
waktu sudah menunjukkan pagi hari, aku masih tertidur ketika aku ingin memiringkan badanku. Aku merasakan ada tangan yang berada di pinggangku. Akupun mengernyitkan dahi. aku teringat! Oh shut!
aku berhubungan dengan Sebastian semalam.
AKU BERHUBUNGAN S DENGAN CHRISTIAN MILES.
Aku menggoyangkan tubuh Christian. "Christian." bisikku. "Christian." aku membisikkan dan membangunkannya lagi.
"Huh?" Christian bangun dengan menopang salah satu sikunya. "kenapa?"
"kamu harus pergi dari sini." aku membisikkannya lagi. ntah kenapa aku berbisik ke Christian padahal tidak ada seorangpun selain kami berdua.
"apa?" Christian melihat dengan kebingungan. "kenapa aku harus pergi?"
"karna sekarang jam 5 pagi. Orang-orang akan segera bangun. Aku ga mau orang-orang melihatmu keluar dari kamarku."
"kenapa begitu?" kata Christian.
"karna nanti aku akan jadi seorang peserta yang tidur bareng dengan narasumbernya di konferensi."
Christian membaringkan tubuhnya lagi ke tempat tidur. "kamu memang peserta yang tidur bareng dengan narasumbernya di konferensi, Clara."
"ini ga lucu, Chris." bisikku. "cepatan, pergi dari sini!"
"kamu menyakiti perasaanku, Clara." Christian menyeringai saat dia turun dari tempat tidur. "mengusirku dari kamar tengah malam seperti ini. Belum pernah ku mendengar dan melihat sikap dingin seperti ini."
"shut up." bisikku. "pergi" aku menunjuk ke arah pintu. "cepat pergi dari sini".
Aku membaringkan tubuh ke tempat tidur. "kamu idiot." Christian menciumku "selamat malam, Anderson."
Aku tersenyum melihat Christian. "ini udah pagi, Christian."
Christian berdiri dan memakai jaket dan segera pergi menuju pintu.
"pak Christian"
Christianpun berbalik ke arahku.
"aku rasa, kamulah yang pertama menyebutkan namaku." kata Clara
Christian memutarkan matanya. "
Christian tersenyum ke arah Clara. "dan kamu sexy." Christian mencium bibirku. "selamat malam, Anderson."
aku tersenyum melihatnya. "ini sudah pagi ya Chris."
Christian berdiri sambil memakai jaketnya. Christian pun berjalan menuju pintu kamar.
"Pak Christian." panggilku
Christian menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Clara.
"aku rasa, kamulah orang yang pertama mengeluh eluhkan namaku."
Christian menyeringai, "hmmm... Itu masih bisa diperdebatkan."
Pintu kamar tertutuo dibelakang Christian. Clara yang masih terbaring di ranjang menatap ke arah langit-langit.
"Hmmm, ternyata ini menyenangkan" ucap Clara dalam hati.
...****************...
__ADS_1
Clara terbangun dari tidurnya. aku mencari ponsel untuk melihat waktu saat ini. Ketika aku melihat ponsel ternyata waktu menunjukkan jam 8.50. Mataku pun membulat melihat waktu. Acara konferensi hari ini dimulai jam 8 pagi. Aku langsung terbangun dan lari ke kamar mandi.
lima belas menit kemudian aku sampai di ruang konferensi dan melihat seluruh peserta sudah duduk dengan rapi sambil mendengarkan seorang wanita.
Aku datang dengan terengah-engah, dan semua orang melihat ke arahku. "hai, i'm sorry, I'm late. My alarm didn't go off." (hai, mohon maaf aku terlambat. Alarm ku mati).
Mentornya meminta Clara untuk duduk. "it's okay. Please take a seat." (iya gak apa, silahkan duduk)
aku berjalan menuju kursi yang kosong. Rasanya malu dan ingin menghilang dari bumi ini. Aku terlihat seperti seseorang yang tidak profesional.
Aku melihat ke arah Christian. Christian mengigit bibir bawahnya untuk menahan dirinya tersenyum saat dia mendengarkan mentor berbicara. Christian terlihat sangat cool. Christian memakai setelan jas berwarna abu tua, terlihay seperti seorang model yang telah melakukan photoshoot. Rambutnya tersisir dengan rapi. Semua yang ada di Christian sangat sempurna.
Aku menggigit bagian dalam pipi ku agar aku tidak tersenyum seperti seseorang yang ingin menerkamnya.
...----------------...
kami semua sedang berada di sebuah cafe. Meminum kopi dan teh untuk menghabiskan waktu istirahat.
Christian sedang duduk dengan tiga orang wanita, sedangkan aku sedang berbicara dengan Nelson dan William.
salah satu wanita bertanya kepada Christian. "Christian..." suara wanita itu dibuat sexy. "apa kamu ada waktu malam ini? Kamu berjanji untuk pesta bersama kita."
Christian mencuri-curi pandang ke arah Clara dan merasa bersalah. " huh... Aku tidak bisa malam ini."
"kenapa ga bisa Christian?" wanits lain bertanya. "kamu kan sudah berjanji."
"iya, mohon maaf aku malam ini tidak bisa. Ada pekerjaan yang harus ku selesaikan bersama Clara." Jawab Christian.
"oh, pekerjaan itu sudah selesai, setelah kamu pergi semalam Christian." Tambah Clara.
"benarkah?" Christian menatapku dengan rasa tidak percaya.
"hahaha. Iya itu benar." wanita wanita itu menjawab dan Christian menatapku dengan datar.
...****************...
Kamar mandi menjadi beruap dan juga panas. Kepala ku senderkan ke pinggiran bathtub. Aku sedang me relax kan tubuh ini di bathtub. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan aku sudah mulai mengantuk.
Tiba-tiba aku mendengar pintu kamar ku terbuka dan tidak lama tertutup lagi.
Aku mengernyitkan dahi dan memikirkan mungkin itu seorang housekeeper. "halo..." aku memanggilnya.
"hai..." Christian berjalan ke arah bathtub. Christian membuka jaket jas dan melemparnya ke samping.
"kamu ngapain?" tanya Clara
Christian masih membuka semua pakaian yang ada di badannya.
"gimana kamu bisa masuk kesini?" tanya Clara lagi
"pakai kunci?" Christian membuka sepatunya
Christian membuka resleting celananya. "aku mengambil kuncimu ketika kamu mengusirku dari kamar."
"kamu mencuri kunci kamarku?" tanya Clara
"meminjamnya. Tenang, kita sudah pernah melihat satu sama lainnya, bahkan keringat kita pun sudah menyatu." Christian menurunkan boxernya. "geser sedikit, aku juga mau masuk"
Christian masuk ke bathtub dan duduk diantara kedua kakiku. "ah, airnya terlalu panas"
Kemudian Christian menyalakan air dingin.
__ADS_1
Christian tersenyum dan menyenderkan badannya ke bathtun sambil memejamkan matanya.
aku melihatnya sejenak. "bagaimana kencanmu dengan wanita itu?" tanya Clara
"itu bukan kencan." jawabnya
"oke, your 4some."
"kamu suka itu yaa." gumam Christian. "alasan untuk menggodaku selamanya." rambutnya acak-acakan, pesonanya sangat menggoda.
aku terkejut melihat Christian saat ini. Tidak pernah sedikitpun mengganggap Christian itu menyenangkan ketika berada didekatnya.
Christian membuka satu matanya. "apa?"
"kamu sungguh pria yang sangat tampan, Pak Christian." jawabku.
Christian menyeringai, "apa itu suatu pujian terhadapku, Anderson?"
Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Christian dan Clara melakukan hs lagi malam ini untuk beberapa kali.
...----------------...
Para peserta tertawa mendengar sesuatu yang dikatakan oleh mentor ketika Christian memasuki ruangan.
Aku benci mengakuinya tapi apa yang dikatakan Angel itu benar. Aku memang membutuhkan ini semua. Aku jadi lebih fresh dan berenergi. Dan tentu saja dengan aktivitas yang bisa dilakukan pada malam hari dan seseorang yang selalu menemaniku malamnya.
Aku menemukan apa yang harus kita temukan pada konferensi ini -- pikiran yang bersih dan tidak berantakan. Siap untuk fokus kembali pada pekerjaan yang sudab menunggu.
"halo..." suara Christian berasal dari salah satu sisi ruangan. Kami semua terkejut dan melihat ke arah Christian.
Christian terlihat sangat tampan hari ini. Memakai setelan jas berwarna biru muda, kemeja putih. Rambutnya sangat rapi.
"Pak Miles." salah satu mentor menjawab.
"mohon maaf mengganggu waktunya.. saya disini ingin mengucapkan selamat tinggal."
Aku melihay ke belakang Christian terlihat ada sebuah koper yang sudah siap.
Apa?
Christian mau pergi?
Christian berjalan ke tengah ruangan, "saya ada rapat yang sangat mendadak di Paris, dan itu tidak bisa ditinggalkan. Penerbangan saya sebentar lagi, dan setelah ini saya akan langsung pergi ke bandara." Christian tersenyum sambil melihat ke semua orang.
"selamat atas apa yang kamu raih minggu ini." Christian melanjutkan, "kamu harus bangga pada dirimu sendiri, karna sudah meluangkan waktu untuk hadir di konferensi ini. Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Itu adalah sebuah pola pikir. saya meminta kalian untuk mempraktekan apa yang kalian dapat disini." Christian memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. "Anda hidup hanya sekali. anda harus meraih kesuksesan dengan kedua tangan anda."
Christian melirik ke seluruh peserta konferensi. Dan aku menunggu Christian untuk menatapku.
Lihat aku Christian
"berikan tepukan yang meriah untuk pak Christian Miles." ucap mentor. "pak Christian Miles adalah orang yang sangat sibuk, dan Christian meluangkan waktunya untuk konferensi ini belum pernah terdengar sebelumnya di dunia corporate."
Semua orang bertepuk tangan, tapi hati Clara mulai berdetak sangat karna panik. Christian akan pergi.
Lihat aku Christian
Christian mengangkat tangan dan menepukkannya dengan semua orang yang ada di konferensi ini. Lalu berjalan ke arah pintu dan membawa kopernya keluar ruangan. Setelah tepukkan sekali lagi terdengar, Christian berjalan keluar tanpa melihat ke belakang sekalipun.
Christian pergi tanpa berpamitan kepadaku?
__ADS_1