
"okey, kita lihat detailnya" kata Angel sambil minum
Aku mengangguk sambik ambil sedikit makanan. Aku dan Angel lagi di restauran untuk makan siang. Sehari sebelum keberangkatan ke Épernay, Prancis. "Koper lu udah siap"
Angel ngambil buku kecil untuk menceklis dan membaca list persiapan yang ditulisnya.
"uh-huh."
Angel menceklis list pertama di bukunya.
"Rambut - sudah" Angel melanjutkan membaca list persiapan Clara. "Janji pertemuan - sudah" Angel terus membaca list yang dibuatnya sendiri.
Aku terus memakan makan siangku. Sangat tidak bergairah untuk kegiatan minggu depan.
"Oh..." Angel mengerutkan dahinya. "Lu udah nge waxing belum, Ra?
I roll my eyes.
"Ada banyak kesempatan di konferensi ini, Ra." lanjut Angel
"yang bener aja sih lu Ngel?" aku menatapnya dengan datar. "lu minta gue pergi ke Perancis, cuma untuk tidur sama seseorang?"
"well..." Angel menaikan bahunya "kenapa nggak?"
"Angel..." aku menyimpan pisau dan garpu di piring. "*** adalah hal yang terakhir yang gue ingini. Gue masih ngerasa nikah sama satu orang pria."
Wajah Angel berubah menjadi sedih dan menyimpan buku kecilnya "tapi lu udah ngga, Clara" Angel menggenggam tangan Clara di meja makan "Ryan meninggal 5 tahun yang lalu, honey. . . . Dan gue tau pasti Ryan ga mau lu hidup sendiri selamanya."
Aku terpejam mendengar pernyataan Angel itu.
"Ryan pasti ingin lu menjalani hidup sepenuhnya... Kalian semua."
Aku mulai merasakan ada sesuatu di tenggorokanku.
"Ryan pasti mau lu bahagia, diperhatikan ...dan dicintai"
"aku hanya...." jawabku lirih
"aku hanya apa Ra? Tanya Angel
"Aku hanya ngerasa ga akan bisa move on, Ngel" jawabku dengan sedih. "bagaimana ada pria yang hidup setara seperti Ryan Anderson?
"ga akan ada yang menggantikan Ryan, Clara. Dia suami lu." Angel tersenyum "maksud gue, pergilah nge date, senang-senang... Itu aja"
"mungkin" aku berbohong
"lu perlu melepas cincin kawin lu, Ra dan pindahin ke tangan yang lain."
Air mataku sudah mulai penuh
"ga akan ada pria yang mendekati lu karena mereka akan berfikir kalau lu udah menikah, Ra"
"aku senang begitu, Ngel"
__ADS_1
"Ryan ngga Ra. Dan ketika dia menemukan seseorang untuk lu. dia pasti akan mengirimkan pria itu ke lu. Tapi lu harus siap"
Aku menatap Angel sambil menangis
"Ryan masih sama lu, Ra. Dia akan selalu ada di hati lu. percayalah kalo Ryan akan selalu memperhatikan lu dari sana. Lu harus melepasnya, Ra"
Mataku masih menatap Angel
"lu ga mati dalam kecelakaan bersama Ryan, Ra. Hiduplah selagi bisa"
Aku menundukkan kepala dan melihat piring ku, nafsu makanku berkurang seketika
"gue bakal booking tempat waxing buat siang ini"
Aku mengambil pisau dan garpu lagi. "mereka harus menggunakan parang.. Punyaku sudah seperti semak-semak"
Angel tertawa "yaah, semak-semaknya harus segera dipotong"
...****************...
Akupun tiba di rumah. Rumah aku dan Ryan. Rumah yang penuh kenangan. Seketika aku mengingat kejadian waktu itu ketika polisi datang dan mengetuk pintu rumahku.
Flashback
"Benarkah anda Ibu Clara Anderson?"
"iya benar"
beberapa waktu kemudian sangat monumental dan menyakitkan. Aku masih mengingatnya dengan jelas, apa yang aku rasa, yang ku katakan dan yang ku gunakan.
Aku melihat diriku sendiri menangis disamping jenazah Ryan. Membisikkan ke tubuh yang sudah tidak bernyawa itu janji yang abadi.
"aku akan menjaga dan merawat anak-anak seperti yang kamu mau. Aku akan meneruskan apa yang kita mulai. Aku akan menjaga impian mu untuk tetap hidup... Aku berjanji. I love you, my darling."
Flashback selesai ~
Teringat kata-kata dari Angel bahwa Ryan akan selalu ada di hati ini membuatku tersadar.
Ryan memang sudah tiada
Ryan tidak akan kembali
Aku tau ini sudah waktunya..
Itu tidak akan mengurangi rasa sakitnya
Tapi aku ga bisa membayangkan hidupku tanpa Ryan. Aku gatau bagaimana bisa kulakukan.
Aku melihat cincin kawinku dan memegangnya sebelum ku melepaskannya.
Air mataku terus mengalir; beban yang menyesakkan dadaku dan secara perlahan aku mulai melepaskan cincin kawin dari jari manisku dan akhirnya terlepas.
Rasanya ringan tanganku tanpa cincin kawin. Aku benci tanganku tanpa cincin itu.
__ADS_1
aku benci hidupku tanpa cintanya Ryan.
Aku menundukkan kepalaku di stir mobil dan membiarkan diriku sendiri untuk menangis.
...----------------...
Aku memasukkan sepasang sepatu terakhirku ke koper "mami pikir udah selesai semua."
"mami udah masukin sikat gigi belum?" tanya Patrick sambil tiduran di kamarku disebelah koper
"belum, mami kan masih pakai sikat giginya. Mami beresin besok pagi aja"
"oke"
"jadi, nanti granma akan ada disini ketika kamu pulang sekolah besok." aku mengingatkan Patrick lagi.
"iya iya mami, aku ingat." jawab Patrick sambil memalingkan matanya
"aku harus nelpon mami pas Harry nakal" Patrick menghela nafasnya ketika mengucapkan apa yang aku minta
"yap, betul itu"
yaa, aku punya 3 orang anak laki-laki. Jeandra umurnya 17 tahun dan dia adalah bodyguard personalku. Harry umurnya 13 tahun, aku bersumpah, aku gatau antara dia jenius yang bisa mendapatkan penghargaan nobel atau dia bisa juga di penjara. Harry anak yang paling usil jahil yang pernah aku kenal, selalu kena masalah di sekolah.
Dan anak terakhirku, Patrick umurnya 9 tahun. Patrick kebalikannya dari Harry. Patrick itu anaknya manis, gentle dan masuk akal dan segala sesuatu yang ga ada di kakaknya. Tapi Patrick juga membuat aku khawatir, karena Patrick ditinggalkan ayahnya ketika dia masih usia 4 tahun. Patrick tidak mengingat ayahnya.
"okay, bacain list mami yaa" pintaku
"Ba . . . " Patrick mengerutkan dahinya sambil melanjutkan membaca "ba-ju"
"baju bisnis."
"yes" Patrick tersenyum karna hampir bisa
Aku mengacak-ngacak rambutnya "cek"
Patrick menceklisnya. "Pak . . . ". mengerutkan dahinya lagi karna stak
"Pakaian casual?"
Patrick menganggukkan kepalanya
"cek"
"Pj's" Patrick membungkukkan bahunya dengan semangat "ha, aku tau itu"
"iya sayang, liat kamu sekarang sudah besar dan bisa membaca"
Patrick mengidap dyslexia, dan membaca hal yang berat untuk Patrick tapi kita hampir bisa.
Aku dan Patrick mengecek seluruh barang bawaan yang harus aku bawa besok.
Aku menatap koperku dan kedua tanganku berada di pinggang "okay, mami rasa ini sudah selesai".
__ADS_1