
“Memangnya ada apa dengan mama? Sepertinya beban sekali kamu bertemu mama?”. Dengan nada sedikit kesal Leona bertanya.
“Bukan begitu maksudku. Pokoknya ini bukan perihal yang bisa dengan mudah diputuskan Leona”. Sambung Irsyad.
“Ada orang yang kamu suka?”. Tanya Leona membuat mata Irsyad seketika membelalak.
Entahlah, aku juga nggak ngerti. Aku bukannya tidak mau menjalin hubungan dengan Leona, dia gadis yang baik, pintar dan cantik. Tidak ada alasan bagiku jika harus menolaknya, tapi entah kenapa, berada didekatnya tidak senyaman saat berada di dekat Ara. Apa aku menyukai Ara lebih dari sekedar sahabat atau adik ya. Tapi bagaimana dengan Leona, aku nggak mau menyakiti hatinya. Batin Irsyad.
“Berarti benar karena ada orang yang kamu sukai !”. Leona mulai cemburu dan wajahnya nampak sedih.
“A-apa ? Nggak kok, jangan berfikiran yang tidak-tidak. Ayo makan, makananmu sudah dingin”. Irsyad mulai mengalihkan pembicaraan.
“Aku nggak berfikiran yang tidak-tidak, tapi kenyataannya sepertinya begitu. Kamu terdiam saat ku tanya soal itu, berarti itu benar. Apa aku kurang baik untukmu Irsyad? Kita sudah berteman cukup lama. Dan terus terang aku sudah lama menyukaimu. Walaupun hubungan kita saat ini hanya pura-pura pacaran, tapi aku berharap suatu saat bisa menjadi hubungan serius nantinya”. Leona mulai menitikkan airmata.
“Maaf, aku nggak bermaksud membuatmu sedih. Kita bicarakan ini nanti ya, sekarang kamu makan makanan mu dulu”. Irsyad menenangkan Leona sambil duduk disampingnya.
“Sudahlah, aku pamit dulu. Nanti siang ada meeting dengan klien , jadi aku harus persiapkan semuanya. Ini karena kamu tiba-tiba ambil cuti satu hari ini. Mungkin itu juga ada hubungannya dengan orang yang kamu sukai!”. Tanpa mendengarkan penjelasan Irsyad, Leona langsung pergi begitu saja meninggalkannya dalam kebingungan.
“Gimana ini, apa benar yang dikatakan Leona ya. Aku jadi bingung, tapi bagaimana dengan Ara, kalau aku menyukai Ara apa dia juga suka padaku? Jelas-jelas dia menganggapku hanya kakak saja. Lalu bagaimana dengan Leona, kalau aku memutuskan hubungan ini. Bukan hanya hubungan persahabatanku saja yang akan berantakan, perusahaan juga akan jadi kacau. Kalau aku bisa saja bekerja secara profesional, tapi Leo aku tidak yakin. Haaaahhhhhh,, bila berhubungan dengan wanita memang rumit. Kenapa aku bisa terjebak dalam hubungan palsu ini ya”. Gumam Irsyad.
Karena bingung dengan masalah yang sedang di hadapinya sekarang, Irsyad mencoba untuk menghubungi sahabatnya Rafy. Setelah mengkonfirmasi keberadaan Rafy, ia lalu melajukan kendaraannya menuju kantornya. Sesampainya di KA Group ia segera ke Lobby, disana sudah ada sosok pria bertubuh ideal dan tampan , benar dia Rafy yang sedang menunggunya.
“Bro, apa kabar”. Sapa Rafy sambil bersalaman ala sahabat laki-laki.
“Kurang baik, lagi ada masalah nih aku”. Sambung Irsyad tanpa basa-basi".
“Masalah apa nih? Kantor ada apa?”.
“Bukan kantor, tapi pribadi”. Ia mulai memijat keningnya lagi.
__ADS_1
“Haha, tau nih. Pasti masalah cewek nih kan”. Ledek Rafy.
“Iya nih, gimana ya harusnya”. Irsyad pun menceritakan masalah yang ia hadapi.
“Bukan nyalahin sih bro, tapi dari awal seharusnya kamu nggak nerima hubungan palsu itu”. Rafy mulai memberi pendapatnya.
“Iya, baru sadar kalau yang ku lakukan itu salah. Saat itu ku iyakan saja, karena juga ada beberapa keuntungan buatku. Salah satunya perusahaan ayah Leona jadi kerja sama dengan perusahaan ku, ya meskipun saat ini Leona bekerjanya di kantorku. Tapi investasinya di perusahaanku cukup besar. Dan dia memang wanita yang baik, sangat ideal untuk dijadikan pasangan.” Sambil menghela nafas sebentar. “Tapi itu sebelum aku bertemu gadis ini”. Irsyad berhenti sejenak meminum minumannya, nampaknya ia kehausan sehabis cerita panjang lebar.
“Lalu kamu menyukai gadis itu?”. Tanya Rafy memastikan.
“belum tau pastinya, tapi kalau bersama dia, rasanya nyaman aja. Dengan pribadinya yang menyenangkan dan easy going. Jadi nggak boring kalau bareng dia”. Jelas Irsyad.
“Ya kalau begitu, selesaikan dulu masalahmu dengan Leona. Jelaskan padanya tentang hubungan kalian yang hanya sebatas perjanjian kerjasama itu. Jangan berlarut-larut, nantinya kamu akan semakin berat memikirkan solusinya. Kalau urusan perusahaan nantinya akan bagaimana, itu sudah menjadi resikomu bro. karena kamu sudah mengambil jalan itu sebelumnya”. Jelas Rafy.
“Baiklah, nanti akan ku fikirkan lagi bagaimana cara berbicara dengan Leo dan Pak Gunawan”.Jawab Irsyad Lesu.
“Sudah lah, masalah pasti ada solusinya. Tenang, selama ada abangmu ini, aku akan selalu membantumu”. Sambil merangkul Irsyad. Rafy memang lebih tua beberapa tahun dari Irsyad sehingga pemikirannya sedikit lebih dewasa. Jika ada masalah Rafy memang selalu dating padanya untuk meminta solusi. Bahkan kedekatan mereka sampai dianggap mereka bersaudara.
"Kamu habis darimana saja? Kenapa telfon ibu nggak diangkat?". Tanya ibu Irsyad dengan wajah kesal.
"Ah ibu telfon ya, maaf aku nggak dengar mungkin tadi dalam perjalanan pulang". Sahut Irsyad lemas.
"Kamu sedang ada masalah apa dengan Leona?".
"Leona? Ng-nggak ada apa-apa ko bu".
"Lalu, kenapa dia datang kemari. Dengan wajah murung begitu. Saat ibu tanya, dia hanya bilang ingin bertemu ibu sebentar karena kangen. Tapi wajahnya nggak mengatakan seperti itu".
"Mungkin dia hanya lelah bu".
__ADS_1
"Pokoknya jangan sampai kamu dengan Leona berantem ya, ibu nggak mau retaknya hubungan kalian akan berdampak kepada perusahaan. Apa kamu tidak ingat bahwa perusahaan itu dirintis oleh ayahmu dari nol. Sampai saat ini kamu bisa menikmati semua berkat mendiang ayahmu. Jangan sampai kamu mengecewakan ayah!". Ucap Ibu Irsyad tegas.
"Aku capek bu, mau istirahat dulu". Irsyad kemudian meninggalkan ibunya yang tampak masih ingin melanjutkan bicaranya.
Jadi dia langsung menemui ibu ya, untuk meyakinkan bahwa hubungan ini nggak bisa diselesaikan begitu saja. Batin Irsyad.
Sementara itu dirumah Leona.
“Ma, sepertinya aku dan Irsyad nggak akan berlanjut”. Leona Nampak Lesu membuka pembicaraan dengan mamanya di meja makan.
“Ada apa ? Bukannya kalian juga sudah kenal cukup lama”. Sahut Mama Leona sambil mengupas Buah Apel.
“Iya, tapi sepertinya dia menyukai wanita lain. Saat aku pura-pura bicara soal pertunangan dengannya. Dia tampak cemas”. Sambung Leona.
“Wanita lain? Kamu sudah yakin?”.
“belum tau ma, tapi sepertinya begitu”.
“Kalau begitu, pastikan lebih dulu. Jika benar seperti itu. Maka singkirkan wanita itu, jangan sampai Irsyad bisa bersama wanita itu”. Ucap mama Leona sambil meletakkan pisaunya saat belum selesai mengupas Apel. “Anak mama harus mendapatkan apa yang dia inginkan. Tidak boleh ada yang merebut milik anak mama yang cantik ini!”. Sambungnya sambil memeluk putrinya itu.
"Tapi ma, tadi sebelum pulang kerumah aku sempat mampir ke rumah Irsyad. Sekedar memperlihatkan keadaanku saja, supaya Ibu Fatma nanti akan meyakinkan Irsyad lagi bahwa hubungan ini bukan hanya sekedar perjanjian saja. Tidak mudah untuk lepas dari perjanjian ini". Jelas Leona.
"Bagus, kamu sudah mengambil langkah yang tepat. Anak mama memang pintar!. Bu Fatma nggak mungkin akan membiarkan Irsyad memutuskan hubungannya denganmu dia pasti akan berusaha agar perusahaan Papamu tetap bekerja sama dengan perusahaan Irsyad". Ucap Sandra dengan penuh keyakinan.
Bersambung ~~
Hay Readers,,
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, komen dan Votenya.
__ADS_1
Salam sayang 😊❤