Bunga Yang Kesepian

Bunga Yang Kesepian
chapter 7-3


__ADS_3

Dia tidak ingin melihat kedua orang tuanya seperti ini dan pertengkaran yang selalu mereka ciptakan. Sebenarnya Adinda sangat merindukan mereka berdua. Dia hanya ingin dipeluk oleh kedua orang tua nya. Karena tidak pernah mendapatkan pelukan itu selama bertahun-tahun.


Adinda memutuskan untuk mandi dan setelah itu dia akan pergi ke taman. Setelah selesai Adinda langsung menuju ke taman menggunakan motor Ninja nya. Sesampainya di taman Adinda duduk di salah satu ayunan yang ada. Adinda melihat anak-anak yang bermain dengan orang tuanya. Ia melihat anak itu dengan tatapan sendu.


Bagi Adinda anak itu sangat beruntung dibandingkan dirinya. Bahkan saat dia libur dan minta berjalan-jalan dengan orang tuanya tapi mereka selalu bilang tidak ada waktu. Jadi dia selalu ke taman sendiri sambil memainkan ayunan tanpa niat untuk bermain bersama anak lainnya. Tiba-tiba Ada anak kecil yang duduk di ayunan sebelah Adinda. Adinda yang melihat anak itu pun heran mengapa dia tidak ikut bermain dengan anak lainnya.


"Hei. Nama kamu siapa?" tanya Adinda.


"Kesya. Kalau kakak?" tanya kesya.


"Adinda" balas Adinda ramah.


"Kamu kenapa gak main sama yang lain?" tanya Adinda.


"Mereka jahat" kata nya sambil melihat ke arah anak lain nya.

__ADS_1


"Kenapa mereka jahat?" tanya Adinda 'lagi'.


"Mereka selalu mengejek aku anak yatim piatu" kata kesya sedih.


"Orang tua kamu meninggal kenapa?" tanya Adinda.


"Mereka kecelakaan" kata Kesya lalu menangis.


Adinda yang melihat Kesya menangis pun membawa tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Rasanya sangat menyakitkan harus kehilangan kedua orang tua saat masih terlalu kecil seperti Kesya. Adinda masih bersyukur karena kedua orang tuanya masih hidup meski mereka tidak akur. Tapi Adinda masih bisa melihat mereka. Sedangkan kalau sudah meninggal tidak akan pernah jumpa untuk melepas rindu. Setelah ia selesai menangis Adinda kembali bertanya kepada Kesya tentang tempat tinggalnya.


"Sama paman aku" kata Kesya menundukan kepala nya.


Setelah beberapa menit kesya kembali bercerita kepada Adinda.


"Tapi paman aku jahat. Dia suka marah sama aku bahkan dia mau mukul aku" kata Kesya sambil menangis.

__ADS_1


Adinda yang melihat Kesya seperti ini pun tidak tega. Adinda berpikir akan membawa kesya tinggal bersamanya. Tapi pasti papa dan mama nya tidak setuju. Tapi dia tidak akan membiarkan Kesya tertekan dengan usianya yang masih dibilang sangat kecil.


"Kesya mau tinggal sama kakak?" tanya Adinda.


"Kesya mau tapi paman kesya gimana?" tanya kesya takut.


"Kakak akan bilang sama paman kesya" kata Adinda menenangkan.


Kesya pun mengangguk dengan semangat dan senyum yang sangat manis. Adinda yang melihat kejadian seperti itu pun langsung ngacak-ngacak rambutnya. Adinda senang bisa mengembalikan senyum Kesya lagi. Adinda hanya tidak ingin ada orang yang sama dengan dirinya. Kurang kasih sayang dari orangtuanya. maka dari itu jika Adinda masih mampu menolong dia akan menolongnya.


"Yaudah ayo kita ke rumah paman kesya" ajak Adinda.


Mereka pun menuju motor Adinda. Dengan arahan yang diberitahu kesya kini mereka telah sampai di depan rumah paman kesya. Adinda menurunkan kesya dari motornya dan setelah itu dia turun. Adinda langsung mengetuk pintu rumah paman Keysa. Dan dibuka lah oleh pemilik rumah. Paman kesya yang melihat Kesya langsung ingin menariknya.


TBC~~

__ADS_1


__ADS_2