
Setelah selesai mereka berdua pun turun ke bawah dan ternyata ada orang tua Adinda yang sedang sarapan bersama. Tapi dalam suasana yang sangat dingin. Adinda tidak ada niat untuk sarapan bersama kedua orang tuanya. Dia langsung keluar bersama Kesya saat di luar tiba-tiba Al datang dengan mobilnya. Adinda bingung karena Al membawa mobil nya. Karena setau Adinda, Al lebih suka dengan motornya dibandingkan mobil nya.
"Good morning flowers" sapa Al.
"Pagi juga Al. Tumben bawa mobil" kata Adinda heran.
"Gue nggak mau lo kena debu dan asap. Itu siapa?" tanya Al.
"Kesya anak yang gue temuin di taman" kata Adinda melihat kesya.
"Yaudah ayo masuk" suruh Al.
"Kita singgah sebentar ke cafe AP'A" kata Adinda.
Saat di dalam mobil tidak ada yang berbicara sama sekali entah karena Al yang sibuk menyetir dan Adinda juga Kesya yang sibuk melihat keluar jendela. Sampai pada akhirnya Adinda memecahkan keheningan diantara mereka bertiga.
"Kesya nanti sama bang Rian kalau mau minta sesuatu minta aja jangan diam aja ya" suruh Adinda ke Kesya.
"Iya kak" balas kesya sambil tersenyum.
Sesampainya di cafe Adinda langsung membawa Keysa kepada Rian. Setelah itu Adinda menyuruh Rian menjaga kesya dia pun pergi ke sekolah bersama Al. Sesampai nya di sekolah banyak yang sedang membicarakan hubungan antara Al dan juga Adinda. Banyak dari mereka yang iri karena mereka juga ingin di posisi salah satunya mau itu cewek atau pun cowok.
Setelah memarkirkan mobil Al turun duluan untuk membukakan pintu Adinda dan setelah itu pintu kembali di tutup oleh Al. Mereka pun berjalan bersama menuju kelas. Al mengikuti Adinda ke kelasnya.
"Lo kok ngikutin gue" kata Adinda.
"Gue mau nganterin lo sampai kelas dengan selamat" kata Al dengan memasang wajah polos.
"Paan sih mukanya" kata Adinda sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yaudah gue ke kelas dulu ya" kata Al dan setelah itu pergi menuju kelas nya.
Di dalam kelas sudah ada Aurel dan juga Salsa yang sedari tadi memperhati kan Adinda sambil senyum-senyum nggak jelas. Saat Adinda masuk ke dalam kelas kedua sahabatnya masih senyum-senyum sambil melihat ke arah Adinda.
"Paan sih" kata Adinda merasa aneh melihat mereka berdua.
"Jangan lupa PJ nya" kata Salsa.
"Minta aja sama Al" suruh Adinda
Saat Salsa ingin membalas perkataan Adinda bel masuk pun berbunyi. Ini hari Pak Botak masuk. Adinda sangat malas mendengarkan pelajaran. Dia memilih untuk permisi ke kamar mandi tapi bukannya belok ke kamar mandi malah pergi ke kantin. Adinda memang tidak kebelet dia hanya ingin ke kantin untuk mengisi perutnya. Lagi pula membosankan mendengarkan ocehan pak botak.
"Bu pesan es teh sama bakso satu" teriak Adinda karena masih tidak ada orang teriakan Adinda di dengar oleh ibu kantin.
Setelah menunggu 5 menit makanan pun datang. Adinda memakan makanan nya. Saat asik makan Al pun lewat. Karena melihat Adinda di kantin dia pun singgah ke kantin. Adinda yang menyadari keberadaan Al pun langsung meminta agar Al tidak menghukumnya
"Hukum gak ya?" kata Al sambil pura-pura berpikir.
"Jangan dong" kata Adinda masih terus memakan baksonya.
"Iya enggak akan gue hukum. Tapi ada syarat nya" kata Al sambil senyum-senyum.
Adinda mengangkat alis nya memberi kan isyarat pertanyaan 'paan'. Al pun menyuruh Adinda kembali ke kelas nya. Sebenarnya Adinda sangat malas mendengarkan ocehan pak botak. Adinda langsung menuju kelas nya atas perintah dari Al setelah menghabis kan bakso nya. Sebelum pergi Al mengacak-ngacak rambut Adinda. Setelah kembali Adinda di cermin oleh pak botak yang membuat Adinda mengantuk karena katanya 'seperti di dongengin'.
Setelah itu bel istirahat berbunyi. Mereka bertiga pun langsung menuju kantin. Sesampai nya di kantin mereka heboh dikasih PJ sama Al. Aurel dan Salsa yang mendengar itu langsung pergi untuk memesan makanan yang mereka inginkan masing-masing. Adinda hanya menggelengkan kepalanya atas perilaku sahabat nya. Tiba-tiba ada pengumuman dari kantor.
"Pengumuman. Untuk anak kelas X dan XI mulai besok kalian sudah bisa libur karena anak kelas XII akan melaksanakan ujian. kalian libur selama 2 minggu"
Setelah itu semua kembali dalam kegiatan masing-masing. Mereka merasa senang akan libur selama 2 minggu. Terutama Salsa. Bel masuk pun berbunyi. Adinda langsung menuju kelas bersama Aurel dan Salsa. Saat Adinda sudah duduk di bangkunya ada pesan masuk.
__ADS_1
?:
Permainan akan di mulai.
Teroran itu lagi. Adinda takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Aurel yang menyadari perubahan raut wajah Adinda pun bertanya.
"Siapa? kok lo kayak ketakutan?" tanya Aurel.
Adinda pun menunjukkan pesan itu ke Aurel. Aurel bingung maksud dari 'permainan'. Adinda tau dia ditatap dengan suruh jelasin.
"Ini orang yang selalu neror gue. Dia yang juga buat gue kecelakaan" kata Adinda.
Aurel pun mengerti. Maksud dari permainan adalah dia akan membuat hidup Adinda menderita. Aurel akan cari tau tentang ini. Dia tidak akan membiarkan Adinda terluka. Guru pun masuk untuk memulai pelajaran. Semuanya sibuk mendengarkan penjelasan kecuali Adinda. Dia malah sibuk dengan HP nya. Guru yang menyadari itu pun langsung mendatangi meja Adinda.
Aurel yang menyadari Pak Wahyu akan kemari pun mengguncang badan Adinda. Adinda yang di usik mendecak kesal dengan Aurel. Tiba-tiba Pak Wahyu sudah di meja mereka.
"Ehmm. Lagi ngapain sih?" tanya pak wahyu.
"Main HP lah" kata Adinda belum menyadari.
Baru saja Adinda ingin memainkan HP nya lagi dia mulai sadar bahwa sekarang Pak Wahyu sudah ada di mejanya. Adinda pun tersenyum kikuk ke arah Pak Wahyu.
"Keluar kamu dari kelas ini. Saat saya masuk mengajar jangan pernah masuk" suruh Pak Wahyu.
"Siap pak saya enggak akan pernah masuk saat bapak mengajar di kelas ini" kata Adinda dan keluar dari kelas itu.
TBC~
selamat membaca.
__ADS_1