
...||Aku kira kamu datang untuk selalu membuat senyum ini tetap utuh tapi aku salah. Kamu datang hanya untuk menambah luka ini||...
Pagi ini mereka sarapan bersama. Di ruang makan hanya ada tawa dari mereka bertiga. Adinda sangat beruntung meski dia tidak pernah merasakan kehangatan keluarga tapi dia bisa merasakan kehangatan sahabat nya. Setelah selesai sarapan Adinda mengantar Kesya ke sekolah. Sehabis mengantar Kesya Mereka menonton TV bersama. Pagi ini Adinda belum ada melihat orang tuanya. Ia memutus kan bertanya kepada bik Yati.
"Bik mereka mana?" tanya Adinda.
"Masih tidur non" kata bik Yati yang dibalas anggukan oleh Adinda.
Siang ini Adinda ingin ke Cafe karena hari ini dia tidak ada jadwal apa pun. Aurel pun ikut dia juga sedang tidak ada kegiatan. Mereka segera bersiap-siap untuk ke Cafe. Adinda membawa mobilnya karena Aurel ikut dengan nya. Adinda mengendarai mobilnya dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu 5 menit mereka telah sampai di cafe.
"Gila kenceng banget bawa mobil nya. Mau bunuh orang bilang din" kata Aurel kesal.
__ADS_1
Adinda terkekeh kecil melihat Aurel yang sudah pucat. Bahkan menurut Adinda dia membawa mobilnya begitu santai. Jadi gimana lagi kalau cepat? Mereka pun masuk ke dalam Cafe memilih tempat duduk yang paling pojok. Mereka memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang Adinda membuka Instagram. Ia menemukan Al yang sedang berfoto bersama Salsa sahabat nya. Ini baru di posting karena baru 10 menit yang lalu. Adinda tau tempat ini di mana. Dia langsung mengedar kan penglihatan nya ke segala penjuru.
"Ada apa din?" tanya Aurel bingung.
Adinda tidak menjawab Aurel dan masih terus mencari. Saat ia menemukan orang yang dicarinya Adinda langsung menghampiri meja Al dan juga Salsa. Aurel pun yang bingung juga mengikuti Adinda dari belakang. Betapa terkejutnya Adinda dengan kelakuan sahabat dan juga pacarnya sendiri. Adinda datang langsung menepuk tangannya.
"Ohh jadi ini kelakuan kalian saat di belakang ku" kata Adinda sambil menatap sinis ke arah Al dan juga Salsa.
"Maaf din. Kami udah saling mencintai" kata Salsa sambil menunduk.
Aurel tidak menyangka kepada Salsa sahabat mereka. Adinda pun tersenyum hambar, dia benar-benar tidak menyangka sahabatnya sendiri akan menghianati nya. Kini semua orang menatap jijik kearah Salsa sambil berbisik-bisik.
"Selamat telah menghianati gue. Dan terima kasih atas luka nya" kata Adinda.
__ADS_1
Setelah itu Adinda keluar dari Cafe menuju mobil nya. Sebelum Aurel keluar dia berbicara kepada Salsa.
"Gue bener nggak nyangka sama lo sa. Jangan pernah usik dan ganggu gue sama Adinda" kata Aurel setelah itu menyusul Adinda ke mobil.
Aurel menatap sedih ke arah Adinda dia berpikir mengapa semua kebahagiaan sahabat nya ini selalu di renggut. Dia masih tidak menyangka dengan Salsa. Setelah mereka melayang dengan pikiran masing-masing Adinda memecahkan sebuah ke heningan.
"Rel lo aja yang bawa mobil nya" suruh Adinda yang dibalas anggukan dari Aurel.
TBC~
ikutin terus yah cerita Bunga yang kesepian dan jangan lupa vote, like dan komen. Biar Author nya semangat buat UP. Tapi ini cerita tinggal dikit lagi. Jadi ikutin terus yah.
Jangan lupa bahagia:)
__ADS_1