
Nampak Rafy memperhatikan wajah Ara yang sedikit bengkak dan area mata yang sembab.
Anak ini, terlambat karena macet atau karena habis menangis. Batin Rafy.
"Sudah nggak papa, sekarang kamu temui Lidya. Dia sudah menunggu daritadi". Ucap Rafy sambil tersenyum lalu meninggalkan Ara.
Baik sekali bosku ini, tanpa bertanya lagi. Dia memaafkanku begitu saja, padahal kan aku terlambat di hari pertamaku bekerja. Ara.
Setelah itu Ara pergi menemui Lidya, kemudian Lidya membantunya dalam menjelaskan apa saja job desk yang akan dia kerjakan sebagai pegawai partime. Begitu pula dengan kontrak kerjanya.
Setelah selesai training dan mengurus administrasi kepegawaian, Ara memulai pekerjaannya.
Di sela-sela Ara merapikan display baju, tiba-tiba ada yang menyapanya.
"Ara". Panggilnya.
"Eh, kak Leona. Sedang apa kak?". Sapa Ara.
"Lagi suntuk aja, jadi ambil cuti dan jalan-jalan. Kamu kerja di sini?".
"Iya kak, ini hari pertama aku kerja partime di sini". Sahut Ara.
"Oh, ya udah hati-hati ya kerjanya". Ucapnya sambil tersenyum.
"Oh iya kak, tadi pagi tante Sandra ke kost Ara". Nampak wajah Leona biasa saja saat Ara mengatakan itu.
"Oh ya? Untuk apa mama ke kost kamu?". Tanya Leona dengan ekspresi datar.
"Ya begitu lah kak, ngomong-ngomong kak Leona bertunangan sama kak Irsyad?". Tanya Ara sedikit ragu.
"Iya, tapi untuk acara peresmiannya belum sempat di adakan". Ucapnya sambil tersenyum kecut.
"Kalau begitu selamat ya kak, maaf Ara nggak tau. Maaf kalau pertemuan kita kemarin membuat kakak dengan kak Irsyad jadi salah faham".
"Nggak papa kok Ra, nggak ada kesalahfahaman. Terimakasih ucapannya ya, kalau begitu kamu lanjut saja kerjanya. Takutnya mengganggu".
"Iya kak". Leona pun berlalu meninggalkan Ara.
"Seperti dugaanku, mama akan mendatangi Ara. Mama is the best, baguslah sekarang dia tau bahwa aku bertunangan dengan Irsyad supaya dia bisa jaga jarak dan lebih sadar dengan posisinya itu". Gumam Leona.
Hari itu Ara pulang bekerja sedikit lebih lambat dari waktu yang seharusnya, di karenakan dia harus mempelajari juga sistem yang ada di butik tersebut.
Saat dia tengah siap-siap untuk pulang, tiba-tiba Rafy menghampirinya.
"Baru mau pulang?". Tanya Rafy.
__ADS_1
"Iya pak, baru selesai training dengan mba Lidya". Jawab Ara.
"Oh begitu, ada yang menjemput?".
"Saya naik angkutan umum pak".
"Bagaimana kalau Ikut saya saja". Ajaknya.
"Maaf pak, saya takut merepotkan".
"Nggak merepotkan kok, sekalian supaya saya tau tempat tinggal kamu juga". Ucapnya sambil tersenyum, Ara merasa tidak enak untuk menolaknya. Akhirnya dia pun mengiyakan untuk di antar pulang oleh Rafy bosnya.
Sesampainya di kost, Ara dibuat kaget karena barang-barang pribadinya beserta baju berserakan di depan kamar kost.
"Ada apa ini, siapa yang ngelakuin ini". Ucapnya sedikit panik sambil mengambil bajunya yang berserakan di lantai.
"Ini barang-barang kamu?". Tanya Rafy kebingungan.
"Iya pak, tapi saya nggak tau kenapa bisa di luar kamar begini".
"Heh, Kamu anak baru!. Pindahlah hari ini juga, kami nggak mau ada perusak hubungan orang yang tinggal di lingkungan ini". Terdengar suara seorang wanita, yang tidak lain adalah penghuni kost sebelah kamar Ara, namanya Cindy. Cindy dan teman-teman kostnya yang lain ternyata sudah di hasut oleh Sandra sehingga membuat mereka mengeluarkan seluruh barang-barang Ara dari kamarnya.
"Maaf kak, tapi saya dapat keringanan waktu dari bu Marni sampai tiga hari". Ucap Ara mencoba bersabar.
"Kami nggak bisa menunggu sampai tiga hari, kamu harus pindah hari ini juga". Ucapnya dengan suara sedikit keras.
"Saya nggak tau ya siapa kamu, mungkin kamu itu laki-laki incaran dia yang baru. Tapi sebaiknya bawa dia pergi dari sini, segera". Ucap Cindy lalu pergi meninggalkan mereka.
Ara terduduk di lantai sambil melihat semua pakaiannya.
"Aku harus kemana, bahkan mereka nggak kasih kesempatan untuk aku mencari tempat tinggal yang baru". Ucapnya sedih.
"Ara, biar saya bantu kamu. Ayo sementara kita bawa dulu barang-barang kamu ke mobil". Ucap Rafy.
"Maaf pak, tapi saya nggak mau merepotkan bapak lagi".
"Lagi lagi kamu merasa merepotkan, saya nggak mungkin meninggalkan kamu sendirian di sini. Ayo". Ajak Rafy sambil membawa sebagian barang milik Ara. Ara pun mengikutinya dengan sedikit terpaksa. Karena dia merasa sangat tidak enak terus merepotkan Rafy, bosnya itu.
Di dalam mobil saat semua barang sudah di masukkan ke dalam bagasi mobil.
Rafy melihat Ara yang sedang melamun, tatapannya kosong.
"Ara". Panggilnya.
"Eh. Iya pak. Ada apa". Tanya Ara yang sedikit terkejut karena tersadar dari lamunannya..
__ADS_1
"Maaf, saya bukan bermaksud untuk ikut campur urusan pribadi kamu. Tapi untuk saat ini, apa kamu punya tujuan akan bermalam dimana?". Tanya Rafy.
"Saya belum tau pak, saya masih belum terlalu hafal daerah di kota ini". Ucapnya sambil tertunduk mencoba menahan tangisnya.
"Begini saja, bagaimana jika untuk sementara kamu menginap di rumah saya. Besok kamu bisa mengambil ijin untuk mencari tempat tinggal baru". Rafy mencoba memberi Ara bantuan lagi.
"Tapi maaf pak, hari ini bapak terlalu banyak membantu saya. Saya jadi nggak enak".
"Saya hanya membantu karyawan saya, jangan sungkan".
"Saya bisa menyewa hotel pak untuk malam ini".
"Hotel? Bukannya kamu bekerja untuk biaya hidup kamu. Bagaimana bisa kamu menghabiskan uang untuk membayar sewa hotel. Jangan takut, saya nggak ada niat jahat kok, di rumah saya nanti kamar yang akan kamu tinggali terpisah bangunan dengan rumah saya. Jadi kamu nggak perlu khawatir jika saya akan berbuat macam-macam". Jelas Rafy.
"Maaf pak, saya bukan bermaksud begitu". Rafy terkekeh dengan ucapan Ara. "B-baiklah kalau gitu pak, terimakasih banyak untuk bantuannya. Semoga suatu saat saya bisa membalasnya". Ucap Ara sambil menangis, kini dia tidak tahan lagi.
"Lepaskan saja, jangan di tahan. Saya nggak akan bertanya apa-apa". Ucap Rafy memberi isyarat kepada Ara untuk menangis saja.
Ara semakin di buat sedih, dan kini dia menangis sesenggukan.
Terimakasih, terimakasih tuhan. Maafkan Ara yang kemarin bersedih karena merasa sendirian di sini. Tapi ternyata ada orang-orang baik di sekitar Ara, seharusnya Ara lebih banyak bersyukur Terimakasih tuhan. Batin Ara.
"Kamu sudah makan?".
"Eh, belum pak".
"Kalau begitu kita singgah sebentar di Restaurant teman saya ya, saya mau mengambil pesanan saya dulu". Ucap Rafy.
"Baik pak".
Sesampainya di Restaurant yang di maksud Rafy, dia pun meminta Ara menunggunya sebentar saat dia hendak mengambil makanan pesanan yang dia maksud.
Sembari menunggu, Ara tidak sengaja melihat sebuah Photo yang tergeletak di dashboard mobil Rafy. Photo Rafy dengan seorang wanita berambut panjang, dan . .
"Cantik, ini pasti pacarnya pak Rafy". Gumam Ara.
Bagaimana tidak, photo tersebut nampak sangat mesra di mata Ara. Wanita tersebut nampak memeluk Rafy dari belakang, dan di sana mereka terlihat sangat bahagia.
Seperti itu kah bahagianya jika memiliki pasangan, sepertinya mereka saling mencintai. Batin Ara
Bersambung ~~
Hay Readers ..
Jangan lupa Vote dan Likenya ya ..
__ADS_1
Terimakasih 😊