
Adinda mengangguk sambil menghapus air matanya. Adinda sangat beruntung Aurel datang untuknya. Sekarang dia masih mempunyai Aurel. Tapi tak selamanya Adinda akan membuat Aurel terbebani dengan diri nya.
"Nonton drakor yuk. Udah jangan nangis lagi" kata Aurel sambil tersenyum.
"Mau nonton drakor yang mana?" tanya Adinda sambil mencari di laptop nya.
Adinda tidak akan memasang wajah datarnya ke Aurel. Karena Aurel telah menembus tembok yang dia buat.
"Ini aja" kata Aurel.
Mereka pun menonton sampai tengah malam. Aurel dan Adinda memutuskan untuk tidur karena sudah mengantuk.
"Ayo tidur" ajak Aurel.
Dan setelah itu mereka memasuki alam mimpi. Adinda terbangun dari tidurnya jam 3 pagi. Nafasnya memburu dengan degupan jantung yang cepat. Adinda mimpi buruk lagi. Keringat bercucuran dengan sangat deras. Membasahi wajahnya yang cantik.
Adinda melihat Aurel yang masih tertidur dengan nyenyak di sampingnya. Ia pun memutuskan pergi ke balkon kamarnya. Saat di balkon Adinda menghirup udara malam yang dingin.
Tiba-tiba ada yang memukul bahu Adinda yang ternyata Aurel. Adinda melihat Aurel yang masih mengantuk. Aurel masih menutup sebagian matanya. Dan mulai mengucek-ngucek matanya. Memaksakan mata itu terbuka sepenuhnya.
__ADS_1
"Kenapa nggak tidur?" tanya Aurel sambil mengucek ngucek matanya.
"Gak bisa tidur" kata Adinda menatap bintang.
"Kenapa?" tanya Aurel menatap Adinda yang merasakan hembusan angin malam.
"Mimpi buruk" balas Adinda.
Setelah itu hanya ada keheningan. Sunyi dan damai tidak ada suara yang berisik seperti saat sudah pagi. Aurel juga ikut merasakan yang dilakukan Adinda. Membiarkan angin menghapus wajah mereka secara perlahan.
"Lo sering seperti ini?" tanya Aurel dengan menaikan alis nya.
Yang dibalas anggukan oleh Adinda. Aurel tahu begitu tertekan nya Adinda sampai dia tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Aurel menatap kagum Adinda yang begitu kuat. Aurel berpikir mungkin jika dia menjadi Adinda dia tidak akan kuat seperti Adinda. Adinda kembali memecahkan lamunan Aurel.
"Bintang itu adalah bintang kesukaan gue" lanjut Adinda.
"Gue gak pernah mengamati bintang seperti ini ternyata ini sangat menyenangkan" kata Aurel melihat bintang yang ditunjuk Adinda.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Pagi ini Al datang ke rumah Adinda bersama teman nya ingin mengajak Adinda lari pagi. Sekarang mereka lagi duduk di ruang tamu menunggu Aurel dan Adinda. Kalau Salsa akan datang sebentar lagi. Melihat Adinda dan Aurel turun pun mereka langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Ayo" ajak Aurel.
Mereka pun keluar dari rumah Adinda. Saat mereka baru mau berangkat Salsa pun datang dengan tergesa-gesa.
"Gue telat yah?" tanya Salsa.
"Enggak" kata mereka serempak kecuali Adinda.
Setelah itu mereka lari pagi. Saat di dekat lapangan basket yang ada di komplek rumah Al mereka berhenti untuk istirahat. mereka duduk di bangku yang tersedia untuk mengatur nafas.
"Main basket yuk" ajak Leon.
"Yuk. Kita bagi kelompok nya" kata Dino bersemangat.
"Kita kan 7 orang jadi siapa yang gak ikut?" tanya Al.
"Gue aja" kata Aurel.
__ADS_1
Aurel memilih tidak ikut karena dia tidak pandai bermain basket. Mereka pun memilih kelompok masing-masing. Kelompok Al terdiri dari Salsa dan Dino. Sedangkan kelompok Adinda terdiri dari Leon dan Doni. Mereka suit untuk menentukan siapa yang memegang bola nya.
TBC~