
nando mendekati adiba,namun dengan sigap,adiba menghindar..
"apa yang sudah om lakukan" tanya adiba agar tetap sadar..
"aku tidak melakukan apa pun,aku hanya ingin memiliki mu,itu saja" ucap nando lalu mendekati adiba..
plak...
bruk...
nando menampar adiba,karna kesadaran adiba sudah tidak memungkinkan,ahirnya dia pinsan,dengan rasa panasnya,nando segera melucuti pakaian adiba,terlihat jika tubuh adiba sangat mulus dan lembut...
glek....nando menelan salivanya kasar,karna melihat tubuh adiba yang sangatbmulus,tanpa lecet sedikit pun....
bahkan sesuatu di balik boxer nando sudahengeras dari tadi,karna melihat adiba tanpa sehelai benang pun...
saat nando akan menjamah tubuh polos adiba..
duak..bug...
nando terhempas ,dengan susah paya,dia bangkit,dan menatap orang yang memukulnya,beruntung nando masih memakai boxer...
"sial,apa yang kamu lakukan padaku sialan" teriak nando ingin membalas memukul si pria,namun dengan sigap,si pria menghindar,lalu menutup tubuh polos adiba dengan selimut...
__ADS_1
pria itu membalas lagi dengan kecepatan dan ke lincahannya,membuat nando terhempas,dan pria itu tak lain adalah adam...
adam mengeluarkan pistolnya...
"aku,sudah berbaik hati padamu,mengganti uang mu,tapi kau malah memaksa ku,melakukan ini" ucap adam yang mengulurkan pistol ke dada nando...
sementara nando yang sudah tak berdaya hanya bisa pasrah...
DORrr....adam menarik pelatuk pistolnya...dan menembak dada nando,semua orang hanya bisa menelan salivanya dan gemetaran,namun tak ada yang bicara,mereka tau siapa adam....
"urus dia,bawa ke rumah sakit",adam melirik nando yang bahunya suda dia tembak,karna adam mengingat kebaikan nando pada adiba,dia hanya menembak bahunya.....
beberapa pria besar,masuk,dan membawa nando...
" berikan aku kunci kamar lain" ucap adam,dengan gemetar,sang resepsionis memberikan kunci lain,lalu berlari ke bawah,karna takut...
adam melihat kunci itu,lalu mencari nomor kamar yang di kunci,saat adam mendapatkannya,dia mengangkat tubuh adiba dengan selimut,tak lupa,dia memungut pakaian dan dalaman adiba yang berserakan karna nando....
adam pun,memasuki kamar itu,saat akan menidurkan adiba di kasur,tiba-tiba,adiba memeluk leher adam dengan kencang....
adam merasa aneh,karna adiba memeluk lehernya,bahkan adiba menciumi leher adam..
"tolong" ucap adiba karna masih merasa panas dan sakit kepala yang luarbiasa,adam yang tau jika adiba di berih obat perangsan yang sangat kuat,hanya bisa terdiam saat adiba menciumi lehernya...
__ADS_1
glek...adam menelan salivanya,saat melihat adiba tanpa sehelai benang pun,bahkan adam merasakan sesuatu yang mengeras,adam berbalik namun di tarik oleh adibah...
adam merasa panas dan sesak,karna adiba memeluknya bahkan dada adiba menempel di dada adam,hanya terhalang kemeja adam,namun adam merasakan jika ada gunung kembar yang menempel di dadanya...
adam mendorong adibah,saat adiba terjatuh,di situlah adam melihat semua milik adibah yang ditutupnya..
glek..glek.. "kenapa aku juga panas" ucap adam melhat kamar mandi karna saat ini,adiba,memeluk adam...
"tolong" ucap adiba lagi dengan nada sensual,karna rasa panas dan aneh yang dia rasakan,adam berpikir "apa yang harus aku lakukan,apa aku harus malam pertama dulu" ucap adam yang di peluk adiba ..
adam pun mengirim sms ke risti,risti yang membaca sms adam membulatkan mata...
dia menatap orang tuanya,"mah..." panggil risti
"iya sayang,apa kakak mu dan calon mantu mama sudah kesini" ucap sang mama antusias..
"hemmm,begini mah,adam kak adam mengirim sms padaku,katanya adiba di beri obat perangsang yang sangat kuat,dan dia tidak tau harus apa" ucapan adiba membuat sang mama dan papa sangat bahagia,membuat risti ngeri sendiri..
"kalo begitu,suru adam melakukan malam pertamanya,dan besok kita nikahkan,setelah itu adibah tidak akan banyak alasan lagi.." ucap sang mama,membuat risti ngeri sendiri lalu geleng-geleng...
risti pun mengirimi sms pada adam "kata mama,lebih baik,kau melakukan malam pertama mu dulu" ucapnya,adam yang mendapatkan sms dari risti tersenyum...
"aku kira,mereka menyuruhku memanggil dokter" ucapnya..
__ADS_1
"baiklah,mari kita malam pertama dulu" ucapnya tersenyum saat menatap adiba yang sudah seperti cacing kepanasan...