
"Malam tante, Aurel" tersenyum hangat.
"Malam juga sayang" kata mama Aurel dengan suara yang lemah.
"Sama siapa kemari?" tanya Aurel.
"Kesya" kata Adinda.
"Tante udah mendingan?" tanya Adinda.
"Udah. Jangan panggil tante panggil aja mama. Kamu sudah mama anggap anak sendiri" kata mama Aurel sambil tersenyum.
Adinda pun sangat senang dan langsung mengangguk sambil tersenyum sangat manis. Aurel pun melihat mamanya dengan tatapan berterima kasih telah menghibur Adinda. Aurel sudah cerita tentang Adinda ke mamanya. Dia cerita semua tentang Adinda mulai dari keluarga, sahabat dan pacar.
Mama Aurel tau bagaimana sedih nya jadi Adinda. Maka dari itu dia ingin membantu Aurel untuk selalu membuat Adinda tersenyum. Kesya juga ikut tersenyum melihat kakak nya Adinda tersenyum. Mereka terus berbincang-bincang sampai Adinda dan Kesya Permisi untuk pulang.
"Rel, ma Adinda pulang dulu yah. Udah malam kasian kesya udah ngantuk" kata Adinda.
"Iya hati-hati" kata Aurel dan mama nya berbarengan.
Adinda dan Kesya pun keluar dari rumah sakit. Mereka langsung menuju rumah. Saat sampai di rumah ternyata Kesya sudah tidur di jalan tadi. Karena tidak tega untuk membangunkan Kesya, Adinda menggendong Kesya ke dalam kamar. Setelah itu Adinda menuju balkon kamarnya untuk melihat bintang malam yang menghiasi langit.
Saat sedang banyak masalah Adinda selalu melihat bintang. Dia merasa lebih lega saat sudah melihat bintang ini. Entah kenapa masalah selalu menghantui dirinya. Dia benar-benar masih tidak menyangka dengan Salsa sahabatnya sendiri. Saat sedang memikirkan Salsa tiba-tiba ada pesan masuk. Adinda langsung melihat isi pesan itu.
Chat
?:
Bagiamana permainan ku?
Bagus bukan? Sahabat sendiri menikung.
Pasti lo yang melakukan nya.
Gue cuma membantu sahabat lo
Untuk mendapat kan apa yang dia
Mau.
Siapa sebenar nya lo?
Apa salah papa gue sama lo?
__ADS_1
Ada saat nya lo akan tau siapa
Gue sebenar nya. Dia yang telah
Membuat papa gue meninggal
Dan mama gue yang berada di
Rumag sakit.
Chat end.
Adinda kembali terdiam. Dia bertanya-tanya Apakah benar papanya yang telah membunuh orang? Semua semakin rumit. Atau itu hanya omong kosong. Adinda bener-bener pusing dengan yang dialami hari ini. Adinda akan berusaha untuk melindungi keluarga nya. Dia tidak akan membiar kan siapa saja menyakiti keluarganya.
Tanpa terasa air matanya terjatuh. Dia menangis lagi untuk kalian. Entah kenapa rasanya Adinda begitu sedih. Dia berniat untuk bertemu dengan Salsa. Dia tidak mau hanya karena seorang cowok persahabatan mereka hancur. Dia mencoba menghubungi Salsa. Adinda berharap semoga teleponnya diangkat.
"Halo sa" kata Adinda memulai pembicaraan.
"Halo din gue benar-benar min-" kata Salsa yang langsung di potong oleh Adinda.
"Temui gue di taman besok siang" kata Adinda dan langsung mematikan sambungan nya.
Pagi ini Adinda mendengar sebuah keributan yang tidak mengenakan di telinga. Lagi-lagi mama dan papa nya bertengkar. Dia lelah harus mendengar dan melihat kejadian ini.
"Kesya kita sarapan di luar saja" kata Adinda.
"Iya kak. Mama dan papa bertengkar lagi yah?" tanya Kesya.
"Iya. Kesya jangan takut yah kakak akan ngelindungi Kesya" kata Adinda menenangkan.
"Kak Adinda janji yah gak akan ninggalin Kesya" kata Kesya sambil mengangkat jari kelingking nya.
Adinda pun membalas jari kelingking Kesya. Dia berjanji akan selalu melindungi Kesya. Dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti Kesya.
"Yaudah ayo kita pergi" kata Adinda.
Mereka pun keluar dari kamar menuju ke lantai bawah. Adinda dan Kesya melewati mereka begitu saja. Yang sibuk dengan sebuah pertengkaran. Sampai pada akhirnya Papa Adinda menghentikan langkah mereka.
"Mau ke mana kamu ha?" tanya Deri dengan amarah.
"Mengantar Kesya" kata Adinda dengan wajah datar nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu terlalu sibuk dengan anak ini? Bahkan dia bukan anggota keluarga Alexs" kata Deri menatap tak suka ke arah Kesya.
Adinda langsung menyembunyikan Kesya di belakang punggungnya. Sedangkan Diana hanya melihat kasihan ke arah Adinda. Dia ingin membela Adinda tapi dia memang tak suka dengan kehadiran Kesya di rumah ini.
"Bukankah aku juga bukan anggota keluarga Alexs" kata Adinda dengan dingin.
"Jaga bicaramu Adinda" kata Deri marah.
"Bukan kah itu benar. Anda sendiri yang mencabut margaku" kata Adinda.
Sekakmat. Deri hanya terdiam dengan perkataan Adinda. Karena memang benar bahwa dia telah mencabut marga Adinda. Karena melihat itu Adinda langsung pergi membawa Kesya.
"Kesya mau makan apa?" tanya Adinda.
"Makan nasi goreng" kata Kesya dengan semangat.
Adinda membelokkan mobilnya ke tempat makan langganannya. Mereka langsung duduk di bangku. Adinda sudah mengenal penjual nasi goreng ini. Karena langganan Adinda.
"Bik nasi goreng nya 2 yah. Yang satu jangan terlalu pedas" kata Adinda memesan.
"Siap non Adinda" kata bik inah sambil membuat nasi goreng.
"Itu yang sama non siapa?" tanya bik inah.
"Dia Kesya, adik angkat saya" kata Adinda sambil melihat ke arah Kesya.
"Owh. Ini non makanan nya" kata bik inah sambil memberikan 2 nasi goreng.
"Makasih bik" kata Adinda.
Mereka pun makan dengan hening. Hanya terdengar suara alat makan yang saling beradu. Setelah selesai makan Adinda membayar dengan mengeluarkan uang Rp50.000
"Ini bik, kembalian nya ambil aja" kata Adinda.
Mereka pun pergi menuju ke sekolah Kesya. Setelah mengantar kesya, Adinda menuju lapangan basket. Hari ini adalah jadwal latihan basket. Adinda akan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah itu dia baru latihan bersama anak lainnya. Adinda sudah 1 jam latihan. Sekarang waktunya untuk istirahat. Adinda duduk di pinggir lapangan sambil meminum air mineral nya. Tiba-tiba HP Adinda berdering menandakan ada pesan masuk.
?:
Buat lah sebuah pesan terakhir lo.
Sebelum lo pergi dari dunia ini.
"Apa maksud nya?" kata Adinda bingung.
Adinda mencoba mencerna pesan teroran itu. Adinda akan berjaga-jaga takut teroran ini akan terjadi. Waktu istirahat selesai Adinda kembali latihan. Sampai waktu latihan selesai. setelah membereskan barangnya Adinda langsung menuju mobilnya. Dia akan ke taman untuk menemui Salsa.
__ADS_1
TBC~