Bunga Untuk Zara

Bunga Untuk Zara
Chpt. 4 - Pertemuan dengan Irsyad


__ADS_3

Kejadiannya sekitar 2 tahun lalu saat kita masih duduk dibangku kelas 2 SMA dan dia sudah kuliah semester 4. Sudah cukup lama, akhirnya sampai sekarang pun kami akhirnya jadi semakin akrab.


Saat itu Irsyad sedang cuti kuliah.


"Heiiiiiii. Minggiiiirrrrrr awaaaasssss". Teriak Ara sambil mencoba mengerem sepedanya yang tidak terkendali. Irsyad yang saat itu sedang jalan-jalan pagi di alun-alun kota J tidak sadar karena sedang mendengarkan lagu menggunakan headphone.


Bbrrraaaakkkkkkkkkk.


Irsyad di tabrak Ara, mereka sama-sama terjatuh hanya saja Ara berada diatas Irsyad sedang sepedanya berenang di kolam air mancur. Irsyad, terheran-heran darimana asalnya tiba-tiba saja ketiban gadis cantik begini.


"Dek-dek, udah sadar belom? Berat nih". Irsyad mulai sesak nafas menahan berat badan Ara.


"Oh iya. Maaf, habisnya udah di teriakin tapi nggak denger. Salah sendiri". Ara sambil berdiri dan merapikan baju celananya. Tentunya tanpa membantu Irsyad yang masih terbaring dijalanan.


"Nggak lihat lagi pakai ini nih, lagian kenapa main sepeda nggak pakai rem. Membahayakan orang tau". Sambil menunjukkan Headphonenya.


"Ooohh, ya salah sendiri. Kalau lagi pakai itu , jangan berkeliaran dijalanan. Cari bahaya namanya!". Ketus Ara sambil mengecek keadaan sepedanya.


"Yeee, udah salah malah nyalahin orang".


"Ternyata putus kabelnya, pantas saja tidak bisa direm. Kenapa bisa begini ya". Ara menemukan rem sepedanya putus.


"Sepedanya nanti saja dek di ceknya, kalau habis jatuh sebaiknya cek kondisi badan dulu baru kendaraannya. Tuh lihat lutut dan sikunya sampai lecet". Irsyad mengeluarkan Han*aplast dan a*ua kecil dari tas di pinggangnya untuk membersihkan luka Ara, lalu tanpa meminta izin Irsyad mengobatinya dan menempelkan han*aplast.


"Nah sudah selesai. Nanti sesampai dirumah bisa diobati ya dek, supaya nggak infeksi".


"Iihh , nggak sopan sekali. Pegang-pegang orang yang nggak dikenal". Perotes Ara lalu kemudian berdiri.


"Iya Sama-sama, kita pisah disini ya. Lain kali hati-hati ya kalau naik sepeda". Irsyad berlalu sambil mengedipkan mata.


Genit sekali kakak ini. Semoga tidak bertemu dengan orang itu lagi, bisa sial sepanjang hari aku jadinya. Batin Ara.

__ADS_1


Sementara Irsyad sambil senyam-senyum sendiri berjalan meninggalkan Ara.


Manis juga adik itu, galaknya itu membuat penasaran. Semoga aku bisa bertemu dia lagi. Irsyad.


Katanya kalau jodoh tidak akan kemana-mana, kalau kemana-mana itu namanya jalan-jalan. Sepulang dari jalan-jalan Irsyad mampir sebentar si bengkel milik pamannya yang lokasinya berada di dekat komplek perumahan Ara tinggal. Dan disana ternyata sudah ada Ara yang meminta untuk di service'kan rem sepeda miliknya.


Bertemu lagi kan, kalau jodoh memang nggak kemana. Batin Irsyad sambil senyam senyum saat berjalan ke arah Ara yang sedari tadi sibuk memperhatikan sepedanya yang sedang diservice oleh salah satu mekanik paman Irsyad.


"Eehh, si ade. Ketemu lagi". Sapa Irsyad sambil tersenyum manis.


"Loohh?? Ngikutin sampe kesini ya. Ngeri banget sih kakak ini". Respon Ara yang kaget dan tiba-tiba mundur.


"Jangan buruk sangka, ini bengkel pamanku. Jadi apa salahnya kalau aku main kesini?". Jelas Irsyad.


"Oh". Balas Ara singkat, yang membuat hati Irsyad sedikit kecewa karena respon Ara hanya seperti itu.


***


"Singkat cerita, kami jadi dekat karena sering bertemu ditempat yang tidak diduga sama sekali. Pada awalnya agak risih, tapi ternyata kakak itu baik juga. Jadi lah kita berteman sampai sekarang, dan yang memberitahukan kost'an ini juga dia. Lalu untuk pendaftaran kuliah lewat jalur beasiswa juga akan dibantu kak Irsyad. Baik kan dia". Jelas Ara.


"Ftv apanya, mana ada yang begituan. Jangan terlalu banyak menghayal deh". Ara menonyol bahu Sonya.


"Tapi ini kan beneran Ra, kamu yang ngalamin jadinya bukan menghayal dong. Hmm jadi sedih, jangan-jangan dia jodohnya kamu. Aku jadi nggak ada kesempatan dong". Sonya mulai murung sambil memeluk kedua lututnya yang ditekuk.


"Jodoh apaan sih, aku nggak percaya itu yang namanya jodoh-jodohan. Kalau jodoh benar ada, lalu kenapa bisa ada orang yang selingkuh dari pasangannya. Lalu kenapa mereka berkhianat, dan kenapa bisa lahir aku?". Bicara Ara mulai melebar kemana-mana. Ternyata disana sudah ada Irsyad entah dari kapan dia berdiri didepan pintu.


Sejak kapan ka Irsyad datang? Apa tadi dia mendengarkan ucapanku ya. Batin Ara khawatir.


"Ko bengong? Kakak bawain makanan nih, ayo segera dimakan. Pasti sudah pada lapar kan?". Sambar kak Irsyad yang tiba-tiba memecah keheningan.


"Eh iya kak, mari makan". Ara mulai gugup. Syukurlah, kalau dilihat dari reaksinya sepertinya dia nggak dengar.

__ADS_1


Samar-samar tadi aku mendengar Ara bicara tentang penghianatan dan selingkuh serta lahirnya dia. Apa maksudnya ya, apa aku harus mencari tau ya. Batin Irsyad yang mulai bingung dan penasaran.


"Oh iya, Sonya boleh minta kontaknya. Kalau-kalau nanti kakak ada keperluan bisa kontak kamu". Ujar kak Irsyad yang membuat Sonya Senang.


"Boleh-boleh kak, ini nomornya. Kapan aja kakak mau kontak aku free kok". Sambil memberikan nomor Hpnya untuk disimpan kak Irsyad.


"Iya kak. Sonya ini selalu free ko, kapan aja apalagi buat kakak". Ara meledek sambil terkekeh.


"Apaan sih Ra". Sonya malu-malu kucing.


"Loh memangnya kamu nggak lanjut kuliah dek? Ko free aja?". Tanya kak Irsyad yang nampak polos, entah polos atau pura-pura tidak tau maksud kami berdua yang sedang menggodanya.


"Eh, lanjut kok kak. Aku akan mendaftar di kampus yang sama dengan Ara. Tapi beda jalur, Ara kan jalur beasiswa kalau aku yang biasa-biasa saja. Hehe". Jawab Sonya malu.


"Oh baguslah, kalian jadi bisa sama-sama lagi kan. Jadi begini saja, saat pendaftaran nanti kamu ikut Ara biar aku bantu untuk pendaftaranmu juga". Jelas kak Irsyad.


"Tuh kan, kakak satu ini memang baik. Semua akan dibantunya". Puji Ara, membuat Irsyad tersipu malu.


"Dek, kakak balik dulu ya. Sudah menjelang sore, kakak ada keperluan juga diluar". Kak Irsyad sedang bersiap untuk pulang.


"Loh nggak makan dulu kak?". Tanya Sonya.


"Nggak usah, itu untuk kalian saja. Hati-hati ya, jangan lupa kunci pintu". Ucap kak Irsyad sambil berjalan keluar kamar.


"Siap bos, sudah seperti ibu-ibu saja kakak ini". Ledek Ara. "Hati-hati dijalan ya". Lanjutnya, diiringi lambaian tangan kak Irsyad yang berlalu menjauh menuju area parkir.


Hari itu berakhir dengan menghabiskan waktu berbincang^ bersama Sonya. Dia bermalam dikost hari itu, sambil meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk mengambil kost di tempat yang sama aku tinggali. Selanjutnya aku harus menyiapkan segala sesuatu untuk pendaftaran kuliah nanti.


Bersambung ~~


Hay Readers yang baik hati.

__ADS_1


Jangan lupa Like, komen dan Votenya ya.


Terimakasih, salam sayang 😊❤


__ADS_2