
"lalu aku harus menayap mu seperti apa" ucap risti kesal...
sementara Bima hanya mengelus perut buncit sang istri, dia tidak ingin terlihat dengan masalah orang lain...
"tu... tuan tolong jelaskan pada nona, kenapa anda ada di kamar saya" ucap adiba pada adam...
huhhfff
adam membuang kasar nafasnya, lalu melirik adiba.
"semalam, ada penjaga yang masuk kamar adiba, dia ingin melecehkan adiba, untung saja pada saat itu, aku mau minum, dan melihatnya, mengendap-endap masuk kamar adiba, maka dari itu, aku menangkapnya lalu membereskannya, namun aku takut jika masih ada yang lain lagi, makanya, aku tidak sengaja tertidur di kamar adiba" ucap adam
"jadi,karna itu saja" ucap Risti...
"iya,tapi dia orang suruhan" ucap adam lagi,membuat adiba dan risti menatapnya,bedahalnya dengan bima yang tidak mengambil pusing,urusan orang...
"maksud nya" tanya ristu dan adiba bersamaan...
"maksudnya,penjaga itu,bukan penjaga asli di mension ini,dia adalah orang bayaran seseorang yang iri atau membenci adiba" jawab adam..
"hahh" kaget risti dan adiba...
adiba mulai berfikir,dan dia tau,pasti orang itu,dia menunduk karna malu....
"siapa yang membencinya" ucap risti menunjuk adiba...
"aku tau siapa,dia iri pada adiba karna selalu beruntung darinya" ucap adam melirik adiba...
"apa mungkin,dia mau menjebak adiba agar kita semua berfikir yang tidak-tudak pada adiba" ucap risti yang ada dalam fikirannya...
"bingo" ucap adam ...
hahhh risti sengaja menghela nafas berat..."lalu apa yang akan kita lakukan,aku tidak mau,mension ini ada gosip aneh tentang pekerja di sini,apa lagi tadi banyak orang yang melihat kalian di kamar,walaupun mereka tidak tau,apa yang kalian lakukan,asalkan itu kamar,dan di dalamnya ada pria dan wanita yang belum menikah,malah satu kamar,dan aku yakin,jika ini akan cepat tersebar di luar,apa lagi kau" tunjuk risti pada adam..
__ADS_1
."kenapa dengan ku" tanya nya bingung
"jelas saja,karna kau,pasti adiba dalam masalah,dia pasti akan tidak di sukai dalam mension ini,karna ulahmu pasti banyak yang akan,menganggap adiba wanita liar,atau wanita yang tak baik" ucap risti memanasi adiba,dan benar saja,adiba mengeluarkan air mata,dan takut jika,semua orang di mension memusuhinya...
"la..lalu,apa yang harus aku lakukan nona,aku tidak mau,jika,aku di musuhi oleh mereka" ucap adiba menahan air matanya...
"maka,kalian harus menikah" ucap risti tanpa menoleh...
"ta..tapi nona"
" itu jalan satu-satunya,jika tidak mau,maka kau pilih sendiri,bekerja di sini,dan di musuhi,atau keluar dari sini,dan jadi bahan gunjingan orang di luar,karna aku yakin,berita ini akan sampai keluar,apa lagi,pria itu,adalah wakil sekaligus asisten dan juga ipar pemilik perusaah besar" ucap risti makin menakuti adiba...
tanpa pikir panjang adiba langsung mengiyakan "baiklah nona,saya mau menikahi tuan adam,saya tudak mau jadi bahan gunjingan orang lagi ,ucapnya dengan air mata keluar,karna mengingat kejadian itu mirip dengan dulu,namun bedanya,dia diberi pilihan,sementara dulu,dia di siksa dan di usir,dan pelakunya tetap sama...
adiba menunduk sementara risti dan adam tersenyum jail...
" tapi...jika tuan adam tidak keberatan" ucap adiba lagi...
"aku tidak mungkin keberatan,bukannya semalam,kita sudah membahasnya"....
.cup..." bersiap-siaplah,nanti malam orang tuaku akan datang" ucap adam..
adiba mematung karna perlakuan adam,bahkan pipinya makin merah,karna malu.
"tu..tunggu tuan" ucap adiba menghentikan langkah adam..
"ada apa" tanya nya
"bagai mana jika mereka tidak menyukai ku tuan" ucapnya gugup..
"lihat saja nanti malam,sudah,pergilah mandi,dan jangan memanggilku tuan" ucap adam lalu berjalan keluar..
"baiklah" ucapnya pelan,lalu ke kamarnya kembali....
__ADS_1
setelah mandi dan harum,adiba melangkahkan kakinya ke tempat kembar,namun dia menunduk malu,sekaligus takut pada seluru penghuni mension,apa lagi tadi banyak yang melihatnya di kamar...
"kakak" panggil rika yang sedang meniup balon...
riko yang mendengar teriakan rika pun,mengalihkan pandangannya,lalu menatap wanita yang berjalan ke arahnay. .
"kalian sedang apa" tanya adiba lembut...
riko lngsung memeluk adiba..
."loh,kamu kenapa sayang" tanya adiba..
"hiks hiks hiks" suara tangis dari bibir anak kecil itu,membuat adiba dan rika menatap riko..
"kakak kenapa nangis" tanya rika..
riko menatap adiba"apa kakak akan meninggalkan riko" tanyanya
"siapa bilang sayang,kakak tudak akan meninggalkan riko"
"tadi paman membisikkan sesuatu padaku,katanya paman akan menikahi kakak,lalu meninggalkan riko,hiks hiks hiks" tangisnya...
"kakak tidak akan ninggalin riko kok,kakak masih di sini,memangnya riko tau menikah itu apa,riko masih kecil,jadi tidak usah di fikirkan ya sayang,yang jelas,kakak tidak akan meninggalkan riko ama rika" ucapnya lagi dab menepuk pundak riko dengan lembut..
"beneran ya kak" ucap riko
"iya sayang,beneran"
"kalo gitu,kita tiup balon lagi" ucap rika..
mereka pun bermain bersama...
ting...pesan masuk di hp adiba,aduba melihatnya,matanya membulat,kala melihat isi pesan notif kiriman uang di ATMnya
__ADS_1
"astaga,apa ini salah masuk,kenapa jumlahnya banyak sekali,sepertinya aku harus ke bank,untuk menanyakannya.."