
Al membayar makanan yang mereka pesan dia juga memberikan tips untuk Vero. Adinda memakan roti nya dan ada sisa-sisa makanan di sudut bibirnya. Al yang melihat itu pun mengelap nya dengan tangannya dan blush. Sekarang pipi Adinda sudah seperti tomat matang. Setelah itu Adinda kembali memakan rotinya. Kini jantung Adinda berdebar begitu kencang seperti habis lari maraton.
Meski sudah menjadi pacar nya Adinda masih kaku dengan Al. Karena Adinda tidak pernah merasakan terlalu dekat dengan seorang cowok. Memang banyak cowok menyukai Adinda tapi hanya dibiarkan oleh nya.
"Ciee pipi nya merah" ejek Al.
"Paan sih" kata Adinda malu.
Al yang gemas dengan Adinda pun mengacak-ngacak rambut Adinda dan sekali lagi blush. Al yang melihat pipi Adinda memerah lagi pun tertawa kecil. Sekarang kegiatan mengacak-ngacak rambut Adinda adalah kesukaan bagi Al.
Gue ingin selalu membuat lo seperti ini. Gue ingin senyum itu akan selalu menghiasi wajah lo- kata Al dalam hati.
Setelah selesai makan Adinda dan Al pergi dari tempat itu. Hujan juga sudah reda. Mereka jalan-jalan mengelilingi kota Jakarta. Setelah itu Al mengantar kan Adinda pulang.
__ADS_1
"Makasih buat waktu nya" kata Al sambil tersenyum.
"Kan wajar karena aku pacar kamu" kata Adinda.
"Ciee yang pakai aku kamu" kata Al mengejek.
Lagi-lagi Al membuat Adinda malu. Rasanya sangat malu karena sudah beberapa kali pipinya memerah di buat Al. Al hanya tersenyum melihat tingkah Adinda yang sangat lucu di matanya. Setelah itu Al pamit pulang kepada Adinda. Adinda hanya melambaikan tangannya. Sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua. Mulai dari mereka makan bareng sampai di rumah Adinda.
"Gue nggak akan membiarkan lo bahagia" kata orang itu dan setelah itu pergi dari situ.
Adinda sedari tadi hanya tersenyum membayangkan setiap waktu nya dengan Al. Adinda begitu bahagia saat ini. Saat sedang mengingat kejadian tadi hp Adinda bergetar menandakan ada pesan masuk. Adinda pun melihat isi pesan. Pikir Adinda dari Al ternyata salah. Itu adalah teroran 'lagi'.
chat
__ADS_1
?:
Berbahagia lah untuk saat ini tapi lihat apa yang akan aku lakukan nanti.
"Teroran itu lagi. Siapa sebenarnya orang ini. Dan ada masalah apa dia denganku dan papa" bingung Adinda.
Adinda bingung siapa orang yang selalu menerornya. Banyak kejadian yang membuatnya hampir celaka. Adinda menghela nafasnya. Baru saja dia akan bahagia tapi datang lagi sebuah masalah. Adinda memilih untuk masuk ke dalam mimpinya. Dia ingin mengistirahatkan tubuhnya yang letih. meskipun hanya sebentar.
Adinda terbangun karena mendengar suara gaduh dari lantai bawah. Dengan kesadaran yang belum pulih Adinda pergi menuju ke bawah. Dan ternyata orang tuanya 'lagi'. Entah kenapa orang tua nya sangat hobi bertengkar. Dia sangat benci saat melihat semua ini. Kini Adinda hanya mematung melihat kedua orang tuanya. Karena Deri Papa Adinda yang kesal dengan Diana pun membanting vas bunga yang ada di situ.
Adinda pun terkejut dan sadar dari lamunannya. Setelah itu Deri pergi keluar dari rumah. Diana yang tidak terima karena vas bunga kesayangan nya pecah pun menjerit meneriaki nama suaminya. Adinda tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa melihat pertengkaran keduanya. Setelah itu Adinda kembali kedalam kamarnya.
TBC~~
__ADS_1
jangan lupa like dan komen yah hehe