CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif

CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif
Mata-mata siapa?


__ADS_3

Pagi ini Atena kembali ke rutinitasnya untuk berkuliah. Karena dua hari ke belakang perempuan cantik ini bolos masuk kuliah karena Aldo yang tiba-tiba menjadi lebih manja dan tidak ingin ia tinggalkan. Apalagi yang lebih parahnya selama dua hari ke belakang, Aldo pun tidak masuk kerja.


Memikirkan hal itu membuat kepala Atena pening. Ia yakin jika Aldo menyembunyikan sesuatu dari dirinya, apalagi perubahan dalam diri Aldo yang tiba-tiba membuat Atena bertanya-tanya. Bahkan tubuh Atena ada di dalam kelas sedang mendengarkan dosen, tapi pikirannya kabur kemana-mana.


"Atena!" tegur Alica--sahabat Atena.


Atena mengerjap langsung tersadar dari lamunannya. "Eh, kenapa, Ca?" tanya Atena sedikit linglung.


"Lo ada masalah, ya? Kenapa keliatan ngelamun terus, terus kemarin lo dua hari gak masuk. Ada apa, sih!?" tanya Alica pensaran. Apalagi gelagat Atena yang membuatnya semakin curiga dan penasaran.


Atena berdehem, "nanti aja, ya. Sekarang kita kelas dulu, aku aja bingung harus cerita ke kamu," jawab Atena dengan lesuh.


Alica langsung mengusap bahu Atena, ia harus cukup bersabar jika ingin mendengar keluh kesah sahabatnya. "Oke, nanti kelar kelas langsung cerita ke gue ya, Ate?" Atena mengangguk, kemudian kembali memperhatikan dosen tetapi dengan pikiran kosong.


...----------------...


"Jadi lo kenapa? Dua hari gak masuk, di kelas malah bengong?" tanya Alica to the point, ketika keduanya baru saja duduk di kantin fakultas.


Atena menghela napasnya panjang, kemudian mimik wajahnya berubah murung. "Pacar aku kayanya ada masalah deh," jawab Atena dengan lesuh.


Satu alis Alica terangkat, "maksud lo?"


"Kemarin dua hari itu aku nemenin dia yang tiba-tiba jadi aneh, manja, gak kaya biasanya. Mana dia maksa aku gak masuk kuliah, ngikutin aku kemana pun aku pergi," jawab Atena pelan.


Alica menghela napasnya kasar. "Ya bagus dong, artinya pacar lo makin nempel sama lo, dan gak ngelirik cewek lain. Aneh lo jadi cewek! Pacar manja malah kebingungan," sahut Alica dengan santai, tidak tahu bagaimana tabiat Aldo yang asli.


Atena berdecak kesal. Justru jika Aldo berubah manja itu menandakan bahwa laki-laki itu butuh ketenangan dan menandakan juga bahwa ada yang tidak baik-baik saja. "Justru pacar aku itu kalo tiba-tiba manja berarti dia lagi gak baik-baik aja! Udah keliatan jelas tahu. Soalnya kalo lagi aman damai tentram dia itu nyebelin dan gengsi selangit!" sahut Atena dengan bibir mengerucut lucu.


Alica tertawa keras melihat ekspresi Atena yang menurutnya lucu. "Ya, mana gue tahu, Ate!" sahut Alica, kemudian gadis itu membenarkan posisi duduknya menghadap ke arah Atena sepenuhnya. "Coba lo udah nyoba buat nanya ke dia ada masalah apa?" Atena mengangguk.


"Jawabannya apa?"


"Dia jawab baik-baik aja, katanya cuman pengen manja aja ke aku. Tapi, aku gak percaya ish! Dia pasti menyembunyikan sesuatu," jawab Atena dengan wajahnya yang terlihat kesal.


Alica mengangguk paham, tetapi jika dipikir-pikir ulang tidak ada yang salah dengan kekasih Atena yang tiba-tiba manja. Bagi Alica justru itu bukan masalah besar, tetapi kenapa sahabatnya malah terlihat frustasi.

__ADS_1


"Tapi, kalo kata gue sih dia emang beneran kangen aja sama lo. Pacar lo pasti sibuk di kantor, kan? Nah, mungkin aja dia beneran kangen, dan sampe tiba-tiba berubah manja dari yang tadinya gengsi selangit," ujar Alica memberikan saran, agar Atena tidak terlalu overthiking.


"Udah gak usah lo pikirin, Ate. Justru lo harusnya seneng dia makin nempel sama lo," ucap Alica meyakinkan Atena bahwa ini bukanlah masalah besar. "Sekarang mending ke apartemen lo deh, gue mau numpang makan. Ayo!" ajak Alica menarik tubuh kecil Atena, membuat gadis cantik itu dengan pasrah terseret.


"Padahal aku belum ngasih izin kamu!" timpal Atena dengan mengerucutkan bibir.


Alica malah tertawa dan tidak memperdulikan Atena yang menggerutu sebal karena tubuhnya tertarik oleh Alica.


...----------------...


"Makasih, Ate. Nanti gue bakalan sering main deh ke apartemen lo, hehe," ujar Alica dengan senyuman lebarnya. "Dadah!" Alica melambaikan tangannya.


"Dadah Aca! Hati-hati di jalan," sahut Atena membalas lambaian tangan Atena yang sekarang sudah perlahan menghilang di belokan koridor apartemen.


Tiba-tiba Atena mengerutkan dahinya, karena melihat sekelebat bayangan. Padahal Atena sudah jauh tetapi kenapa masih ada bayangan orang lain di ujung koridor sana.


Baru saja satu langkah, tiba-tiba langkah Atena terhenti. Ia mengingat suatu hal. "Pasti suruhannya Mas Aldo! Ish, nyebelin banget sih sampe harus diikutin segala. Padahal aku cuman di apartemen sendiri, nanti juga balik lagi ke apartemen mas Aldo," gumam Atena dengan wajah cemberutnya.


Perempuan dengan dress sebatas paha itu kemudian masuk ke dalam unit apartemen miliknya. Rasanya Atena ingin merebahkan tubuhnya yang seharian terasa lelah, apalagi Alica yang membuat energinya terkuras habis.


Sedang sibuk-sibuknya mengomel, Atena mendengar seseorang yang seperti memasukan kode masuk apartemennya. Dan tidak lama kemudian sosok tampan dengan balutan jas hitam berdiri menjulang di hadapan Atena.


Atena mengerjap lucu karena sedikit kaget melihat Aldo yang masih sore sudah pulang. Apalagi pulang ke apartemen milik dirinya, bukan apartemen milik Aldo.


"Eh?"


"Kenapa?" tanya Aldo dengan suara datarnya.


"Kenapa gimana maksudnya mas?"


"Siapa suruh pulang ke apartemen kamu? Emamg aku nyuruh kamu pulang?"


Atena hendak bangun dari tidurnya di sofa, namun instruksi suara dari Aldo membuatnya ciut.


"Tetap dalam posisi, Na!"

__ADS_1


Atena kembali merebahkan tubuhnya di sofa, sebenarnya posisinya sedikit kurang nyaman. Apalagi dress pendeknya yang semakin memamerkan paha mulus miliknya.


"Kenapa? Jawab pertanyaan aku!"


"Tadi Alica main ke apartemen mas, gak mungkin aku ajak dia ke apartemen mas Aldo. Jadinya aku ajak ke apartemen aku aja. Lagipula apartemen kita masih di lorong yang sama mas," jawab Atena takut-takut menjawab pertanyaan Aldo.


Aldo menghela napasnya, "yaudah, kali ini aku kasih maaf dan gak ada hukuman."


Wajah Atena berubah menjadi lebih berseri, apalagi kekasihnya dalam mode baik dan bukan mode garang. "Makasih!"


"Jatah tetep ada! Aku haus mau minum," ujar Aldo membuat Atena menghela napasnya kasar. Atena melupakan jika Aldo itu licik dan tidak mungkin semudah itu membebaskannya dari kesalahan.


"Yaudah, sini!" ujar Atena dengan pasrah. Dengan cepat Aldo bergabung dengan Atena merebahkan tubuhnya di sofa. Untungnya sofa di apartemen Atena cukup besar.


"Enaknya," gumam Aldo membuat Atena mendelik.


"Jangan sering-sering mas, nanti punyaku makin besar gak sesuai sama tubuh aku yang kecil," ujar Atena sembari mengelus kepala Aldo.


"Biarin, biar makin sexy," jawab Aldo kemudian melanjutkan kegiatannya.


"Terserah!" jawab Atena pasrah. "Mas, kamu boleh lakuin apapun buat aku tapi aku minta satu hal boleh gak, buat yang satu ini?"


Aldo menghentikan kegiatannya, kemudian menatap Atena bingung. "Maksud kamu apa?"


"Jangan sewa bodyguard buat mata-matain aku. Aku bisa jaga diri dan akan selalu patuh sama kamu. Jujur aja aku risih kako harus ada bodyguard yang ikutin aku," ujar Atena dengan wajah sungguh-sungguh.


"Bodyguard apa? Aku gak nyuruh siapapun buat mata-matain kamu."


Alis Atena bertaut, "loh dari tadi aku ngerasa ada yang mantau, malahan barusan setelah aku anter Alica aku liat siluet dia," sahut Atena dengan wajah bingungnya.


"Sial!" Rahang Aldo mengeras dan wajahnya memerah.


Atena melihat itu sedikit takut, ia berusaha menenangkan Aldo dengan mengiming-imingi Aldo dengan kesukaan lelaki itu.


"Jangan dulu marah, marahnya tunda dulu. Sekarang lanjut mimi lagi aja," ujar Atena menarik kepala Aldo agar laki-laki itu sedikit lebih tenang.

__ADS_1


"Nanti aku cari tahu," jawab Aldo sembari mendusel di pelukan Atena.


__ADS_2