Bunga Untuk Zara

Bunga Untuk Zara
Chpt. 5 - Pendaftaran Kuliah


__ADS_3

Tiba saatnya untuk pendaftaran kuliah, semua berkas yang dibutuhkan sudah ku siapkan. Kemudian akan ku serahkan kepada kak Irsyad, selebihnya dia yang akan mengurusnya. Karena dia memiliki kenalan yang bisa membantu untuk pendaftaranku.


Hari ini dia akan ke kost ku, untuk sama-sama ke kampus. Karena kebetulan dia juga sedang cuti bekerja.


"Ara. Sudah bangun belum? Ayo berangkat". Panggil kak Irsyad dari luar kamar sambil mengetuk pintu.


"Iya kak sudah siap kok". Jawabku sambil membuka pintu.


"Oke, lets go!". Sambar kak Irsyas nampak semangat 45.


Didalam mobil perjalanan menuju kampus.


"Ngomong-ngomong Sonya sudah kamu ajak Ra?". Tanya kak Irsyad.


"Sudah kak. Nanti kita bertemu dikampus, dia sedang dalam perjalanan dari kota J ke sini". Jawabku memberi penjelasan.


"Oh baiklah".


Sesampainya di kampus, kak Irsyad memintaku untuk menunggu di Lobby kampus. Katanya dia yang akan mengurus semuanya, aku tidak perlu repot apa-apa. Kalau difikir dia terlalu baik padaku untuk ukuran teman yang baru saja aku kenal. Tapi selama itu masih dalam batas wajar, bagiku tidak masalah.


Sambil menunggu kak Irsyad, aku jalan-jalan sekeliling kampus. Karena cukup lama menunggu sampai kak Irsyad selesai, dan sedari tadi menunggu Sonya, dia belum datang juga.


"Ehh, si anak haram ada disini juga". Tiba-tiba terdengar suara Mona dari kejauhan.


Anak ini lagi, kenapa harus bertemu dia sih. Batinku meracau kesal. Aku berusaha tidak memperdulikannya, tapi lagi-lagi dia berusaha mencari masalah denganku. Karena merasa tidak di perdulikan, Mona menghampiriku dan ternyata dia ditemani Dena.


"Pura-pura nggak dengar ya?". Ujar Mona ketus.


"Siapa yang nggak dengar? Aku? Oh tadi kamu manggil ya, maaf aku nggak dengar". Jawabku santai.


"Gimana bisa kamu juga disini? Kamu sengaja ya ngikutin aku?". Tuduh Mona.


Sambil tersenyum aku menjawab "Santai saja, lagipula kampus ini bukan punya kamu kan? Siapapun bisa masuk kesini. Begitu pun aku!". Kemudian berlalu meninggalkannya, nampak raut wajahnya menahan kesal. Akupun tertawa puas melihatnya.


Tanpa Ara sadari ternyata dibalik pilar bangunan kampus ada kak Irsyad yang sedari tadi melihat Mona, Dena dan Ara. Lagi-lagi Irsyad dibuat penasaran tentang kehidupan pribadi Ara.


"Sebenarnya ada apa ya dengan Ara, kenapa sudah beberapa kali ini aku mendengar hal yang janggal. Hah, tidak biasanya aku ikut campur urusan pribadi orang lain. Tapi lain cerita jika ini menyangkut Ara". Gumam Irsyad sambil berlalu menyusul Ara dari belakang.


"Dek. Mau kemana? Dicariin di lobby nggak ada ternyata kesini. Kalau nyasar gimana?". Teriak Irsyad sambil menghampiri Ara.


"Habisnya bosan, nungguinnya lama. Jadi aku keliling aja. Kalau nyasar ya tinggal tanya. Gimana kak udah selesai?" balas Ara.


"Sudah dong, pokoknya kamu tinggal masuk kuliah saja. Hidupmu aman kalau ada aku". Irsyad mulai menyombongkan diri.


"Iya iya. Ku akui, beruntungnya aku punya kakak seperti kak Irsyad yang ganteng ini". Ledek Ara.


Hanya kakak ya. Batin Irsyad.


"Oh iya. Ngomong-ngomong apasih yang buat kamu tertarik untuk masuk jurusan psikologi? Itu berat loh,memangnya kamu sanggup?". Irsyad penasaran.


"Yee, ngeremehin aku ya". Ara kesal.


"Nggak dek, cuman penasaran aja".


"Gimana ya, nggak ada alasan yang jelas sih. Cuman pengen tau aja. Gimana memperlajari tentang prilaku dan kepribadian manusia, terlebih lagi dalam menghadapi masalah dan selebihnya akan kugunakan ilmunya untuk bekerja nanti". Jelas Ara.


"Memangnya pribadi siapa yang mau kamu teliti? Sampai-sampai mau tau begitu,". Irsyad mulai mengorek informasi.

__ADS_1


"Pribadi kakak, biar tau kenapa orang ini bisa baik banget sama orang yang belum lama dia kenal!". Timpal Ara sambil tersenyum mengalihkan pembicaraan.


"Apasih kamu, memangnya salah ya kalau aku baik?".


"Ya nggak salah sih, cuman gimana kalau yang kakak baikin itu jahat misalnya. Bisa-bisa kakak dimamfaatkan loh".


"Nggak ko dek, aku baiknya cuman sama kamu aja". Goda Irsyad.


"Apaan sih, dasar om om ganjen". Teriak Ara menjauhi Irsyad. Dari kejauhan terlihat Sonya yang berjalan menghampiri mereka.


"Hei, maaf ya aku telat datangnya". Sapa Sonya.


"Bukan telat lagi non, sudah kesiangan banget malah". Jawab Ara.


"Ya maaf, karena tau udah keburu telat. Jadinya sesampainya tadi aku langsung mengurus administrasi baru deh keliling nyari kalian. Ternyata ada disini".


"Sudah belum sapa-sapanya, lapar nih. Cari makan yuk". Teriak kak Irsyad.


"Ayuk aku juga lapar nih". Sambung Sonya.


Mereka pun pergi di rumah makan yang tidak jauh dari area kampus. Sesampainya di rumah makan tersebut, mereka mulai memesan pesanan masing-masing.


"Ara pesan seperti biasanya?". Tanya Irsyad.


"Iya kak". Sahut Ara singkat.


"Mba pesan Crispy Chicken nya 2 sama Juice Alpukat susunya pakai susu putih ya 2, dan air mineral 1". Ucap Irsyad kepada pelayan. " Kalau kamu pesan apa Sonya, supaya sekalian dicatat mbanya". Tanya Irsyad memecah lamunan Sonya.


"Eh iya kak. Aku pesan spaghetti bolognese aja sama juice melon". Jawab Sonya singkat. "Wah, kak Irsyad ini sudah seperti orang yang kenal lama sama kamu ya Ra, sampai-sampai makanan kesukaan kamu aja dia tau tuh". Ledek Sonya padahal dalam hatinya ada sedikit rasa cemburu.


"Ya gimana nggak tau, kalau setiap makan kamu pesannya itu. Nggak bosen emang?". Sahut Irsyad.


"Ya nggak lah, suka malah".


"Ya sesekali pesan yang lain dong, emang nggak mau ngerasain makanan yang lain".


"Ya kan kalau mau, kalau nggak mau gimana?". Mereka pun mulai berdebat perihal makanan, Sonya merasa dicuekin.


"Ehem ehem, ada aku loh disini. Berasa jadi obat nyamuk deh, yang lagi bareng sama pasangan kasmaran". Sonya ketus sambil memalingkan wajah.


"Eh eh, cemburu nih yee. Jangan ngambek dong, cabat aku Sonya cuman satu dihati kok". Goda Ara sambil merangkul Sonya.


"Cieee, Sonya cemburu nih ye". Sambung kak Irsyad.


Makanan pun tiba, selanjutnya mereka makan. Disela-sela makan, tiba-tiba handphone Irsyad berdering. Terdengar suara seorang wanita disana. Setelah menerima telfon tersebut kak Irsyad bergegas memakan makanannya, setelah itu pamit.


"Sorry ya dek, kakak ada keperluan lain. Tadi kelupaan kalau ada janji juga sama teman kakak. Duluan balik ya, diselesaikan aja makannya sudah kakak bayar ko". Ucapnya buru-buru.


"Oh oke kak, nggak papa ko. Hati-hati ya". Sahut Sonya.


"Oh iya, Sonya bisa tolong titip anterin Ara balik kost ya. Sepertinya aku nggak akan sempat jemputin dia nanti".


"Aman kak, tadinya memang mau nginap dikost Ara juga". Balas Sonya.


"Oke sip, kakak balik ya". Ucapnya sambil berlalu ke parkiran.


"Makin nggak ada harapan deh aku Ra". Ucap sonya sambil mengusap keningnya.

__ADS_1


"Nggak ada harapan gimana? Kak Irsyad kan belum punya pacar, tenang aja. Cewek yang tadi telfon dia itu kan belum tentu pacarnya". Ucap Ara menenangkan Sonya.


"Bukan masalah cewek yang tadi, tapi cewek yang lain Ra".


"Hah? Emangnya ada? ".


"Ada, nih orangnya di sampingku. Mana nggak peka lagi orangnya. Heran ". Sonya mulai memijat keningnya.


"Ehehhe, jangan di ambil hati gitu lah. Aku cuman nganggap dia kakak kok, nggak lebih".


"Kamu deh, masih nggak peka sampai sekarang. Dia tuh suka sama kamu Ra, masih aja nggak ngerti nih anak". Ucapnya sambil menepuk jidat Ara.


"Ha??". Ara masih mencerna kata-kata Sonya. Yang dia anggap sikap Irsyad sewajarnya kepada sahabat atau kakak. Sehingga dia tidak pernah berfikiran kearah sana. Tapi bagaimana pun Ara tidak ada perasaan apapun kepada Irsyad.


"Oh iya, tau nggak tadi aku ketemu siapa?". Tanya Ara.


"Ya nggak tau, kan kamu belum kasi tau". sahut Sonya sambil mengaduk-aduk minumannya.


"Ketemu Mona lagi!". Sambil menepuk jidatnya.


"Sudah nasibmu mungkin, kemana pun selalu bertemu dia". Ledek Sonya sambil sedikit terkekeh.


"Iya mungkin ya".


Sementara itu di sebuah Cafe tempat Irsyad bertemu dengan temannya itu. Nampak disana sudah ada seorang wanita cantik berambut panjang agak pirang yang sedang menunggunya.


"Sorry ya, kamu nunggu lama". Sapa Irsyad kepada wanita itu.


"Iya nggak papa, untung kangen. Jadinya aku tungguin aja deh". Sahutnya sambil sedikit cemberut.


"Jangan cemberut begitu dong, ntar cantiknya hilang". Sambil mengelus pipinya.


"Irsyad, kita harus bicara". Ucap wanita itu dengan dana dan wajah sedikit serius.


"Iya bicara apa? Aku baru aja sampai, gimana kalau pesan makanan dulu. Kamu sudah makan?". Tanya Irsyad yang tidak mau terburu-buru.


"Ya udah kamu pesan saja dulu, aku pesanan seperti biasa aja".


Setelah memesan makanan, Irsyad mulai menatap wanita tersebut dengan wajah serius.


"Sambil nunggu makanan datang, sekarang ceritakan ada apa, kenapa wajah kamu serius begitu. Nggak kaya biasanya".


"Ini tentang mama, mama mau kita secepatnya tunangan Irsyad. Gimana ini?".


"Apa? Tunangan. Tapi kan kita ini cuman pacaran bohongan Leo, apa nggak terlalu jauh sampai tunangan". Irsyad mulai bingung.


"Aku juga bingung harus gimana, tapi bukannya bagus ya. Kalaupun kita bukan pasangan yang sesungguhnya tapi kita sudah cukup dekat kan. Kita sudah kenal cukup lama, sudah tau bagaimana keluarga masing-masing dan sudah saling mengenal satu sama lain".


"Tapi Leo, nggak semudah itu. Apalagi harus bicara mengenai pertunangan dengan tante Sandra". Irsyad mulai memijat keningnya.


Bersambung ~~


Hay Readers yang baik hati.


Jangan lupa Like, komen dan Votenya ya.


Terimakasih, salam sayang 😊❤

__ADS_1


__ADS_2