan anwar segera melanjutkan kembali perjalanan menuju gunung berapi...