Bunga Untuk Zara

Bunga Untuk Zara
Chpt. 14 - Kesalahan


__ADS_3

Di kost Ara, pukul 06.30


Ara sudah bersiap-siap untuk bekerja hari ini. Setelah menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat bekerja , lalu dia pun memasak selanjutnya dia akan sarapan kemudian berangkat kerja. Namun, sebelum memulai sarapannya, Tiba- tiba . . .


Tokk tookk tokk !!!


Siapa pagi-pagi yang begini bertamu ya? Nggak mungkin kak Irsyad kan. Batin Ara sambil berjalan menuju pintu.


Di sana, nampak bu Marni dan Sandra sudah berada di depan kamar kost Ara. Ara sangat terkejut melihat Sandra datang, terlebih lagi di kost yang baru dia tinggali ini.


Darimana tante Sandra tau alamat kost ini. Batin Ara bertanya-tanya.


Karena bingung harus bereaksi seperti apa, Ara sempat bengong. Lalu tiba-tiba bu Marni buka suara.


"Maaf Ara, saya dan bu Sandra mengganggu pagi-pagi. Boleh kami masuk?". Tanya bu Marni.


"O-ohh iya bu, boleh. Silahkan". Ucap Ara sambil mempersilahkan mereka berdua masuk. Lalu mereka berdua pun duduk begitu juga dengan Ara.


"Jadi saya sudah mendengar semua cerita dari bu Sandra, dan sebaiknya dek Ara pindah dari kost ini". Bu Marni memulai pembicaraan yang membuat Ara sangat terkejut.


Kenapa tiba-tiba, sebenarnya ada apa. Ara.


"Maaf bu, maksudnya bagaimana? Saya kan baru saja pindah di sini". Ucap Ara.


"Seperti yang saya bilang tadi, bahwa dek Ara sudah nggak bisa tinggal di sini lagi. Saya nggak mau kalau kedepannya akan ada keributan di sini. Seperti yang terjadi kemarin, bahwa ternyata dek Ara merebut tunangan kakak sendiri". Jelas bu Marni, Ara sangat terkejut mendengar ucapan bu Marni lagi. Entah apa yang sudah diceritakan oleh Sandra kepada bu Marni, yang jelas semua itu bohong.


"Sebentar, maksud ibu apa? Tunangan siapa, saya nggak faham dengan arah pembicaraan ini". Ucap Ara.


"Bagian mana yang kurang jelas buatmu? Bukannya sudah jelas dan pasti bahwa kamu berusaha merebut Irsyad dari Leona!". Sahut Sandra dengan suara agak keras dan melotot ke arah Ara. " Dan lagi bu Marni, ini sangat nggak pantas jika seorang anak perempuan menerima tamu laki-laki ke dalam kostnya, bisa menimbulkan fitnah bu. Sangat nggak bagus untuk reputasi kost ibu". Ucap Sandra lagi mencoba menghasut bu Marni.

__ADS_1


"Mungkin perkataan bu Sandra ada benarnya. Saya tau jika Irsyad adalah teman dek Ara, tapi kurang sopan jika dia sering bertamu kemari. Apalagi kamu anak gadis". Ucap bu Marni.


"Terimakasih sudah mengingatkan bu. Saya menyadari mungkin saya salah jika menerima tamu teman laki-laki, tapi saya tahu batasan-batasan moral dan kedepannya saya usahakan supaya tidak terjadi lagi. Dan terlebih lagi tuduhan yang di sebutkan oleh bu Sandra ini sama sekali nggak benar bu". Ara mencoba memberi penjelasan.


"Saya nggak tau mana yang benar dan salah dek.Hanya saja, saya nggak mau jika nantinya karena masalah ini di kost ini jadi ada keributan. Maka sebaiknya dek Ara pindah dan mencari kost lain. Itu lebih baik untuk ibu dan penghuni kost yang lain". Ucap bu Marni. "Oh iya , dan untuk uang sewa yang sudah dibayarkan selama satu tahun akan saya kembalikan". Sambungnya lagi.


Ara menghela nafas panjang, dia tau semua tidak akan berakhir baik. Bu Marni tidak salah mengambil keputusan seperti itu karena dia hanya orang lain yang tidak mau terlibat jauh masalah orang yang tidak ada hubungan dengannya.


"Baiklah, tapi bisa ibu kasi saya waktu sekitar satu minggu? Karena saya harus mencari kost baru sedangkan wilayah di sini saya belum terlalu hafal". Ucap Ara meminta keringanan.


"Tiga hari, beri dia waktu tiga hari bu!". Sahut Sandra tanpa di ajak bicara.


"Jika bisa secepatnya akan lebih baik Ara". Ucap bu Marni tanpa mendengarkan ucapan Sandra.


"Baiklah bu, kalau begitu saya pamit dulu. Saya sedang terburu-buru". Ucap Ara.


"Sudah puas?". Ucap Sandra.


"Maksud tante?". Ara bertanya balik padanya.


"Sudah puas karena selain merebut papa Leona, sekarang juga kamu mau merebut tunangannya?". Sandra sambi menyilangkan tangannya di depan dada.


"Ara nggak ngerti maksud tante, tapi kalau yang tante maksud itu kak Irsyad. Ara sama sekali nggak ada hubungan sama dia, kami hanya sebatas teman". Ucap Ara mencoba memberi penjelasan.


"Kamu dan ibumu sama saja, selalu suka milik orang lain".


"Jaga bicara tante!! Jangan pernah menghina ibu Ara dengan perkataan yang seperti itu!!". Ucap Ara dengan tegas, dia tidak terima jika ibunya dihina.


Sandra tersenyum kecut "Kamu sudah berani mengancam saya? Atas dasar apa kamu membela ibumu? Wujudnya saja kamu nggak tau seperti apa. Kasihan sekali". Ucapnya lagi dengan meremehkan.

__ADS_1


"Ara rasa nggak ada gunanya meladeni tante, hanya membuang-buang waktu saja. Maaf Ara sedang ada keperluan, jika tante sudah selesai pintu keluarnya ada di sana". Ucap Ara seolah mempersilahkan Tante Sandra untuk segera pergi.


Nampak Sandra sangat kesal di perlakukan seperti itu, dia sampai tidak bisa berkata-kata. Akhirnya dia pun segera pergi sambil membanting keras pintu kost Ara.


Setelah itu Ara berdiri mematung cukup lama, hingga akhirnya saat dia tersadar dan terduduk di lantai.


"Kenapa, kenapa aku yang selalu di salahkan. Apa salahku. Apa aku meminta untuk di lahirkan dalam keadaan seperti ini. Ibu dimana ? Mengapa semua beban ini ibu limpahkan sama Ara, dimana tanggung jawab ibu sebagai ibu kandung Ara yang seharusnya melindungi putrinya. Sama seperti yang saat ini tante Sandra lakukan untuk Leona. Ara juga ingin punya ibu yang seperti itu". Ucapnya sambil menangis terisak-isak.


Setelah cukup lama meluapkan kesedihannya, Ara berdiri untuk memulihkan tubuhnya agar bisa segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Aku harus kuat, nggak boleh lemah lagi. Walaupun aku hanya sendirian di dunia ini, aku harus kuat. Batin Ara.


Dalam perjalanan menuju butik Ara harap-harap cemas, karena dia takut terlambat. Namun sepertinya hari sedang tidak berpihak kepada Ara, dia terjebak macet. Sehingga membuatnya terlambat setengah jam.


Sesampainya di Butik, tidak disangka bahwa ternyata dia sudah di tunggu oleh Bosnya, Rafy. Ara berjalan terburu-buru karena takut di marahi.


Ini kan hari pertama bekerja, sudah telat. Di tunggu sama bosnya langsung. Haduh, tamat riwayatku. Batin Ara.


"M-maaf pak, tadi saya sudah berangkat lebih awal. Tapi terjebak macet karena jalan menuju butik tadi ada kecelakaan lalu lintas". Ucap Ara menjelaskan tanpa di tanya.


Nampak Rafy memperhatikan wajah Ara yang sedikit bengkak dan area mata yang sembab.


Bersambung ~~


Hay Readers..


Jangan lupa like dan votenya.


Authors akan sangat berterimakasih. 😊

__ADS_1


__ADS_2