
Hampir semalaman Atena memikirkan aroma yang diciumnya di tubuh Aldo. Semakin membuat dirinya penasaran, apalagi alasan Aldo yang menurutnya terlalu aneh.
Pikiran-pikiran buruk mengenai Aldo bersemayam cantik di kepala Atena. Sudah berusaha menyangkalnya, tetapi pikiran itu terus saja seperti menghantui Atena.
"Ana," lirih Aldo dengan suara serak khas bangun tidur.
Atena tersadar dari lamunannya, perempuan itu menengok kearah Aldo yang sedang setengah tidur sambil memeluk dirinya. "Kenapa, mas?"
Aldo menyipitkan matanya, "belum tidur? Kenapa, Ana?" Tanya Aldo yang dibalas gelengan kepala oleh Atena.
"Terus kenapa belum tidur? Ada yang ganggu kamu lagi?"
Atena menghela napasnya pelan, "enggak ada, mas. Ini aku mau langsung tidur, kok," ucapnya sembari mematikan lampu tidur, kemudian ikut bergabung bersama Aldo. Memeluk pria itu dengan erat, seolah berusaha menghilangkan kekhawatiran dan rasa penasarannya.
Setiap malam seperti ini sejujurnya membuat Aldo berpikir bagaimana cara membujuk Atena agar mau meresmikan hubungan keduanya. Selain ingin menjadikan perempuan itu seutuhnya, Aldo juga ingin memperlihatkan kepada seluruh dunia bahwa perempuan inilah yang berhasil membuatnya bangkit dari keterpurukan. Perempuan inilah yang menjadi alasan Aldo bertahan sampai sekarang.
Sedikit ragu untuk berbicara membuat hal tentang pernikahan. Karena sejauh ini Atena selalu berusaha menolaknya secara halus, dan meyakinkan dirinya untuk menunggu sampai perempuan itu lulus kuliah.
Aldo mengeratkan pelukannya, mengusap surai hitam milik sang kekasih. "Ana, aku gamau kamu dicap buruk orang lain," ucapnya pelan, masih dengan tangan yang mengusap surai Atena.
Semoga saja kali ini Atena menyetujui ucapannya, dan tanpa berkilah lagi.
"Maksudnya?" tanya Atena bingung.
__ADS_1
"Kita resmikan hubungan kita, Ana. Aku gamau hubungan yang sekarang kita jalani malah jadi boomerang buat kita berdua. Aku mohon, ya?" ucap Aldo membuat Atena dian seketika.
Aldo yang tadinya sudah mengantuk matanya kembali segar, apalagi melihat kekhawatiran yang tercetak jelas di wajah sang kekasih.
Jujur saja Atena masih bingung kenapa akhir-akhir ini Aldo gencar sekali mengajaknya menikah. Dan juga gelagat aneh yang pria itu lakukan membuat Atena khawatir dan juga semakin penasaran. Mungkin saja dengan hubungan mereka berdua yang telah resmi nanti bisa membuat Aldo terbuka.
Semoga saja pilihan Atena tidak salah kali ini. Berharap semuanya bisa sesuai dengan keinginannya.
"Mas," panggil Atena.
"Hm?"
"Kalau cuman diresmikan saja tanpa resepsi gak apa-apa? Maksud aku kita resepsi setelah aku lulus kuliah. Gimana, mas?" ujar Atena seketika membuat wajah Aldo cerah.
"Makasih sayang," ujar Aldo lembut membuat hati Atena berdesir. Hanya karena menyetujui perkataan Aldo, pria itu nampak begitu senang.
Atena rasa berbicara soal saling terbuka satu sama lain bisa dibicarakan sekarang. Apalagi sebentar lagi mereka akan meresmikan hubungan keduanya.
"Tapi aku ada syarat mas." Atena kembali berucap.
"Apa, hm? Aku akan berusaha untuk memenuhinya." Aldo berkata sambil mengelus rambut Atena, kemudian mengecupnya pelan.
"Hubungan yang mulus dan baik-baik saja itu karena terjalinnya karena komunikasi yang baik, kan. Aku rasa itu sudah kita terapkan. Tapi ada yang mengganjal di hatiku."
__ADS_1
"Apa? Kamu bisa ucapkan sayang."
Atena menarik napasnya, "syarat yang aku minta cukup satu. Aku ingin kita saling terbuka satu sama lain, tanpa ada kebohongan atau pun sesuatu yang saling kita sembunyikan. Aku rasa dihubungan kita itu tidak diterapkan, ya, mas? Hanya aku saja yang terbuka, sedangkan kamu masih menutupi semuanya dariku," ujar Atena membuat Aldo terdiam seribu bahasa.
"Aku gak sembunyikan apapun, Ana," jawab Aldo dengan suara yang lembut.
"Yakin?" Aldo mengangguk ragu.
"Ah, ternyata aku salah menyetujui keinginan kamu meresmikan hubungan kita." Atena mendesah kecewa, tangannya perlahan melepaskan pelukan keduanya. "Aku mau tidur, mas. Tolong lepaskan," ujarnya dengan nada datar.
"Ana," lirih Aldo.
Atena menoleh, "besok kita bicarakan. Barangkali mas berubah pikiran untuk tidak melanjutkan hubungan ini, karena mas gamau terbuka sama aku. Atau lebih tepatnya mas gak mau menyebarkan privasi mas ke orang lain!" ujar Atena dengan tegas.
Aldo mengeram pelan. "Ana! Kamu buka orang lain!" ujar Aldo dengan nada terselip amarah.
Atena bergeser jauh dari Aldo, berusaha menutup matanya. Tetapi sebelum itu dia berucap, "kalau sekiranya kamu keberatan, kita sudahi saja mas hubungan yang menurutku hanya aku saja yang membuka diri untuk kamu!"
"ANA!" Teriak Aldo tak terima dengan keputusan sepihak Atena. Pria itu kemudian menarik Atena dan langsung mencumbu bibir perempuan itu dengan kasar dan penuh amarah.
"Hmpt!" Atena berusaha menghindar.
"Diam!" bentak Aldo, kemudian ia kembali mencumbu Atena yang berontak. Bahkan perempuan itu mengeluarkan air matanya.
__ADS_1