Bunga Yang Kesepian

Bunga Yang Kesepian
chapter 6-5


__ADS_3

Salsa pun tertawa dengan sangat keras. Menertawakan Clara yang ke pedean tingkat dewa. setelah puas tertawa Salsa bicara dengan sangat pedas yang membuat Clara kesal.


"Ngaca dulu mbak, di rumah gak ada kaca apa? Kalau gak ada biar gue beliin yang paling besar biar sadar diri dulu. Cantik? Bedak tembal nya 5 cm aja bangga" kata Salsa.


"Nyatanya gue memang cantik. Iri aja bilang" kata Clara dengan pede nya.


"Ngapain juga iri sama topeng monyet" kata Salsa.


"Udah gak usah di tanggapin. Buang-buang waktu" kata Aurel dan mereka pun pergi dari sana.


"Awas aja kalian" kata Clara kesal.


Saat di parkiran Al sedang menunggu Adinda. Adinda ingin mengambil motor nya. Tapi Al menghentikan pergerakan nya. Dan mulai bertanya kepada diri nya.


"Din kalau nembak cewek bagusan pakai bunga atau boneka?" tanya Al.


"Bunga karena sih lebih romantis, tapi boneka untuk cewek yang masih kekanak-kanakan" usul Adinda.


Sebenarnya ada rasa sesak di dada Adinda. Dia bertanya-tanya siapa cewek yang akan ditembak Al? Apakah dia? Tapi menurut nya tidak mungkin diri nya.


Kok nyesek gini yah-kata Adinda dalam hati.

__ADS_1


"Oke. Makasih yah" kata Al setelah itu akan ke toko bunga.


"Gue duluan yah" kata Adinda sambil pergi dari area sekolah.


"Oke gue juga mau beli bunga dan boneka" kata Al lalu melesat ke toko bunga.


Saat sampai di toko bunga Al langsung memilih milih bunga dan juga boneka. Banyak sekali pujian untuk Al karena ketampanannya. Karena Al bingung memilih dia pun meminta bantuan dari penjaga toko di sini.


"Mbak bisa cari kan saya bunga dan boneka yang bagus" pinta Al.


"Untuk pacar mas?" tanya mbak toko.


"Tunggu sebentar yah" kata mbak itu sambil memilih bunga dan boneka nya.


Setelah itu Al membayar barang yang telah dipilih. Ada boneka berukuran sedang berwarna putih dan bunga mawar merah. Al langsung menuju danau yang akan dijadikannya tempat untuk menyatakan perasaannya. Di sana sudah ada teman Al dan juga Adinda. Mereka langsung menghiasi danau ini dengan sangat romantis. Setelah selesai Salsa segera menelpon Adinda untuk segera ke danau.


"Ayo kita sembunyi. Semangat" kata Leon dan mereka sembunyi.


Sesampainya di danau banyak bunga mawar yang ditabur di jalan yang dia lewati. Adinda begitu kagum dengan tempat yang sangat indah ini. Adinda mencari Salsa dan Aurel tapi dia hanya menemukan meja yang dihiasi lilin yang menyala. Al pun muncul yang membuat Adinda bingung. Al menggandeng tangan Adinda menuju meja yang sudah di siapkan. Saat sampai di meja Al menarikan bangku yang akan diduduki oleh Adinda. Al pun juga ikut duduk di hadapan Adinda.


Adinda yang melihat Al pun terheran. Sebelum menyatakan perasaan nya Al menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya dan menghembuskan secara perlahan. Setelah itu ia meraih tangan Adinda mengelus nya dan mulai berbicara. Adinda hanya bingung apa yang akan dikatakan Al kepadanya dengan tempat yang begitu romantis seperti ini. Dia masih melihat Al yang terus mengelus tangannya.

__ADS_1


"Adinda Putri sejak saat itu saat dimana pertama kali kita ditemukan gue mulai mencintai lo. Gue tidak tau alasannya karena dengan sendirinya cinta ini tumbuh, jadi hari ini di danau ini gue ingin menyatakan perasaan gue" kata Al lalu menarik nafas nya.


"Will you be mine?" tanya Al dengan menaikan alis nya.


Tanpa sadar Adinda mengangguk sendirinya. Al begitu senang atas jawaban dari Adinda. Semua teman mereka keluar dari tempat persembunyian nya memberikan ucapan selamat dan meminta PJ (pajak jadian). Adinda tidak menyangka Al akan menyatakan perasaannya dengan dirinya. Adinda juga suka dan nyaman dengan Al. Mungkin saat nya Adinda merasakan yang nama nya cinta.


Al pun teriak kesenangan. Karena dia beneran jadian dengan Adinda. Adinda yang melihat Al begitu bahagia pun juga ikut tersenyum. Kini Al dan Adinda pun menjadi sepasang kekasih. Hari sudah semakin sore Al pun mengajak Adinda untuk pulang. Saat di jalan hanya ada keheningan di antara mereka. Mereka pun sampai di rumah Adinda.


"Terima kasih telah menerima gue sebagai kekasih lo" kata Al menatap Adinda.


"Iya. Yaudah pulang sana udah sore" kata Adinda.


"Iya ini juga mau pulang" kata Al sambil memasang helm nya.


"Dah Al hati-hati" kata Adinda sambil melambikan tangan nya.


Di balik helmnya Al tersenyum sangat manis. Hari ini dia begitu bahagia karena Adinda sudah menjadi miliknya. Begitu juga dengan Adinda. Sekarang Adinda sedang tidur di tempat tidurnya sambil melihat langit-langit kamarnya membayangkan kejadian di danau tadi. Kini senyum Adinda yang menghilang telah kembali lagi. Adinda mulai menjadi dirinya yang dulu tapi tidak akan seutuhnya.


TBC~~


uuu gak terasa udah sejauh ini cerita nya. Salam manis dari Author:)

__ADS_1


__ADS_2