
Perutku mulai berbunyi dan aku melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul setengah satu. Angel benar, aku bahkan belum beristirahat sejak pagi tadi.
Terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu ruanganku. Aku meliriknya sejenak, dimana Angel?
"masuk" kata Clara
Aku masih terus membaca email yang sudah sedari tadi kubaca. Melihat kearah pintu ternyata Christian yang memasukki ruanganku. Dia memakai setelan jas berwarna navy dengan kemeja pink pucat beserta dasinya yang membuat Christian sangat tampan. "Christian," Clara tergagap melihat Christian di kantornya.
"apa yang kamu lakukan disini?" tanya Clara
Christian memberikan senyuman manisnya. "well... Kamu ga mengangkat telepon dariku, jadi aku tidak punya pilihan lain." Christian berjalan ke arahku dan ingin mengecupku
Tapi Clara berhasil menghindarinya. "apa yang kamu lakukan?"
"aku ingin memberikanmu kecupan."
"jangan!" kata Clara
"kenapa?" tanya Christian
"Christian.." Clara menatap Christian. "kita bersama hanya di akhir pekan lalu. Satu akhir pekan lalu. Aku tidak ingin lagi berurusan denganmu."
Christian merasa tidak percaya mendengar perkataan Clara. "apa yang kamu katakan, Anderson?" tanya Christian. "siapkan barang-barangmu, kita pergi makan siang."
"apa kamu mendengarkanku, Christian?" Clarapun berdiri dari singgasananya
"tidak, aku tidak mendengarnya. Kamu tidak mengatakan apapun." Christian meletakkan kedua tangannya di pinggang Clara. "kenapa kita tidak bisa bertemu satu sama lain, ketika kita berdua baik-baik saja? Itu hal yang paling konyol yang pernah keluar dari mulutmu."
Pintu ruangan Clara tiba-tiba terbuka. Clara dan Christian menatap seseorang di depan pintu ruangan.
Mata Angel terbelalak melihat Clara yang berada dipelukan Christian. "oh ... Maaf." kata Angel
__ADS_1
**!*
Christian merenggangkan posisi tubuhnya ke belakang. Terlihat dengan jelas Christian kesal dengan interupsi yang dilakukan Angel
"tidak apa-apa." Clara memaksakan senyumannya. "ada apa, Angel?"
"awalnya saya ingin menanyakan apakah bu Clara ingin makan siang, tapi ..."
"tidak, Clara akan makan siang bersama saya." jawab Christian.
Mataku tertuju pada Christian. "aku baik-baik saja untuk saat ini, Angel. Terimakasih ya."
Angel masih membulatkan matanya sambil melirik antara Clara dan Christian. Bagus banget... Gimana cara aku menjelaskannya.
Christian melototi Angel dan mengangkat salah satu alisnya, Christian tidak sabaran dan memberikan "kode" ke Angel untuk segera keluar dari ruangan Clara.
"oh..." Angelpun tergugup. "saya akan berada di depan."
Angel menunjukkan tangannya ke arah belakang dengan ibu jarinya. "jika kamu membutuhkan sesuatu —"
Angel tersenyum lebar dan menutup pintu ruangan Clara, Christian kembali menatap Clara. "sampai mana kita tadi?"
Aku tersenyum dan mengusap-usap lengan Christian. "Chris, kita tidak bisa bersama lagi."
Christian melepaskan tanganku dari lengannya. "apaa?!"
"kita tidak bisa bersama lagi."
"kamu mencampakkan aku?
"tidak ada yang mencampakkan siapapun." ucapku dengan lembut. "aku sangat menyukaimu, sangat sangat suka. Pria yang bersamaku saat itu sangatlah sempurna."
__ADS_1
"lalu mengapa kita tidak bisa bersama?" tanya Christian
"karena sudah jelas..."
"seperti apa?" Christian membentak. Christian mulai merasakan amarahnya terbentuk
"Christian, karena kamu adalah seoramg Christian Miles, dan aku terlalu tua untuk kamu. Aku sudah memiliki anak dan tanggung jawab, dan kamu suka wanita yang lebih muda, yang menyukai fashion."
Christian mengeryitkan netranya. "jangan melucu, Anderson."
"Aku lagi ga melucu. Kamu yang mengatakan itu sendiri padaku." Clara menggenggam kedua tangan Christian. "Chris, jika situasinya berbeda dan kamu . . . " Clara terhenti sejenak sambil memikirkan kalimat yang ingin Clara katakan. "jika kamu lebih tua dari aku, dan mungkin... Telah bercerai dan memiliki beberapa anak, kita mungkin bisa mencoba untuk bersama."
"Apaaa?!" Christian membentak lagi. "kamu tidak akan melihatku lagi karena aku tidak punya anak? Itu sangat konyol, Anderson. Bisakah kamu mendengar ucapanmu sendiri?"
"jangan meninggikan suaramu padaku." Clara memperingatkan Christian
"diam, dan ikut makan siang denganku." Christian membawa tubuhku kembali kepelukkannya, dan bibirnya mulai mengecup leherku. "Christian" Clara menghela nafasnya. "berhentilah."
"jangan bilang kalau kamu tidak menyukaiku, karena aku tau kamu suka aku." ucap Christian.
"aku suka kamu. Aku tidak mengelaknya, aku mengagumimu." jawab Clara
"lalu?"
"aku tidak suka kamu .... Seperti itu." jawab Clara lagi
Netra Christian menatapku, seperti sedang mencerna kata-kata yang telah aku ucapkan. "seperti apa?" tanya Christian
Aku hanya harus mengungkapkannya. "you aren't boyfriend material for me, Chris."
"apaa?" Christian membentak dengan kemarahannya. Christian menunjukkan ke dadanya sendiri. "aku.... bukan boyfriend material?" bisik Christian. "aku sangat boyfriend material, Clara."
__ADS_1
Clara menghela nafas... Christian benar-benar marah sekarang.
"tidak, kamu bukan boyfriend material." ucap Clara.