CEO DAN JANDA 2 ANAK

CEO DAN JANDA 2 ANAK
Masa lalu Clara


__ADS_3

Aku duduk dan melamun.


Satu per satu kami ditanya tentang diri sendiri.


"coba ceritakan Aria, ceritakan satu hal yang membuatmu marah?" tanya Elouis, seorang psikologis yang menjadi mentor di konferensi ini.


Aria mengerutkan dahinya sambil memikirkan jawaban yang ditanyakan oleh Elouis.


Tapi sekali lagu aku melamun. Pikiranku sama sekali ga ada di tempat ini.


Aku benci karna aku tertarik secara fisik dengan seseorang yang ga aku suka. Aku benci karna aku membiarkannya menggangguku. Aku benci karna aku menginginkannya. Dan yang paling terpenting adalah aku benci karna kesempatan untuk berhubungan sama dia itu hilang. Sekarang dia udah balik lagi ke jakarta.


Christian Miles


Senang rasanya bisa disenangi lagi oleh orang lain ... Dibuat merasa diinginkan


tidak akan mungkin aku bisa mengembangkan perasaan aku ke dia. Christian bukan tipe orang yang bisa membuatku jatuh cinta.


"Clara..?" suara memanggilku


aku mendongak, bingung. "iya?"


"mari kita berbincang tentang beratnya kehidupan yang terjadi padamu." tanya Elouis


aku menatap Elouis beberapa saat. "anak-anak".


Elouis merasa sedih, dan yang lain bersiap untuk mendengarkan.


"coba kamu ceritakan" pinta Elouis


"um . . . " Aku gugup, menghela nafas yang panjang. "suamiku . . . Um. . "

__ADS_1


"Ceritakan dari awal.." Elouis tersenyum


"lima tahun yang lalu, suamiku sedang naik sepeda.." akupun tersenyum ketika mengingat itu. "dia bersepeda untuk latihan triatlon"


"teruskan .."


"dia... kecelakaan, korban tabrak lari jam 5 pagi"


Semua orang menatapku


"dia meninggal di umur 36 tahun." aku memainkan jari-jari di pangkuanku. "aku kira itu adalah hal yang paling buruk"


"okay, lanjutkan secara perlahan " pinta Elouis


"Melihat kedua anakku tumbuh tanpa seorang ayah itu ternyata jauh lebih buruk" air mata sudah memenuhi wajahku. "setiap sabtu." aku berbisik. "setiap sabtu. . . Kita pergi ke club sepak bola, melihat anak-anak bermain. Ketika anak-anak melakukan sesuatu yang baik. Mereka melihat ke arahku. Tapi mereka menjadi sedih, karna ga ada sosok seorang ayah yang melihatnya. Ya jadi itu hal yang berat dalam hidupku"


Teman-teman di dalam grup mereka terdiam. Aku melihat sekeliling ku ternyata disana ada Christian yang sedang menatapku dengan tangannya yang dimasukkan ke saku celananya.


...----------------...


Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam. Kamipun keluar dari restauran. Semua orang merasa lelah.


Christian ada di restauran, dia duduk bersama mentor-mentor lainnya. Christian hari ini ga menggangguku atau menggodaku. Bahkan dia ga menghampiriku sejak dia mendengar ceritaku pagi tadi. Itu terasa sangat nyata baginya, mungkin menurutku begitu.


Sesampainya di hotel. Ada yang memanggilku. "Claraa.."


Aku mencari suara tersebut dan ternyata itu suara Christian.


"hai.."


"aku hanya ingin menanyakan kabarmu hari ini?" tanya Christian

__ADS_1


Merasa sedih dan ada gelombang amarah yang tidak terduga terasa olehku. Aku benci karna Christian mendengar pengakuan tentang kelemahanku pagi tadi. "aku baik-baik aja." jawabku.


"kamu mau pergi dan minum teh?" Christian mengisyaratkan cafe yang ada di sebrang hotel. Christian menggunakan kode Teh bukan untuk hs tapi benar benar minum teh.


Tiba-tiba aku merasa marah karna perubahan sikap Christian. Aku bisa menghandle godaannya dan lainnya. Tapi ini aku ga bisa...


"NGGAK" bentakku


"Apa?" kata Christian


"Jangan menatapku seperti itu Christian Miles"


"tatapan apaa?" tanya Christian


"ekspresi simpati yang menyedihkan itu" aku mencibirnya. "kamu bisa menganggapku seksi, kamu bisa melihatku dengan rasa tidak suka, tapi jangan pernah sekali kali kamu menatapku dengan rasa kasihan"


Christian menatapku.


"satu-satunya orang di dunia ini yang aku tidak ingin dikasihani adalah kamu."


Christian mendekatiku "Apa yang kamu mau?"


"aku hanya ingin diperlakukan seperti orang normal" bentakku. "bukan Clara Anderson seorang janda yang kasihan itu" aku menghempaskan kedua tanganku "aku ingin diperlakukan seperti wanita yang gak kamu kenal"


Aku ngerasa seperti mau meledak. Aku menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan diri.


Mataku mencari matanya. "setidaknya ketika kamu brengsek, aku tau apa yang diharapkan."


Christian meraih wajahku, dan menciumku. Lidahnya memainkan bibirku dan lidahku. Akupun disudutkan ke dinding olehnya.


__ADS_1


__ADS_2