
Jam 10 malam akupun kembali ke kamar hotel. Perjalananku menuju kamar, aku telah memikirkan ingin berendam air hangat, kakiku sangat lelah. Kita pergi ke bar untuk minum tapi ternyata malah menjadi makan malam. Meskipun aku datang tapi hati dan pikiranku ga ada disini.
Kecewa, sedih jika mengingat kejadian siang tadi. Christian pergi ke Paris tanpa berpamitan denganku. Tiba sudah di depan pintu kamar hotelku. Aku membuka kuncinya lalu masuj ke kamar. Akupun bingung sambil mengerutkan dahiku. Aku tiba di kamar dengan pemandangan yang berbeda. Ada buket bunga mawar yang ada di kamar.
terdapat kartu yang menempel pada bunga. Aku mengambilnya dan membaca kartu itu
...Anderson...
Jantungku berdetak dengan cepat ketika aku membacanya
...Kita punya urusan yang belum selesai. Pergilah ke Paris untuk minggu ini. Xoxoxo...
"apa?" akupun berbisik
Aku terduduk diam di ranjang sambil menatap kartu yang ada dihadapanku.
Ini bukan sesuatu yang aku pikirkan. Aku tidak menyangka kalau Christian mau aku mengikutinya ke Paris.
Aku ga bisa pergi ke Paris. Aku harus pulang bertemu dengan anak-anakku!
Aku membayangkan untuk menghabiskan waktu 3 hari bersama di Paris. Kota yang selalu aku idam-idamkan untuk dikunjungi. Sendiri bersamanya. . . . Pasti akan sangat menyenangkan.
Damn . . . Aku mau ke Paris.
Tapi aku ga bisa. . . Ugh . . Stop Clara... Ga usah mikir yang aneh-aneh.
ketika aku sedang membuat teh, ponselku berdering menandakan ada teks yang masuk. Christian mengirimiku pesan teks.
"apa kamu sudah kembali ke kamar mu?" tanya Christian.
akupun tersenyum melihatnya. Christian menginginkanku untuk menelponnya dan memberikan ucapan terimakasih atas bunga yang dia berikan. Aku menyimpan ponsel di meja, dan melihat bunga mawar yang besar dan mengeluarkan aroma yang sangat wangi.
sikap dan perilaku Christian ini sangat tidak terduga.
Aku memutuskan untuk menghubungi mama dan menanyakan kabar anak-anak.
"halo." aku pun mendengar senyuman mama dari sambungan telpon ini.
"hai, mama.. Bagaimana kabar semua disana ma?" tanya Clara
"oh, kita semua disini baik-baik aja. Gimana kabarmu disana?" tanya mama
"baik." aku berjalan kesana dan kesini dengan perasaan yang gugup. "apa anak-anak ada di rumah, ma?"
__ADS_1
"ga ada, anak-anak masih pada latihan semua."
"ma. . ." aku memejamkan mataku. Apa yang kamu lakukan Clara?. "aku dapat penawaran untuk melakukan konferensi di Paris pada jumat, sabtu, dan minggu ini ma, tapi sepertinya aku tidak bisa ikut."
"kenapa ga bisa?" tanya mama
"aku ga enak sama mama terlalu lama menjaga anak-anakku."
"oh, tidak sayangku. The boys dan mama sangat senang menghabiskan waktu bersama. Tidak ada yang berbeda jika kamu ada di rumah." jawab mama
"benarkah ma?" tanya Clara
"benar sayang. Mama disini sangat senang bisa menghabiskan waktu sama cucu cucu mama. Kamu bersenang-senanglah di Paris."
"bagaimana dengan Patrick ma? Pasti akan resah."
"oh, Patrick akan baik-baik aja, Clara. mama ga mau mengatakannya tapi Patrick ga merasa kangen sama kamu sama sekali, Clara."
aku tersenyum merasa senang mendengarnya. "mama yakin?"
"sangat yakin." jawab mama
"baiklah, nanti akan kupikirkan lagi, dan akan aku infokan ke mama tentang keputusanku."
" iya ma, aku tidur dulu ya. Malam ma."
"malam sayangku." jawab mama.
...****************...
Satu jam kemudian aku sudah selesai mandi, dan semua sudah rapi. Tapi aku kepikiran dengan Christian..
Christian yang pergi tanpa pamit..
Dia memberikan bunga bunga mawar ini.
Tapi aku ga mau bunga. Karna itu bukan kita. Atau mungkin dia merasa bersalah pergi tanpa pamit?
Christian adalah lelaki yang berbeda dari yang lain, bahkan dari almarhun suamiku dulu.
Aku sangat bingung.
Kalau aku pergi ke Paris, aku pasti akan merasa bahagia, tertawa dan sesuatu hal yang menyenangkan.
__ADS_1
Kalau aku tidak pergi, tidak ada kemungkinan aku akan terikat dengan Christian.
Christian itu playboy. Mungkin Christian punya banyak pacar. Dia bukan tipe orang yang bisa aku andalkan dan terikat.
Tapi dia sangat menyenangkan.
Setelah dua hari menghabiskan malam bersama, aku dan Christian tertawa bersama. Dan itu rasanya sangat menyenangkan, bisa tertawa lagi dengan lawan jenis.
ponselku pun berdering dan terlihat nama Christian. Oh tidak!
Aku memejamkan mataku dan menjawab. "halo."
"Anderson."
Aku tersenyum lebar hanya mendengar suara Christian. "apa yang kamu inginkan?" aku menggodanya.
Christian tertawa. "aku menelponmu hanya ingin tau, apa kamu sudah mendapatkan hadiah dari aku?"
"oh... Aku belum menerimanya, aku lagi ada di kamar Nelson." hihihi batinku pun tertawa
"What the ...! Jangan bercanda Clara!" terdengar suara yang sangat keras di tempat Christian berada.
Clarapun tertawa "bunganya sangat cantik."
"lalu?" tanya Christian
"lalu apa?" jawab Clara
"pergi ke Paris. Menghabiskan waktu bersama aku disini."
Clara terdiam
"salah satu kota favorit aku, aku bisa membawamu keliling kota." tambah Christian.
"ayolah, Claraaa.. jangan membuat aku memohon kepadamu." tambahnya lagi
"oke, baiklah." jawab Clara
"baiklah apa? Setidaknya bersemangat sedikit."
"baiklaah, aku akan menghabiskan waktu weekend bersama kamu, Christian."
Christian tertawa. "that's my girl. Okay, besok aku akan memberikan info penerbangannya untukmu ya."
__ADS_1
Clara pun menjawab "okay"