Bunga Yang Kesepian

Bunga Yang Kesepian
chapter 6-2


__ADS_3

Aurel benar-benar emosi dengan kata-kata yang di ucapkan oleh papa Adinda. Padahal anak nya lagi sakit tapi dia sebagai orang tua nya tidak perduli sama sekali. Adinda kembali masuk ke dalam ruangan Adinda. Aurel menatap sendu kearah sahabat nya itu. Dia sedih melihat orang tua Adinda yang tidak perduli dengan nya sama sekali saat Adinda dalam ke adaan seperti ini.


"Kalian udah makan?" tanya Aurel yang di jawab anggukan dari Salsa dan juga Al.


Al terus menatap Adinda dengan tatapan sendu. Sedangkan Salsa terus mengelus tangan Adinda. Mungkin Adinda sangat nyaman dengan dunia mimpi nya sampai-sampai dia tidak mau untuk kembali ke dalam dunia nyata. Tiba-tiba dokter yuda datang untuk memeriksa Adinda.


Setelah itu dokter yuda memberikan Hp milik Adinda kepada Aurel. Sesudah kepergian dokter yuda ruangan kembali hening. Sampai pada akhir nya Al memecahkan keheningan diantara mereka bertiga.


"Kalian pulang aja biar gue yang jaga Adinda. Kita gantian menjaga Adinda. Nanti gue suruh juga teman-teman gue" perintah Al yang di anggukin setuju oleh mereka berdua.


Mereka pun permisi pulang. Malam ini jadwal Al menjaga Adinda. Besok giliran teman-teman mereka. Hari semakin malam Al memutuskan tidur di sofa karena dia besok akan sekolah. Hari terus berganti tapi Adinda tidak kunjung bangun juga. Ini juga sudah hari kelima Adinda belum sadar kan diri.

__ADS_1


Mereka terus bergantian menjaga Adinda. Sampai pada hari keenam Adinda mulai membuka mata nya. Dengan cepat mereka memanggil dokter yuda untuk memeriksa keadaan Adinda. Mereka sangat senang melihat Adinda sudah kembali membuka mata nya. Setelah dokter yuda pergi mereka menghampiri Adinda. Adinda hanya diam saat dia mulai siuman tadi sampai sekarang.


"Din mau makan?" tanya Al.


"Atau mau minum?" tanya Aurel.


"Minum" kata Adinda dengan suara yang serak.


🍁🍁🍁


Kini Adinda sudah diperbolehkan untuk pulang. Aurel sedang menyusun baju Adinda. Setelah itu koper Adinda di bawa bik yati ke mobil. Salsa dan Aurel pun membantu Adinda duduk di kursi roda.

__ADS_1


"Pelan-pelan" kata Salsa sambil memegangi Adinda.


Mereka pun mendorong Adinda menuju mobilnya yang sudah ada Al dan Bik yati yang menunggu. Kalau Aurel dan Salsa akan naik mobil Leon bersama the twins. Al pun menggendong Adinda masuk ke dalam mobil. Setelah itu mereka langsung pergi menuju rumah Adinda. Bahkan sampai Adinda pulang orang tuanya sama sekali tidak ada niat untuk menjenguknya.


Saat di dalam mobil hanya ada keheningan. Al yang fokus menyetir sedangkan Adinda sibuk dengan pikirannya sambil melihat kearah luar. kalau bik yati berada di mobil Leon. Mereka sengaja membiarkan Adinda dan Al berdua. Al sesekali melihat ke arah Adinda. Mereka pun sampai di rumah Adinda. Al kembali menggendong Adinda menuju sofa ruang tamu. Sebenarnya Adinda tidak enak merepoti. Tapi dia tidak bisa melawan Al yang keras kepala dengan keadaan yang lagi lemah.


"Mau minum apa?" tanya bik yati.


"Es aja bik" kata mereka


TBC~~

__ADS_1


__ADS_2