Bunga Yang Kesepian

Bunga Yang Kesepian
chapter 8


__ADS_3

Adinda menuju ke perpus. Dia akan membaca novel yang ada di perpus. Adinda sangat senang dengan novel. Ia berada di perpus sampai bel pulang sekolah. Saat dia akan kelas mengambil tas nya. Al pun datang menghampirinya. Mengajak pulang bareng dengannya.


"Din pulang bareng yuk" ajak Al.


"Bentar gue ngambil tas di kelas dulu" kata Adinda.


"Yaudah gue nunggu di parkiran" kata Al.


Adinda langsung menuju kelas nya. Saat Adinda akan keluar dari kelas Clara datang dengan dayang-dayang nya.


"Jangan pernah merasa senang telah mendapatkan Al. Gue akan buat hubungan kalian hancur" kata Clara tak suka.


Dan setelah itu Clara pergi dari hadapan Adinda. Adinda tidak memasuk kan perkataan Clara dalam hati. Setelah itu Adinda langsung menuju parkiran. tapi mobil Al sudah tidak ada.


"Ke mana sih Al" kesal Adinda sambil mencoba menghubungi Al.


Sambungan tidak diangkat oleh Al. Adinda pun menuju halte. Sekolah pun semakin sepi. Dan di ujung jalan ada tiga preman yang sedari tadi melihat ke arah Adinda. Saat Adinda mencoba lagi untuk menelpon Al tapi tiba-tiba HP nya lowbat. Adinda benar-benar kesal karena HP nya mati. Sudah tidak ada angkutan yang lewat membuat Adinda tambah kesal. Adinda memutuskan jalan kaki. Tapi dia harus melewati preman itu. Dengan keberanian Adinda melewati preman itu. Tiba-tiba preman itu menarik tangan Adinda.

__ADS_1


"Mau kemana neng?" kata preman itu.


"Lepasin!" Kata Adinda Sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman preman itu.


"Jangan galak galak dong neng" kata temen preman yang memegang tangan Adinda.


"Gak usah banyak bacot" kata Adinda mulai mengeluarkan jurus bela diri nya.


Mereka pun berkelahi tiga lawan satu. Adinda sedikit kewalahan menghadapi tiga permen itu. Saat Adinda ingin menghajar yang satu tiba-tiba dari arah belakang ada yang memukul. Yang membuat Adinda jatuh tersungkur ke tanah. Saat Adinda sudah akan dihajar lagi ada cowok yang menolongnya. Karena dia sibuk menahan sakit di tulang belakang nya dia tidak tau siapa yang menolongnya. Setelah menghajar preman itu cowok itu membantu Adinda untuk berdiri.


"Lo gak papa?" tanya nya.


"Lo Adinda kan?" tanya nya.


"Felix?" tanya Adinda yang di balas anggukan oleh Felix.


Adinda pun masuk ke dalam mobil Felix. Di dalam mobil hanya ada keheningan. Suasana terasa canggung. Felix sesekali mencuri pandang ke arah Adinda yang sedang mengamati jalan. Entah kenapa dia sangat suka melihat Adinda. Adinda minta turun di cafe AP'A dia akan menjemput Kesya.

__ADS_1


"Sekali lagi makasih udah nolongin gue" kata Adinda.


"Sama-sama. Gue pulang bye din" kata Felix pergi dari Cafe milik Adinda.


Adinda langsung masuk ke dalam Cafe. Saat melihat Adinda, kesya langsung menghampiri nya dengan mata berbinar. Di susul Rian yang menghampiri Adinda.


"Gimana bang dia nakal?" tanya Adinda ke Rian.


"Enggak malah dia baik banget. Gak nakal sama sekali" kata Rian menjelas kan.


"Bener itu kesya?" Tanya Adinda ke kesya yang dibalas anggukan dari si Kesya.


"Al kemana din?" tanya Rian.


"Nggak tau tuh. Tadi gue disuruh ke parkiran katanya mau pulang bareng tapi saat gue lihat di parkiran dia udah nggak ada. Gue telepon pun nggak diangkat" kesal Adinda.


TBC~

__ADS_1


jangan lupa bahagia:)


__ADS_2