Bunga Untuk Zara

Bunga Untuk Zara
Chpt. 3 - Kebebasan Ara


__ADS_3

"Sudahlah, apa kamu tidak capek terus-terusan mengatakan hal yang sama setiap


bertemu dengan Zara? Kapan kamu akan menerimanya sebagai putrimu sendiri?". Papa mulai marah.


"Putri? Sampai kapanpun anak haram kamu ini gak akan ku anggap sebagai putriku camkan itu!" . Tante sambi menujuk wajah papa. Yaaa, akhirnya mereka bertengkar lagi. Daripada merusak mood lebih baik aku meninggalkan mereka.


Dikamar aku mulai merapikan dan mempersiapkan barang-barang yang akan ku bawa nanti. Meskipun sebenarnya masih ada waktu selama satu bulan untuk hari pendaftaran, tapi tidak masalah jika kujadikan alasan untuk segera pergi dari sini. Papa juga tidak menanyakan hal lain, sepertinya dia memang tidak perduli padaku.


Semua sudah siap, untuk tempat tinggal aku sudah menyewa kost disana. Meskipun kurang cocok untuk kantong anak kuliahan karena kamarnya yang cukup luas, perabotnya pun sudah lengkap masalah biaya aku masih punya tabungan yang cukup selagi nanti aku mencari pekerjaan shift sebelum tabunganku habis. Aku cukup membawa barang pribadiku saja, selanjutnya aku akan informasikan ke ibu kostnya kalau aku pindah kesana besok pagi.


Sambil menatap sekeliling ruang kamar dan tersenyum.


Akhirnya, terimakasih papa dan tante yang sudah mau memberikan aku tempat tinggal hingga saat ini. Ter'untuk tante, maafkan aku yang telah menghancurkan kehidupan tante. Sungguh aku tidak pernah bermaksud untuk lahir didunia ini dengan tujuan seperti itu. Andai saja aku bisa memilih, tapi sayangnya tidak. Nggak papa tante, besok aku akan pergi. Tante bisa kembali bahagia kan kalau aku sudah tidak ada dirumah ini. Sambil menyeka airmatanya dan tersenyum , Ara membaringkan badannya dikasur sambil menatap langit-langit kamarnya yang akan dia tinggalkan besok.


Keesokan paginya, Ara bersiap-siap membawa semua barang bawaannya ke dalam mobil sambil dibantu Sonya yang sudah dari subuh tiba dirumahnya.


"Apa sudah semua ra?". Tanya Sonya memastikan.


"Kurasa iya, ayo kita berangkat semakin cepat semakin baik". Semangatku seperti membara pagi itu.


"Apa tidak pamit dulu ke tante Sandra? Tidak ada orang yang akan mengantarkanmu pergi ?". Sonya tampak cemas.


"Kamu seperti tidak tahu saja, kehadiranku dirumah ini seperti tidak ada artinya. Jadi ada atau tidaknya aku mereka juga tidak akan perduli. Sudahlah, ayo kita pergi". Sambil menggandeng tangan Sonya masuk kedalam mobil. Perjalanan pun dimulai, sekitar satu jam untuk menuju kota B. Diperjalanan aku menikmati semuanya, dari pemandangan, suasana tempat yang ku lewati dan segala yang terlihat.


"Kamu sudah seperti anak kecil yang baru keluar rumah Ra". Ledek Sonya.


"Biarkan saja, memang kenyataan seperti itu kan. Tante Sandra kan tidak pernah membiarkan aku keluar tanpa pengawasan dia. Masih bersyukur aku bisa berteman denganmu". Jawabku sambil merangkulnya.


"Lalu bagaimana bisa kamu tau kontak mengenai ibu kost disana, dan mengenai pendaftaran dikampus?". Sonya penasaran.

__ADS_1


"Bisa dong, Ara gitu loh. Pokoknya nanti akan ku kenalkan seseorang setiba disana". Jawabku sedikit menyombong.


Setiba disana, sudah ada bu kost dan seorang pria berpostur badan ideal, tinggi, putih dan lumayan ganteng. Idaman Sonya sekali dan namanya Irsyad Hermawan.


"Ganteng banget ra, itu yang mau kamu kenalkan ? Duh kamu kok nggak bilang sih kalau punya kenalan seganteng ini". Pipi Sonya sampai memerah melihat Irsyad.


"Iya ganteng. Asal jangan ganteng-ganteng serigala ya". Ledekku sambil menyenggol bahu Sonya lalu keluar dari mobil dan segera menghampiri mereka.


"Pagi bu". Sapaku sambil tersenyum kearah ibu Marni pemilik kost yang akan aku tinggali saat ini.


"Pagi neng, nanti ikut ibu ya untuk ngambil kunci, sekalian ibu tunjukkan rumah ibu kalau neng ada keperluan nanti bisa cari ibu dirumah". Balas bu Marni ramah.


"Oke siap bu". "Wah, ngapain nih siganteng serigala ada disini juga?". Tanyaku sambil meledek kak Irsyad.


"Gimana sih kamu ra, kan kamu yang suruh kesini". Sambil berkecak pinggang kak Irsyad tampak kesal.


"Dasar Ara". Kak Irsyad.


Tanpa banyak tanya kak Irsyad langsung ke bagasi mobil di susul Sonya untuk membantu mengangkut barang-barang yang akan dibawa ke kamar kostku. Dan aku ikut bu Marni untuk mengambil kunci kamar.


"Temannya Ara ya?". Tanya kak Irsyad kepada Sonya yang membuat wajah Sonya nampak memerah tomat.


"Eh iya. Kenalin kak, aku Sonya sahabatnya Ara". Sonya sambil mengulurkan tangannya menahan malu.


"Aku Irsyad, salam kenal ya. Ngomong-ngomong kamu sakit dek? Kok wajahnya merah begitu, apa sebaiknya aku kasih tau Ara ya". Kak Irsyad nampak khawatir, wajah Sonya semakin memerah merona. Sementara itu Ara berjalan kearah mereka.


"Wah udah pada kenalan nih, jadi nggak perlu aku kenalkan lagi ya". Ledek Ara.


"Ra, temen kamu kayanya sakit deh. Kok malah diajak pindahan, gimana sih kamu".

__ADS_1


"Udah nggak papa, nanti kalau sudah makan siang juga sembuh sendiri kok. Ya kan Sonya ?". Sambil menyenggol tangan Sonya.


"Ya sudah, terserah kamu deh. Tapi jangan sampai kenapa-kenapa ya, untuk makan siang nanti biar aku yang belikan. Yuk lanjut". Kak Irsyad berlalu menuju kamar sambil membawa barang.


"Haduh, anak satu ini bikin malu saja. Baru ketemu cowok ganteng sedikit aja udah salah tingkah begitu". Ara sambil menepuk idat Sonya.


"Habis ganteng banget, perawakannya itu menarik banget tau ra. Lemes aku dibuatnya, aku harus gimana ya". Sonya semakin salah tingkah, anak ini terkadang begitu kalau didekat cowok ganteng.


"Harus bantuin aku pindahin barang, masih banyak nih. Nanti lanjut salah tingkahnya, ku jodohkan sekalian kebetulan dia juga belum punya pacar tuh". Ara memberi harapan ke Sonya yang seketika wajahnya sumringah.


"Beneran? Asyik. Sini biar aku yang angkat semua, non Ara jangan sampai kecapekan. Hehehe". Sonya berlari kecil menuju kamar Ara.


"Hhmm, kalau ada maunya". Balasku. Disana nampak kamar yang cukup besar untuk ukuran kamar kost. Dengan perabotan yang lengkap sehingga pindahan pun tidak terlalu merepotkan, cukup menata barang bawaan saja. Setelah selesai memasukkan barang kak Irsyad keluar sebentar untuk membelikan kami makan siang.


"Ra, kamu bisa kenal kak Irsyad gimana ?". Tanya Sonya penasaran.


"Gimana ya, tiba-tiba gitu sih". Ara mulai mengingat-ngingat.


***


Flashback - Ara dan kak Irsyad bertemu.


Bersambung ~~


Hay readers, perkenalkan saya ERA.


Ini adalah Novel pertama saya. Sebagai penulis baru, pasti saya memiliki banyak kekurangan. Mohon kritik dan sarannya agar bisa menyempurnakan cerita ini. Saya juga butuh dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya. Kelanjutan Novel ini sangat bergantung pada dukungan kalian.


Terimakasih, salam sayang 😊❤

__ADS_1


__ADS_2