CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif

CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif
The beginning of everything


__ADS_3

Pasangan anak adam saling melempar senyum, kedua tangannya saling bergandengan. Tak segan, diatas altar pernikahan sang mempelai pria mencium pengantin wanita. Sorakan dari tamu undangan tak membuat mereka menghentikan ciuman itu.


Keduanya hanyut dalam rasa bahagia yang membuncah, rasa cinta yang selama ini mereka punya benar-benar menyatu hari ini.


Bibir keduanya saling berjauhan, sang mempelai pria mengusap lembut bibir wanita di depannya yang beberapa menit lalu sudah resmi jadi istrinya. Senyuman yang selama ini tak pernah diperlihatkan kepada siapapun, kecuali kepada sang kekasih kini ia tampilkan dihadapan semua orang.


Rasa sakit, sedih, kecewa, dan putus asa sudah tergantikan dengan rasa bahagia hari ini. Meskipun sempat merasa kehilangan arah karena acara sakral sekali dalam seumur hidupnya tidak dihadiri oleh seluruh keluarganya, tetapi Aldo kembali tersenyum dan merasa lega karena ia masih punya keluarga Kardi.


Ya, seminggu sebelum acara dimulai, Aldo menghubungi keluarga Kardi. Meskipun selama ini mereka sering berhubungan, apalagi Kardi yang sering membantunya di kantor. Tetap saja, Aldo harus menghubungi istri Kardi dan beberapa keluarga Kardi yang lainnya.

__ADS_1


Aldo juga tidak pernah melupakan Farhan sang sahabat tercintanya yang sedang berada di negeri seberang. Dan Farhan tetap datang, pria itu juga berencana menetap kembali di Indonesia dan menggantikan posisi Kardi yang selama ini membantunya dalam mengurus perusahaan.


Kebahagiaan Aldo semakin lengkap karena semua orang terkasihnya yang masih ada bisa hadir dan menyaksikan dia mengucapkan sumpah seumur sehidupnya. Bibirnya terus berkedut menahan rasa bahagia yang sebentar lagi akan membuncah. Dadanya berdegup kencang, apalagi ketika melihat wajah Atena yang begitu cantik menawan dimatanya.


Kemudian Atena dan Aldo jalan beriringan. Tak sengaja matanya menatap keluarga Kardi yang tersenyum hangat kearahnya. Mata Karina, istri dari Kardi terlihat berkaca-kaca. Begitupun dengan Kardi, menatap dirinya dengan binar bahagia dan juga segurat sendu di wajah yang sekarang sudah sedikit berkeriput. Begitupula Farhan yang tersenyum lebar kearahnya dan terlihat bangga.


Aldo membalas tatapan keluarga Aldo dengan sorot bahagia dan tanpa terasa satu tetes air matanya jatuh. Sebahagia ini dia bisa berada dititik ini, meskipun tidak ada keluarganya.


Alin, ibu panti yang mengurus Atena itu benar-benar dianggap ibu kandung sekaligus dianggap rumah oleh Atena. Dan juga semua anak panti datang ke acara pernikahan mereka, jelas itu permintaan Atena. Perempuan itu benar-benar menganggap semua yang berada di panti itu adalah keluarga baginya.

__ADS_1


Selama ini hanyalah kasih sayang Alin yang dia dapatkan, dan juga kebahagiaan yang dia dapatkan dari panti. Maka dari itu, Atena menghormati Alin melebihi dari apapun. Bahkan Atena tidak pernah peduli atau berusaha mencari keluarganya. Justru dia beruntung bisa dirawat baik oleh sosok seperti Alin.


Masih saling menggenggam satu sama lain, Aldo berbisik kepada Atena. "Kita bahagia, semua bahagia, Ana. Kesakitan yang kita dapatkan dulu, terbayarkan sekarang."


Atena menoleh kemudian tersenyum manis, "iya, mas. Terimakasih sudah berada dititik ini bersamaku."


Keduanya saling melempar senyum, kemudian kembali menghadap depan. Dan ketika berjalan perlahan, mata Aldo menangkap sesosok yang membuat rahangnya mengeras.


"Pasti kamu yang undang dia?" tanya Aldo dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


Atena meringis, "maaf, mas."


Aldo menyeringai, "hukuman nanti malam. Siap-siap saja, lebih dari biasanya!"


__ADS_2