CEO DAN JANDA 2 ANAK

CEO DAN JANDA 2 ANAK
Malam bersama Christian


__ADS_3

WARNING ~


Bab ini mengandung adegan dewasa 21 plus plus.


...****************...


"tapi tenang aja. Apapun yang terjadi disini, ga akan ada orang lain yang tau." kata Christian.


Kami saling bertatapan. Hanya membayangkan hs dengan Christian saja sudah membuatku lemas.


"daya tarik yang seperti ini tidak akan hilang, Anderson." lanjutnya


Bulu kudukku merinding, Christian juga bisa merasakannya.


" jadi, menurut aku . . . Kita gunakan waktu luang ini untuk keuntungan kita."


"atau? " tanya Clara


Mata Christian menatap mataku. "atau kita bisa kembali ke jakarta, kemudian aku akan menidurimu diatas meja kerjamu, itu akan terasa basah semua dan berantakan. Kita ga akan tau siapa yang akan memasuki ruanganmu ketika kita melakukannya."


Aku mengedipkan kedua mataku, kaget akan kata-kata yang baru saja diucapkan Christian. "kamu terlalu yakin sama dirimu sendiri, Chris."


"aku akan selalu dapat apa yang aku inginkan." Christian memberikan senyuman yang seksi itu. "yang aku mau itu cuma kamu."


Jesus


"kamu ga mengharapkan aku menyukaimu?" tanya Clara


"hanya sebagai teman. . . Yang bisa membantu menyalurkan hasrat biologismu, tentu saja."


"itu saja?" tanyaku


"yup."


Aku minum sambil memproses semua kata yang diucapkan Christian. "aku bukan tipe wanita yang melakukan hal seperti ini." bisikku


"dan aku tipe pria yang suka melakukan hal ini. Kamu bahkan ga perlu bersuara, aku akan melakukan semuanya."


Udara yang melintas diantara Clara dan Christian seperti listrik


Ini adalah momen penentu. Aku punya dua pilihan. Aku bisa pergi dari sini dan menyesali semuanya. Atau aku bisa menyalurkan hasrat biologisku dengan pria yang sulit menjalin ikatan emosional.


"kita akan pergi ke ruang bawah tanah." kata Nelson. "apakah kalian akan ikut?"


aku melihat teman-teman yang lain bersiap untuk pergi ke ruang bawah tanah. Aku tau disinilah aku akan membuat suatu keputusan. "um . . . Aku ga ikut, aku akan mengakhiri malam ini dan segera tidur."


"oh, okey." Nelson menoleh ke Christian. "kamu ikut?"


"oh nggak, saya janjian dengan teman saya disini, tapi dia belum datang." jawab Christian berbohong


Nelson menepuk punggung Christian dan tersenyum. "baiklah, selamat bersenang-senang. Sampai jumpa esok hari"


Mereka pergi meninggalkan bar sambil berbincang.


Ketika mereka semua sudah tidak terlihat. Christian menatapku dan bertanya "kamar kamu atau aku?"


"kamar aku."


......................


Aku membuka kunci pintu kamar hotel dan Christian berada di belakangku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya.

__ADS_1


Christian menutup pintu kamar hotelku dengan menendangnya. Tanpa sepatah kata, Christian memegang wajahku di tangannya dan mulai menciumku, kita berdua berjalan menuju tempat tidur.


Tidak peduli apa yang terjadi disini. . . Tapi Christian adalah seorang pria yang bisa mencium.


Lidah kami saling bermain, aku bahkan tidak bisa membuka kedua mataku untuk melihatnya.


"oh Jesus. . ." gumamnya di bibirku


aku tertawa


"ayo cepetan." Christian mulai membuka bajunya


"kenapa buru-buru?"


"buru-buru, aku ingin kamu buka baju kamu. Aku ga bisa buka baju kamu sebelum aku buka bajuku sendiri. Itu aturannya."


"ada aturannya?" tanyaku


"semua orang juga tauu, Anderson." Christian memutarkan bola matanya. "aku bilang kamu ga perlu berbicara, ingat kan?"


Hahaha aku pun tertawa, ternyata Christian itu lucu.


Christianpun membuka bajunya. nafasku tercekat. Badannya yang berotot, ada rambut-rambut halus di dadanya yang bidang. perutnya pun sudah seperti roti sobek


Seketika akupun gugup. Belum ada seorangpun yang melihat tubuhku dalam waktu yang lama


Batalkan misi!


Christianpun mengambil tanganku dan diarahkannya ke zipper celananya. "bukain ya." kata Chris


akupun perlahan membuka zipper celananya, dan menurunkan celana Christian secara perlahan. Akupun menelan ludahku


rudal milik Christian besar dan lebar, tergantung diantara kedua kakinya.


wow


"sekarang giliranku" kata Christian


Bibirnya turun ke leherku, akupun melihat langit-langit. Christian mulai membuka kancing baju sutraku. Dan aku meringis dan seikit menjauh darinya


"apa?" tanya Christian


"aku . . ."


Christian menatapku, menunggu aku melanjutkannya


"kamu apa?" menciumiku lagi seolah mendorongku untuk melanjutkannya


"aku belum menyalurkan hasrat ini sejak lama"


wajah Christian menunduk sambil menghubungkannya dengan masa laluku. "ga pernah?"


Aku menggelengkan kepalaku.


"Jesus, Anderson. . . Tekanan yang cukup berat."


Christian membuka rokku, akupun berdiri dihadapannya hanya dengan cd dan bra. Christian membuka kancing braku. Kemudian bibirnya turun kearah pvtingku sambil perlahan membuka cdku.


Matanya memandangi tubuhku dari bawah, kemudian ke atas. Lalu Christianpun tersenyum.


"tidak" bisikku malu. "pasti tubuhku jauh dari wanita-wanita yang biasa kamu tiduri"

__ADS_1


"kenapa demikian?" bisik Christian sambil mencium bibirku


"aku . . ."


"oh maksudmu ini?" tangannya mengelus pahaku, "ada sedikit selulit" bisiknya. Ujung jarinya menyentuh perutku "beberapa stretch marks". Christian memegang perut yang berisikan lemak itu, akupun tersenyum di bibirnya "ada bekas op Caesar."


Jantungku berdebar kencang ketika Christian menyentuh semua kekuranganku.


Christian mengulurkan tangannya lebar-lebar. "apakah aku terlihat seperti pria yang ga suka apa yanh dia lihat?" bisik Christian.


tatapanku mengarah ke rudal Christian yg sudah siap itu. Aku pun menundukkan kepala.


"Clara.." Christian meletakkan jarinya di daguku dan mengangkay wajahku agar bisa dilihatnya. "kamu itu sangat cantik, Clara. Sangat cantik"


Christian menciumku lagi. Menciumku dengan lembur dan perhatian. Sesuatu yang tidak aku harapkan.


"kamu bawa rasa tidak percaya diri itu kesini." Christian mencubit perutku. "rasa ketidakpercayaan diri ada di dalam diriku." bisiknya. "hanya karna kamu tidak melihatnya, bukan berarti aku tidak punya rasa ketidakpercayaan diri itu"


"hah! ternyata benar." aku tersenyum di bibirnya.


Christian meraih tubuhku dan melemparkannya ke tempat tidur. Christian berada diatas tubuhku.


"yang lembut yaa." goda Christian. "jangan sakiti aku"


Hahahaha aku pun tertawa, karna itu hal yang paling konyol yang pernah ku dengar. "kamu idiot."


Tangan Christian mulai meraih bagian lubang surgawiku. Matanya berkedip dengan gairah. "hmmm, sudah becek nih." Christian membungkuk dan memasukkan pvtingku kedalam mulutnya dan mulai menghisapnya. jarinya mulai memainkan lubang surgawiku. Christian memainkan lubang dengan jarinya sampai aku keluar.


Tubuh Christian berada diatas tubuhku.


"K0nd0m" kataku


"****" Christian mulai mencarinya celananya dan mengambil dompet. Dompet diraihnya dan melihatnya dengan horor. "oh tidak. aku cuma punya satu. Kenapa aku cuma punya satu?" katanya.


Aku melihatnya terkejut. "playboy macam apa kamu?"


"ga ada persiapan, tentunya."


Tubuhnya berada diatas tubuhku, rudalnya mulai memasuki lubangku. kelopak matanya bergetar. "Anderson." Christian terengah-engah


Aku tersenyum padanya heran.


"Senang melaporkan . . . Bahwa lubangmu itu spesimen yang sempurna, tidak ada kekurangan apapun." kata Christian


Akupun tertawa geli. "diam kamu, bodoh and f*ck me"


Christian melebarkan lututnya, rudalnya masuk sangat dalam. Kami menemukan ritmenya. Dia melakukan hal yang melingkar dan itu membuatku menjadi liar. Aku mulai meronta-ronta di bawahnya.


Matanya diputar ke belakang kepalanya. "wajah kamu jelek ketika hs." kata Clara.


Christian tertawa geli. "kan sudah aku bilang, jangan bicara."


Kita berdua tertawa. Kemudian kembali menikmati ini semua.


"kamu harus keluar, kamu harus keluar." Christian tergagap. "aku ga bisa menghentikannya, kamu harus keluar."


"Anderson. . ."


"nggak.." jawabku. "aku belum siap."


Ga lama dari itu Christian mengeluarkan semuanya.

__ADS_1


"apa-apaan Chris? Terlalu cepat?" Clara menggoda Christian. Jika boleh jujur, aku suka kalau Christian tidak bisa menahannya. Aku suka melihatnya begith terangsang sehingga tidak bisa mengaturnya. ini bukan soal 0rgsm. Tapi soal koneksi yang selama ini aku lewatkan.


"ini bukan salahku." kata Christian. "kamu harusnya ga begitu bagus memainkannya. tidak pernah keluar secepat ini padaku."


__ADS_2