
Tidak dibalas sama sekali. Bahkan tidak dibaca oleh Al. Padahal sebelum pacaran Al begitu manis dengan Adinda. Entah kenapa semenjak pulang sekolah semalam dia berubah. Adinda tidak ingin berpikir yang macam-macam. Mungkin Al sedang sibuk dengan ujiannya. Waktu istirahat selesai Adinda kembali latihan. Dia berusaha fokus dan tidak memikirkan Al saat ini.
Kini Adinda menang meski skor hanya selisih beberapa angka. Setelah itu Adinda langsung menuju sekolah Kesya. Dia akan menjemput anak itu. Adinda mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dalam 10 menit dia sampai di sekolah Kesya. Kesya sudah menunggu di depan gerbang. Saat Kesya masuk ke mobil Adinda mereka langsung pergi menuju rumah.
"Gimana sekolahnya?" tanya Adinda sambil fokus dengan jalan.
"Asik kak. Kesya dapat banyak teman. Mereka juga baik sama Kesya" kata Kesya begitu bahagia.
Adinda senang akhirnya dia bisa membuat kesya bahagia. Dia tidak ingin kesya selalu bersedih seperti dirinya dulu. Dia ingin dirinya dulu tidak akan terjadi lagi ke kesya mau pun orang lain. Saat sampai di rumah Adinda langsung membaring kan tubuhnya di kasur sedangkan Kesya sedang makan di ruang makan. Tiba-tiba HP Adinda berdering menanda kan ada telepon masuk. Ternyata yang menelpon itu Aurel.
"Halo din" kata Aurel dari seberang sana.
"Halo rel. Ada apa?" tanya Adinda.
"Nanti malam gue nginep di rumah lo ya din. Bosen di rumah mulu" kata Aurel.
"Yaudah datang aja" kata Adinda.
"Oke gue akan datang" kata Aurel.
"Yaudah bye" kata Adinda sambil mematikan sambungan nya.
Setelah itu Adinda mencampakkan HP nya di sebelah dia tidur. Adinda heran sampai sekarang Al tidak ada menghubungi sama sekali. Tiba-tiba ada pesan masuk.
Raka: queen nanti malam ada yang ngajak balapan.
Yang hanya dibaca oleh Adinda. Raka pasti sudah tahu bahwa Adinda akan selalu setuju saat sudah diajak balapan. Adinda mendengar suara gaduh dari bawah. Saat Ingin turun ke bawah tiba-tiba Kesya masuk ke kamar dan langsung memeluk Adinda dengan rasa ketakutan. Adinda mencoba untuk menenangkan Kesya.
"Ada apa Kesya?" tanya Adinda.
"Ada yang bertengkar kak. Kesya takut" kata Kesya sambil menangis.
"Udah Kesya jangan takut kan ada kakak yang akan melindungi Kesya di sini" kata Adinda menenangkan.
__ADS_1
Setelah Kesya tenang Adinda turun ke bawah untuk melihat apa yang dibuat oleh kedua orang tuanya. Adinda melihat kedua orang tuanya bertengkar. Dia tidak tau apa masalah nya kali ini. Adinda melihat seorang wanita yang ada di sebelah papa nya. Dia akhirnya tau penyebab nya wanita itu. Adinda ingin menolong mama nya tapi apa yang bisa di perbuat diri nya.
Adinda hanya melihat pertengkaran yang sedang terjadi. Setelah itu dia menuju kamarnya. Melihat Kesya yang sedang tertidur Adinda menuju ke kamar mandi. Entah kenapa dada nya begitu sesak. Dia hanya ingin menangis untuk saat ini.
Setelah menangis Adinda pun mandi.
Dan saat itu Aurel datang ke rumah nya. Adinda pun sedang berada di kamar bersama Aurel dan Kesya. Dia sebentar lagi akan pergi untuk balapan.
"Rel nanti gue mau pergi" kata Adinda.
"Mau ke mana?" tanya Aurel.
"Balapan" kata Adinda dengan santai.
"Jangan din itu gak bagus" kata Aurel menasehati.
"Udah biasa" kata Adinda dengan santai nya.
"Yaudah kalau gitu gue ikut" kata Aurel.
"Gak tau. Gue gak ada jumpa dia" kata Aurel yang dibalas anggukan oleh Adinda.
"Al gak ada kabar nya" kata Adinda.
"Mungkin lagi sibuk ujian kali" kata Aurel.
Adinda hanya mengangguk atas jawaban Aurel. Adinda segera bersiap-siap untuk pergi ke arena balapan. Dia hanya tinggal ngambil jaket dan juga masker nya agar tidak ada yang tau siapa dia sebenar nya.
"Pakai masker ini rel" suruh Adinda yang langsung dituruti Aurel.
"Kesya di rumah dulu ya sama bik Yati. Kakak mau pergi dulu ada urusan" kata Adinda.
"Iya kak. Kesya mau tidur lagi aja" kata Kesya sambil menuju ke tempat tidur.
__ADS_1
Setelah itu Adinda dan Aurel langsung pergi ke arena balapan. Adinda membawa motor sport dengan sangat cepat. Bahkan Aurel hampir ketinggalan sangat jauh. Aurel juga mempercepat motornya agar tidak ketinggalan. Sesampainya di arena balapan
Adinda langsung disambut oleh Raka dan para penonton. Aurel pun sampai dan langsung mengikuti Adinda. Mereka menuju ke arah lawan.
"Kali ini Queen melawan orang ini" kata Raka
menunjukkan lawan Adinda.
Dan ternyata lawan Adinda adalah Leon dan The twins. Adinda tidak melihat Al berada di sini. Awalnya dia terkejut tapi segera menetral kan ekspresinya. Aurel sedikit menyenggol tangan Adinda untuk memberi kode bahwa harus berhati-hati atas samaran mereka. Adinda hanya mengangguk kecil. Dia akan mengalahkan Leon. Aurel sedikit terganggu dengan tempat yang begitu ramai dan berisik. Karena dia baru pertama kalinya datang ke tempat ini.
"Apa taruhan nya?" tanya Adinda dengan suara yang sedikit di ubah agar tidak ke tauan.
"Motor gue" kata Leon menunjuk motor nya yang di balas anggukan oleh Adinda.
"Ayo kita mulai" kata Adinda menuju motor nya.
Aurel berdiri di garis finis bersama The twins. Adinda dan Leon mulai menyalakan mesin motor mereka dan fokus ke depan. Hitung mundur pun di mulai.
"Siap. 3....2....1...." kata perempuan yang memegang bendera.
Leon dengan sangat kencang mengendarai motor nya. Sedang kan Adinda masih santai di belakang. Melihat Adinda tidak kelihatan Leon mulai sedikit menyantai. Dia menganggap Adinda tidak akan menang. Saat itu juga Adinda tersenyum karena Leon masuk dalam perangkap nya.
Saat berada di tikungan Adinda mulai menyalip dan suara rem yang berdecitan Adinda menang. Penonton pun bersorak kegirangan. Aurel tidak menyangka Adinda bisa sehebat ini. Dia benar-benar belum tau diri Adinda yang sesungguh nya. Leon dan The twins juga menatap kagum Adinda.
"Selamat" kata Leon.
"Lo sangat hebat" kata Dino memuji.
"Thanks. Kalau gitu gue cabut duluan. Hadiah kasih aja sama Raka" kata Adinda dan setelah itu pergi dari arena balap bersama Aurel.
Mereka kembali ke rumah Adinda. Sesampainya di rumah mereka berdua langsung mengganti baju dan pergi ke alam mimpi masing-masing.
TBC~
__ADS_1
ikuti terus cerita bunga yang kesepian yah:)