
"Kamu dari mana saja Ha? Bukan nya beresin rumah malah pergi bermain" kata paman kesya kasar.
"Maaf saya kesini ingin membawa Kesya tinggal bersama saya" kata Adinda sesopan mungkin.
Meski Adinda bad tapi dia masih punya hati. Paman Kesya pun melihat Adinda dari atas sampai bawah.
"Siapa kamu ingin membawa anak ini pergi dari rumah ini?" kata nya ketus.
"Saya memang bukan siapa-siapa tapi saya bisa merawat kesya dengan baik" kata Adinda dengan datar.
"Saya tidak akan membiarkan kamu membawa Kesya" katanya sambil ingin menari kesya.
Adinda langsung menyembunyikan Kesya di belakang nya. Takut Kesya akan diambil oleh paman yang kasar. Seharusnya anak seperti itu belajar dan bermain bukannya mengerjakan pekerjaan orang dewasa. Adinda juga banyak menemukan bekas luka di tubuh Kesya akibat benda tajam.
"Paman bisa saya laporkan ke polisi atas kekerasan kepada anak kecil" kata Adinda mengancam.
__ADS_1
Paman itu menatap sinis ke Kesya. Rasanya dia ingin menerkam kesya sekarang juga. Adinda menang sekarang dia akan menunggu Paman Kesya membereskan pakaian nya.
"Kamu nggak usah takut ya" kata Adinda berdiri sejajar dengan kesya sambil tersenyum sangat manis.
"Ini pakaian nya. Jangan pernah kembali lagi ke rumah ini" kata paman kesya dengan menatap tak suka ke arah mereka.
Adinda pun langsung pergi dengan motornya bersama kesya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Adinda langsung masuk bersama Kesya. Kesya kagum melihat rumah Adinda yang begitu besar. Tiba-tiba Mama Adinda menghentikan langkah mereka menuju kamar Adinda. Kesya hanya diam tanpa bicara.
"Siapa anak ini?" tanya Diana mama Adinda.
"Kamu kira rumah ini penampungan" kata Diana marah.
"Biarkan aku merawat nya. Lagi pula aku tidak akan merepot kan anda nyonya" kata Adinda datar.
Diana hanya diam atas Adinda yang memanggil nya nyonya. Begitu benci nya kah Adinda sampai-sampai dia tidak memanggil Diana dengan sebutan mama melain kan nyonya. Meski begitu dia tetap menyayangi Adinda. Tapi dia tau diri nya salah karena tidak pernah punya waktu untuk Adinda. Dia ingin memperbaiki semuanya tapi dia takut Adinda tidak akan memaafkannya. Adinda langsung membawa Kesya ke dalam kamarnya. Adinda Mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang masuk.
__ADS_1
"Ini sekarang kamar kesya juga. Kesya tidur bareng kakak" kata Adinda sambil tersenyum.
"Iya Kak" kata kesya sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"Kesya mau sekolah?" tanya Adinda.
"Mau kak. Kesya mau" kata kesya sangat semangat.
"Besok sepulang kakak sekolah kita beli peralatan sekolah. Nanti kakak daftarin. Sekarang kesya tidur udah malam" kata Adinda.
Kesya pun mencuci kaki dan tangan nya setelah itu dia pergi ke alam mimpi. Adinda senang bisa merawat Kesya. Dia sama sekali tidak merasa terbebani untuk merawat kesya. Malah dia sangat senang menjaga Kesya. Setelah selesai membereskan baju Kesya, Adinda pun ikut pergi ke alam mimpinya.
Pagi ini Adinda sudah rapi dengan pakaiannya. Dia akan pergi ke sekolah. Adinda bingung akan menitipkan Kesya dengan siapa. Dia tidak mungkin menyuruh mamanya yang tidak ada waktu. Adinda berfikir sejenak untuk menitipkan Kesya dengan siapa. Adinda pun akan menitipkan Kesya dengan Rian selagi dia sekolah.
"Kesya bangun habis itu mandi" Kata Adinda sambil mengguncang bahu Kesya.
__ADS_1
"Iya Kak" kata Kesya sambil menuju kamar mandi.