Bunga Untuk Zara

Bunga Untuk Zara
Chpt. 1 - Cerita Hidupku


__ADS_3

Zara Mahyra Gunawan.


Namaku Zara Mahyra Gunawan, tapi aku lebih suka dipanggil Ara tanpa ada embel-embel Gunawan dibelakangnya.


Aku adalah putri tunggal dari Pria bernama Mahendra Gunawan dan Wanita bernama Winingsih. Entah bagaimana awal kisah cinta mereka sehingga bisa melahirkan aku ke dunia ini, bahkan disaat Mahendra masih berstatus sebagai suami dari Casandra Gunawan. Dan saat itu mereka memiliki seorang putri yang usianya lebih tua tiga tahun dariku Leona Calista Gunawan.


Aku tinggal dengan papa, sejak lahir aku dibawa olehnya dan dibesarkan oleh pengasuh tanpa tau bagaimana wajah ibu kandungku yang sebenarnya. Yang kutau darinya hanyalah namanya saja. Aku merasakan kasih sayang seorang ibu hanya dari pengasuhku saja, itupun tante Sandra tidak akan membiarkannya. Karena setiap kali aku merasa dekat dan menyayangi pengasuh tersebut, tante Sandra langsung memecatnya dan menggantinya dengan pengasuh baru. Begitu seterusnya sampai kini usiaku beranjak 17 tahun. Sepanjang ingatanku tinggal dirumah itu aku tidak pernah diperlakukan dengan baik olehnya, bahkan oleh papaku sendiri. Bagi papa, dengan materi sudah cukup membuatku bahagia. Ia selalu sibuk dengan pekerjaan nya, tidak pernah berada dirumah. Sekalipun dirumah, ia selalu bertengkar dengan tante Sandra, seperti biasa pertengkaran itu terjadi karena keberadaanku dirumah ini.


***


"Selamat pagi Bunny, ternyata kita masih terbangun dirumah ini. Bukan, bukan rumah tapi neraka. Hahhhh, tidak sabar rasanya menunggu hari kelulusan, supaya aku bisa cepat pergi dari sini”. Ara sambil menatap boneka kesayangannya sembari menghela nafas panjang.

__ADS_1


Gadis itu selanjutnya beranjak mandi dan turun ke ruang makan untuk sarapan. Disana sudah ada Leona dan tante Sandra yang sedang makan, disampingnya ada bi Jami yang sedang menyiapkan sarapan untuk Ara.


“Selamat pagi Non Ara, silahkan ini susu dan roti kesukaannya juga”. Sapa bibi.


“Pagi juga bi, terimakasih”. Sapaku sambil duduk dimeja makan yang di iringi kakak dan tante Sandra yang tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya.


“Ayo pergi, mama tidak sudi duduk semeja dengan anak haram ini”. Ucapnya sambil menarik tangan kak Leona.


“Oiya bi, sesuai kesepakatan kita hari itu. Hari ini terakhir ya, untuk gaji sudah saya transfer. Jadi sore ini bibi sudah bisa berkemas dan pergi dari rumah ini, terimakasih untuk bantuannya selama ini”. tante Sandra tanpa berbalik kearah bibi, lalu pergi begitu saja meninggalkan kami. Aku yang kebingungan dengan maksud tante sambil menatap mata bibi dalam-dalam, kemudian ia menghampiriku lalu memeluk erat.


“Ia non, ini hari terakhir saya bekerja disini. Maafkan bibi ya non, bukan maksud bibi untuk meninggalkan non Ara”. ucapnya sambil menangis dan memelukku semakin erat.

__ADS_1


Akhirnya tiba juga ya hari ini, lagi-lagi ketika bibi pengasuh yang bekerja dirumah ini mulai dekat denganku dan kami mulai saling menyayangi. Dengan teganya tante memberhentikan mereka dan mencari perkerja baru. Dan bibi yang sudah terlama bekerja disini, aku tidak sanggup lagi seperti ini. Sudah cukup. Batin Ara sambil menahan tangisnya.


“Non mau kemana ?”. Tanya bibi sambil menarik tanganku.


“Mau ke tempat tante, menanyakan kenapa selalu melakukan hal seperti ini. Aku sudah tidak sanggup lagi bi. Aku tidak mau kehilangan orang yang kusayangi lagi”.


“Sudah non, gak papa. Walaupun saya sudah tidak bekerja disini lagi. Kita kan masih bisa bertemu, non bisa main kerumah bibi sesekali ko”. Bibi sambil memelas dan mengelus punggung tanganku.


“Tapi bi". Terdiam sebentar "Beneran bi gak papa kalau aku main kerumah bibi?”.


“Tentu saja gak papa non”. Sebenarnya aku tidak sanggup lagi menerima perlakuan seperti ini. Tapi bibi menahanku, lagipula tahun ini juga tahun terakhirku tinggal dirumah ini. Setelah lulus SMA, aku akan segera keluar dari rumah ini. Percakapanku dengan bibi berakhir hari itu, setelah sarapan aku membantu bibi berkemas dan mengantarnya pulang kerumahnya. Selanjutnya aku ke sekolah untuk menyelesaikan administrasi dan segala yang bersangkutan dengan kelulusan. Aku tidak sabar merasakan kebebasan tanpa merasa dihina dan tersiksa batin dirumah itu lagi.

__ADS_1


Bersambung ~~


__ADS_2