CEO DAN JANDA 2 ANAK

CEO DAN JANDA 2 ANAK
Ketemu Christian di Prancis


__ADS_3

Aku sudah sampai di hotel tempatku menginap di Prancis. Aku terbang selama kurang lebih 16 jam. karna waktu yang cukup lama untuk sampai disini, akupun merasa lelah dan beristirahat sebelum memulai kegiatan konferensinya.


......................


Aku duduk di ruang konferensi megah bersama ratusan orang lainnya. Orang-orang disini sangat terpacu untuk menjadi dirinya yang lebih baik.


Sedangkan aku? Well . . . Aku disini hanya untuk minuman champagne dan alasan untuk berlibur sendiri, yay untuk yang merasa terpacu, aku rasa.


Seorang pria naik ke atas panggung. Pria itu menunggu tepukan dari audiens mereda dan dia tersenyum lebar "welcome" (selamat datang) katanya. Pria itu menggunakan mikrofon kecil yang disangkutkan pada kemejanya.


"Welcome to Mind Master. A place where you will find a better version of yourself." (selamat datang di mind master. sebuah tempat dimana anda akan menemukan versi terbaik dari diri anda). lanjutnya. "are you ready" katanya


Aku melirik ponselku dan berpikir aku akan merekam ini untuk Angel. Pasti Angel ga akan percaya.


"dan sekarang, saya akan memperkenalkan pembicara pertama kita. Seseorang yang saya tau pasti kalian ikuti. Rock star di bidang pembicara motivasional. Dia disini hanya untuk 1 hari aja. tanpa panjang lebar dengan strategi mutakhirnya - bagaimana dapat yang kamu inginkan- selamat datang kepada Christian Miles"


Tertegun aku mendengar nama itu lagi. Mataku melotot seperti ingin keluar dari lubangnya. Aku mulai mendengar detak jantungku, orang-orang sekitar seakan menghilang.


Kemarahanku mulai memuncak dan aku bahkan ga tahan untuk melihatnya. Well. . . Ga sepenuhnya benar sih. Bajingan sialan ini pedang bermata dua; indah dilihat dan sulit ditoleransi.


"halo semuanya" kata Christian. "selamat" Christian tersenyum sambil menunggu suara riuhnya reda.


Bulu kudukku berdiri setiap aku mendengar suara Christian. Dia terdengar seperti orang yang terhormat, cerdas.. Apapun itu ... Itu seksi sekali.


Ugh. . . Aku benci segalanya tentang Christian Miles.


"Selamat datang, dan terimakasih karna sudah menyempatkan diri untuk datang. Anda telah mengambil langkah yang sangat berharga untuk mengembangkan diri sendiri." Christian melihat ke sekeliling ruangan sambil berbicara. "saya . . ." Christian menatapku, dan kita saling bertatapan. Christian berhenti berbicara ketika melihatku dan dia mengedipkan matanya.


Sial


Christian segera melanjutkan pembicaraannya " saya sangat senang untuk anda semua."


Christian terus berbicara, tapi aku tidak mendengarkannya. Aku hanya bisa mendengarkan adrenalinku menyebar ke seluruh tubuhku. Terakhir kita berbicara, Christian sangat ingin mengambil Perusahaan Ryan dari tangan anak-anakku.

__ADS_1


Aku ga akan duduk dan mendengarkan Christian berbicara. Christian menghancurkan usaha keluarga untuk bersenang-senang.


Menyedihkan.


Aku berdiri "maaf permisi" akupun berbisik ke orang disebelahku. Aku mulai berjalan melewati orang-orang dibarisanku.


"Clara Anderson" Panggil Christian dari atas panggung.


Mataku yang ketakutan bertemu dengan matanya.


"duduk lagi"


"aku . . . " berjalan lagi melewati orang


"Clara. . . " peringatan Christian


Aku melirik ratusan mata orang yang melihat ke arahku dan balik lagi ke arah Christian.


"aku bilang duduk . . . Lagi"


Christian pikir dia itu siapa?


Well . . . Aku menaikkan satu alisku ketika dia melototiku. Akupun tersenyum. Kemudian dengan penuh pertimbangan, akupun berjalan menuju pintu.


Aku pergi ke koridor yang jauh dari pandangannya.


semua wanita pandangannya tertuju pada Christian. Bagaimana tidak, dia tinggi, ganteng, badannya kekar, berpengetahuan, sukses. Bahkan lelakipun banyak yang ingin seperti Christian.


Kalau aku? Aku mau menonjok muka gantengnya itu.


Christian memberikan informasi bahwa ada waktu beberapa menit untuk istirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Waktu istirahatpun selesai.


2 jam kemudian.


Tangan yang kuat memijat punggungku.


"apakah ini baik-baik saja?" tanya piere yang memijitku


"iya begitu saja" jawabku


Ponselku berdering di dalam tas. "maaf ya, biarin aja nanti juga mati sendiri"


nada deringnya mati tapi tak lama berdering lagi. "maaf". Mati tapi ponselnya berdering lagi, apa itu dari rumah?


"maaf, bisa minta tolong ambilkan tas saya"


Dia mengambilkan tas, memberikannya padaku. Akupun segera mencari ponselku. Aku ga kenal nomor telponnya.. "halo.." aku berbaring kembali


"ada dimana kamu, Clara?" tanya Christian "kamu melewatkan workshopnya"


Oh . . **** .. "um . . . "


"dan jangan pernah mikir kalo kamu bisa berbohong. Aku tau kamu ga ada di hotel" lanjut Christian.


aku mengerutkan dahi ketika mendengar intonasi Christian. Dia pikir dia siapa? "excuse me?"


"dimana kamu?" Christian marah


"aku lagi di tempat spa sebenarnya"


"apa?" Christian terengah-engah


"materi anda tidak bisa ditoleransi dan sangat membosankan. Aku ada hal yang lebih baik untuk aku lakukan."

__ADS_1


"Clara Anderson..." Christian akan mulai menceramahi Clara. "end call." Clara pun mematikan ponselnya.


__ADS_2