Bunga Untuk Zara

Bunga Untuk Zara
Chpt. 12 - Bekerja


__ADS_3

"Ada apa Lidya?". Tanya pria tersebut.


"Maaf pak, adik ini katanya dipanggil untuk interview lowongan kerja partime hari ini". Ucap Lidya menjelaskan kepada bosnya itu.


"Oh nggak papa, saya yang memanggilnya. Silahkan diurus ya Lidya. Saya tunggu di ruangan saya 10 menit lagi". Ucap pria itu lalu meninggalkan Lidya dan Ara.


"Bos ini membingungkan sekali tempo hari menginformasikan bahwa kami sudah tidak butuh partime. Haa ya sudahlah". Gumam Lidya . "Kalau begitu mari Ara. Saya tunjukkan ruangan untuk kamu interview". Ucap Lidya sambil menuju arah office butik tersebut.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Ara dipanggil untuk masuk kedalam ruangan tersebut. Didalam sana sudah ada pria yang tadi menunggunya.


"Silahkan duduk". Ucapnya sambil tersenyum, Ara menyambut senyumannya.


"Baiklah, jadi langsung saja. Apa kamu serius untuk bekerja sebagai pegawai partime di butik ini?". Tanya pria itu to the point.


"Iya pak, saya serius!". Sahut Ara antusias.


"Lalu apa motivasi kamu untuk bekerja?".


"Saya bekerja untuk biaya hidup saya di kota ini selama kuliah pak". Terang Ara dengan polosnya.


"Untuk biaya hidup saja? Biaya kuliah kamu bagaimana? Gaji sebagai pegawai partime tidak banyak loh".


"Saya kuliah di tanggung beasiswa pak". Jawab Ara.


"Oh Begitu. Sebenarnya kami tidak sedang mencari pekerja partime. Tapi melihat semangat kamu untuk bekerja itu membuat saya tersentuh. Jadi kamu saya terima sebagai pegawai partime yang penting tidak menggangu kuliahmu ?". Ucap pria itu seraya tersenyum dengan baiknya. Ara sedikit terpesona karena senyumannya itu, namun Ara mencoba menyadarkan dirinya. Bahwa yang dihadapannya itu calon bosnya.


"Maaf, maksudnya pak? Tapi saya mendapat nomor itu dari postingan yang saya baca". Ucap Ara sedikit kebingungan dan juga senang. Ara tidak tahu reaksi apa yang harus ditunjukkannya.


"Saya nggak tau, kamu mendapatkan nomor saya darimana. Tapi yang saya katakan tadi benar adanya". Ucap pria itu lagi.


Ara semakin bingung kemudian membuka ponselnya, dan segera mengecek nomor yang ada di postingan tersebut dengan nomor yang dia telfon semalam. Dan benar saja, salah satu angka di nomor tersebut ada yang berbeda. Ara langsung menepuk jidatnya dengan keras.


"Bodoh sekali kamu Ara, gimana bisa sampai seperti ini". Gumamnya.


"Apanya yang bagaimana?". Tanya pria itu.


"Ah, maafkan saya pak. Sepertinya saya yang salah, saya salah memencet nomor telfon sehingga akhirnya menelfon nomor bapak". Ucap Ara sambil tertunduk karena malu.


"Nggak papa, saya sudah menduganya sejak awal. Oleh karena itu saya tetap memanggilmu untuk datang hari ini. Karena saya rasa kamu benar serius ingin bekerja, jadi kapan kamu bisa mulai bekerja ?".


"Sungguh pak? Terimakasih , terimakasih banyak pak. Saya bisa bekerja mulai besok jika bapak nggak keberatan". Ucap Ara dengan senangnya.


"Baiklah, besok kamu datang jam 8 pagi menemui Lidya ya". Terang bos Ara. "Oh ya, sedari tadi kamu belum memperkenalkan diri".


"Maaf pak, perkenalkan nama saya Zara Mahyra, biasa dipanggil Ara. Saya baru lulus SMA, usia saya saat ini 17 tahun". Ucap Ara sambil tersenyum.


"Baik Ara, saya Rafy Zayn Wibowo. Selaku pemilik butik ini, selamat bergabung. Dan saya harap kamu bisa memberikan kontribusi terbaik kamu. Perihal gaji dan yang lainnya bisa kamu koordinasikan nanti dengan Lidya ya". Ucapnya sambil memperkenalkan dirinya juga.


"Baik pak, terimakasih bantuannya". Ucap Ara dengan senangnya.

__ADS_1


Hari itu Zara sangat bahagia. Sampai-sampai semua orang yang dia hampiri saat perjalanan pulang di berikannya senyuman dan sapaan.


Sesampainya di Kost, ternyata ada Irsyad yang sudah menunggu Ara di sana.


"Loh, kak Irsyad. Kapan datang? Kok nggak ada ngabarin dulu". Kata Ara sambil menghampiri Irsyad.


"Nggak papa dek, tiba-tiba saja jadi kangen sama kamu". Ucap Irsyad.


Ara menyadari ada yang berbeda dengan Irsyad saat ini. Namun dia tidak mau bertanya lebih jauh, jika Irsyad ingin bercerita maka dia akan menceritakan kepada Ara tanpa perlu dipaksa.


Kenapa wajahnya seperti baju belum disetrika begitu, kumal banget. Padahal aku kan mau berbagi kebahagiaan, tapi nanti saja lah. Nggak siap dengan reaksinya, sepertinya moodnya sedang nggak baik. Bain Ara.


"Kalau gitu ayo masuk dulu kak". Ajak Ara.


Beberapa menit kemudian ponsel Ara berdering, nampak di sana nama kak Leona yang muncul.


"Ada apa ya, kak Leona tiba-tiba menghubungi". Gumam Ara.


"Halo kak".


"Halo Ra, lagi sibuk?". Tanya Leona.


"Nggak kak, ini baru sampai di kost. Ada apa kak?". Tanya Ara.


"Nggak papa, kakak boleh mampir? Karena ini sedang di kota B , kebetulan urusan kerjaan sudah selesai".


Beberapa tahun terakhir Leona memang sedang mengakrabkan diri dengan adiknya Ara, tentunya tanpa sepengetahuan mamanya. Dia juga ingin merasakan berbagi dengan saudaranya, sehingga membuatnya melanggar peraturan yang telah dibuat mamanya sendiri.


"Kak, nanti ada kakak aku yang akan datang ke sini. Nggak masalah kan?". Tanya Ara.


"Nggak papa, yang penting kakak kamu nggak terganggu dengan kehadiranku". Ucap Irsyad.


"Nggak akan kak, dia santai aja kok. Cuman mampir sebentar". Singkat Ara.


"Oh iya Ra. Aku mau tanya sesuatu".


"Tanya apa kak?".


"Kamu, kok nggak pernah aku lihat jalan sama pacar atau dengan sama cowok begitu". Pertanyaan Irsyad membuat Ara tertawa, nggak biasanya dia bertanya hal yang seperti ini.


"Kakak ini, pertanyaannya aneh sekali. Nggak seperti biasanya, ada apa kak?".


"Ya nggak ada apa-apa sih, hanya bertanya memangnya nggak boleh?". Irsyad menjadi salah tingkah sambil menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal.


"Hhmm, gimana ya kak. Aku nggak tertarik tuh untuk menjalin hubungan. Buatku hubungan asmara itu seperti hal yang nggak penting". Jawab Ara dengan simplenya.


"Kenapa begitu?".


"Yaa, karena kalau itu penting. Kenapa masih banyak orang yang selingkuh dari pasangannya? Kenapa ada yang pernikahannya hancur lalu berpisah. Dan masih banyak lagi, jadi aku rasa hubungan asmara itu bukanlah hal yang utama dalam hidup". Terang Ara. Penjelasan Ara kali ini cukup membuat Irsyad mundur perlahan, karena dia rasa sia-sia jika mengungkapkan perasaannya kepada Ara yang tidak percaya akan hubungan asmara.

__ADS_1


"Oh begitu!".


"Kenapa kakak bertanya begitu?".


"Oh, nggak ada apa-apa kok. Kakak hanya terfikir aja untuk menjodohkan kamu dengan teman kakak. Tapi ternyata jawabanmu itu cukup membuatku tercengang, akhirnya nggak jadi deh". Ucap Irsyad sekenanya sambil sedikit terkekeh.


"Hih, sendirinya nggak punya pasangan tapi mau menjodohkan orang". Ledek Ara.


"Jangan putar balikkan fakta dong". Sambil menonyol bahu Ara "Oh iya, Kakak kamu masih lama nggak? Aku mau keluar sebentar beli jajanan".


"Sepertinya sekitar 10 menit lagi".


"Oh, kalau begitu aku keluar dulu ya dek. Katakan pada kakak mu, tunggu si ganteng ini ya siapa tau jodohnya". Bisiknya kepada Ara sambil tertawa kecil.


"Hih, dasar ganjen. Iya nanti akan ku sampaikan". Teriak Ara.


Beberapa menit kemudian Leona datang.


"Apa kabar ra?". Sapa Leona setelah bersalaman dan cium pipi kanan kiri dengan Ara.


"Baik, kakak sendiri gimana ? Mama gimana kabarnya?".


"Mama baik kok. Kalau aku rasanya kurang baik". Ucap Leona sambil merebahkan dirinya di kasur Ara.


"Kenapa kak?". Ara penasaran.


"Nggak papa , biasa urusan pekerjaan. Oh iya, kamu sudah makan belum? Kita pesan makanan lewat ojek online aja ya". Ujar Leona.


"Nggak usah kak, kebetulan tadi ada teman Ara yang mampir di sini. Dia keluar sebentar beli makanan, sepertinya sebentar lagi juga kembali". Jelas Ara.


"Oh, baguslah kalau gitu. Aku istirahat sebentar ya Ra". Leona sambil memejamkan matanya.


"Iya kak". Sembari Leona istirahat , Ara meninggalkannya sebentar untuk ke kamar kecil.


Beberapa menit kemudian, Irsyad datang. Ia mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada yang membukakan pintu, akhirnya Irsyad berinisiatif membuka pintu sendiri. Leona terkejut karena mendengar suara pintu dibuka, akhirnya dia terbangun dari kasur dan berjalan menuju pintu.


Disana sudah ada Irsyad yang berdiri sambil melepas alas kakinya. Leona nampak kaget melihat Irsyad ada didepan matanya terlebih lagi itu di kost Ara.


Irsyad juga terkejut melihat Leona ada di depannya saat ini. Mata mereka bertemu, berjuta pertanyaan kini ada di benak mereka berdua. Wajah Leona nampak kebingungan dan juga mulai berubah menjadi kesal.


Bersambung ~~


Hay readers.


Jangan lupa dukungan Like, Komen dan Votenya ya.


Author akan sangat berterimakasih untuk itu.


Salam sayang 😊❤

__ADS_1


__ADS_2