Bunga Yang Kesepian

Bunga Yang Kesepian
chapter 9-2


__ADS_3

Mereka pun berpindah posisi. Adinda lagi kacau dia takut jika dia yang membawa mobilnya mereka akan celaka. Saat di jalan pulang Adinda hanya diam. Dia hanya melihat ke arah luar jendela sambil melamun. Aurel sesekali melihat Adinda yang termenung. Dia tidak habis pikir dengan orang yang selalu menyakiti Adinda.


Aurel pun membawa mobil dengan sedikit kencang. Sesampainya di rumah Adinda mereka langsung turun dari mobil. tiba-tiba Aurel mendapat telepon. Orang itu memberi tau bahwa Mama Aurel sedang sakit. Sebelum pulang dia berbicara kepada Adinda.


"Gue pulang dulu ya. Mama gue lagi sakit. Lo jangan sedih lagi, maaf gue nggak bisa nemenin lo di sini" kata Aurel dengan lembut.


"Gak apa-apa rel, gue baik-baik aja" kata Adinda dengan senyum yang di paksa kan.


Gue tau lo gak baik-baik aja din-kata Aurel dalam hati.

__ADS_1


Setelah Aurel pulang Adinda segera masuk ke dalam kamarnya. Saat sampai di kamar Adinda baru ingat dia belum menjemput Kesya. Dengan cepat dia membawa mobil nya menuju sekolah Kesya. Sesampainya di sekolah, sekolah itu sudah sepi. Tidak ada orang sama sekali. Adinda benar-benar bingung harus mencari Kesya ke mana. Adinda melihat ada satpam yang keluar dia langsung bertanya.


"Pak nampak adek saya ini gak?" tanya Adinda sambil menunjukkan foto nya.


"Tadi udah pulang di jemput sama cowok" kata satpam itu.


Adinda benar-benar sudah pasrah. Dia tidak tau harus bagaimana. Dia ingin melapor atas anak hilang tapi ia urungkan. Dia ingin mengecek di rumahnya dulu. Sesampainya di rumah Adinda langsung mencari Kesya. Dan ternyata anak itu sudah tidur dengan nyenyak. Adinda bernafas lega karena kesya tidak apa-apa. Kini pikirannya Adinda kembali lagi ke Al dan juga Salsa. Sebenarnya sedari tadi Al dan Salsa terus saja mengirim pesan kepada Adinda.


Malam ini Adinda sudah siap untuk ke rumah sakit. Kesya juga akan ikut dengannya. Meski pikiran nya sedikit kacau dia tidak akan lengah untuk mengendarai mobil. Adinda dan Kesya pun langsung menuju ke bawah. Saat di bawah dia melihat papanya yang sedang berduaan dengan seorang wanita. Adinda menatap tak suka ke arah mereka. Saat mereka akan keluar wanita itu pun memanggil Adinda.

__ADS_1


"Mau ke mana nak Adinda" kata wanita itu berpura-pura manis.


"Bukan urusan Anda" kata Adinda menatap sinis wanita itu.


"Adinda jaga bicara kamu" kata Deri Papa Adinda.


"Bela saja wanita perusak rumah tangga ini" kata Adinda berlalu pergi bersama Kesya.


Adinda benar-benar tak suka dengan papanya yang kasar. Kini Adinda kembali kacau. Dia berusaha tetap fokus kepada jalan. Jika dia hanya sendiri dia tidak peduli sama sekali. Tapi dia membawa Kesya. Sesampainya di rumah sakit dia langsung menuju ruangan Mama Aurel. Adinda melihat Aurel sedang menyuapi mamanya makan. Adinda tersenyum melihat itu.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2