CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif

CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif
Lagi? 18+


__ADS_3

"Selamat datang kembali sayang," ucap Aldo dengan senyuman manis di bibirnya. Pria itu terlihat lebih ceria dan juga hidup dibandingkan beberapa hari ketika menemui Atena di cafe.


Atena ikut tersenyum melihat sang kekasih terlihat berbunga-bunga dan juga bahagia. Ternyata Atena tidak salah mengambil langkah. Ia merasa ikut bahagia melihat senyum Aldo yang tidak luntur, bahkan dimulai dari kost miliknya.


Atena juga merutuki dirinya sendiri. Kejadian kemarin ketika Aldo terlihat berbeda dari dirinya yang biasa Atena lihat salah satu faktor penyebabnya adalah dirinya. Sisi lain Aldo terpancing keluar karena Atena yang memaksa meminta lelaki itu jujur tentang diri Aldo yang sebenar-benarnya.


Seharusnya Atena tidak perlu meminta itu dan terlihat meragukan cinta dan kasih sayang yang Aldo miliki untuk dirinya. Dari semua perlakuan Aldo selama bertahun-tahun bersama harusnya Atena cukup menerima segala kekurangan Aldo tanpa menuntut apapun itu.


Aldo menatap Atena dalam, senyumnya perlahan luntur. "Kenapa, Ana? Kamu berubah pikiran dan mau ninggalin aku?" tanya Aldo lirih.


Atena mengerjap kemudian menggeleng dengan cepat, kemudian perempuan itu langsung memeluk Aldo. "Enggak, Mas. Aku cuman kecewa sama diri aku aja yang kemarin terkesan egois dan malah menimbulkan luka buat kamu." Atena mendongak sambil memeluk tubuh Aldo.


"Bener, kan? Kamu gak lagi bohongin aku?" tanya Aldo memastikan.


Atena menggeleng kencang, kemudian menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aldo. Memeluk tubuh sang kekasih dengan erat.


Melihat tingkah Atena yang kembali lagi seperti sedia kala, membuat perasaan Aldo membuncah. Dirinya lebih senang Atena yang bergantung pada dirinya, dibandingkan Atena yang pembangkang dan juga mandiri.


Aldo membalas pelukan Atena, mengusap punggung sang kekasih. Tetapi, kegiatannya berlanjut lebih dari yabg seharusnya. Tangan kekar Aldo merambat ke bawah, mengelus bongkahan padat milik Atena. Kemudian meremasnya pelan.

__ADS_1


"Lembut," bisik Aldo, kemudian meniup telinga Atena. Membuat sang kekasih merasakan gelenyar aneh di dalam dirinya.


Tanpa sadar Atena semakin memeluk Aldo dan menggesekkan tubuh keduanya. Membuat Aldo menahan umpatannya karena merasa terpancing.


"Jangan nakal, Ana," bisik Aldo dengan suaranya yang tercekat.


"Kamu duluan, ya, mas!" Atena tidak terima dituduh begitu saja oleh Aldo. Sudah jelas yang memancing duluan ada pria itu, tetapi dengan kurang ajarnya malah menuduh Atena.


"Udah ah pelukannya, gak enak ada yang ngeganjel!" ujar Atena sembari mendorong tubuh Aldo.


Aldo menahan napasnya, berusaha mengendalikan diri. Matanya mulai berkunang-kunang karena diselimuti kabut gairah. "Sayang," panggil Aldo dengan lirih.


Aldo menggeleng, "enggak! Kamu disini mulai sekarang, Ana. Apartemen kamu bakal aku jual," jawab Aldo masih dengan suaranya yang terdengar tercekat.


"Tapi itu hadiah dari kamu buat aku loh mas." Atena mendengus tak suka. "Aku gak setuju buat dijual!" Aldo mengangguk saja agar cepat selesai permasalahan tersebut. Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara menuntaskan hasratnya yang terpancing karena Atena.


Aldo menyeringai, otak pintarnya baru saja menemukan ide yang bisa menguntungkan dirinya. Dengan perlahan Aldo mendekati Atena kemudian tersenyum.


"Kamu kenapa?" tanya Atena kebingungan.

__ADS_1


Aldo menyeringai, "hukuman buat kamu."


"Maksudnya apa, sih!? Aku gak buat salah apa-apa loh, mas."


"Oh, ya? Ketemuan dengan pria lain tanpa aku, itu bukan kesalahan?" ucap Aldo masih mengungkit kejadian tersebut. Sebenarnya ini hanya akal-akalannya saja, agar ada alasan untuk menyentuh Atena.


"Loh? Kamu masih bahas itu? Kemaren aku digempur habis-habisan sama kamu, itu bukan hukuman!?" ujar Atena dengan suara kesalnya. Ia tahu jika ini hanya akal-akalan Aldo saja, karena Atena menolak untuk disentuh.


"Aku tahu, ya, mas kalo ini cuman akal-akalan kamu aja." Atena mendengus pelan.


Wajah Aldo berubah sayu, berusaha memasang wajah memprihatinkan. "Sayang, udah gak tahan." Aldo memasang wajah tersiksanya, tangannya mengusap pusaka miliknya.


"Pakai tangan, ya. Please?"


Atena menghela napasnya kemudian menghampiri Aldo, sekaligus membuka celana bahan yang dikenakan oleh sang kekasih.


"Dasar baperan!" Ujar Atena, kemudian meremasnya.


"SAYANG!" pekik Aldo.

__ADS_1


__ADS_2