CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif

CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif
Quality time with loved ones


__ADS_3

Kalau saja Atena tidak menolak untuk dinikahi oleh Aldo, sudah dipastikan jika perempuan yang berada dalam dekapan Aldo sudah menjadi istrinya hari ini juga.


Memang banyak sekali Alasan yang Atena berikan jika Aldo sedang membicarakan bagaimana hubungan mereka ke depannya. Pasti yang menjadi alasan utamanya adalah ingin menyelesaikan kuliah. Padahal mau kuliah ataupun tidak bagi Aldo tidak masalah.


"Ayo kita nikah aja," ucap Aldo sembari mengeratkan pelukannya.


"Tiba-tiba banget, mas?" tanya Atena kebingungan. Pasalnya tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja Aldo mengajaknya menikah.


"Aku udah sering ajak kamu nikah, tapi kamu sering nolak karena pengen lulus kuliah dulu. Terus tiba-tiba darimana aku ngajak kamu nikah?" Aldo balik bertanya dengan nada ketusnya.


Atena mendesah pelan, "bukan nolak, aku cuman nunda aja mas, sampai aku lulus kuliah."


"Ck!" Aldo berdecak, tetapi masih memeluk kekasih erat. "Apa bedanya, sih, sekarang sama nanti!?" tanya Aldo sedikit kesal mengingat penolakan Atena.

__ADS_1


Atena terkekeh kecil melihat Aldo yang merajuk, perempuan itu membalas pelukan Aldo tidak kalah erat. "Kalau aku nikah pas masih kuliah nanti fokus aku kebagi-bagi mas. Sekarang aja aku keteteran, padahal kita belum nikah. Soalnya kalo kamu lagi manja tuh ribet banget, aku jadi serba salah. Kan, kalau masih pacaran aku bisa sedikit kurang ajar, kalau udah nikah gak bisa. Takut dosa," jawab Atena.


"Kapan aku manja!?" tanya Aldo tak terima, ia melepaskan pelukan keduanya.


Atena mendesah pelan, melihat Aldo dengan gengsi setinggi langitnya. Padahal dari kemarin jelas-jelas pria itu manja bukan main.


"Kebiasaan gak mau ngaku!" sahut Atena sebal.


"Ya, aku emang gak manja. Kamu jangan ngarang. Yang ada kamu kali manja banget sama aku," ujar Aldo masih mempertahankan egonya.


Aldo langsung melotot. "Enak aja! Mau aku hukum kamu sampe gabisa jalan kemana-mana!? Dan jangan lupa, cowok itu bakalan aku habisin detik itu juga." Aldo berucap dengan menggebu-gebu.


Atena terkekeh pelan, kemudian kembali merengkuh tubuh Aldo dan memeluknya dengan erat. "Mana bisa aku berpaling ke cowok lain, orang pacar aku udah sempurna banget," ucap Atena sembari bermanja-manja dipelukan Aldo.

__ADS_1


Aldo berdehem pelan, berusaha menghilangkan salah tingkahnya. Dirinya tidak boleh terlihat salah tingkah dihadapan Atena. Dia harus terlihat cool dan berwibawa.


"Bagus kalau kamu sadar. Dimana lagi kamu bisa nemuin pria sesempurna aku," ujar Aldo dengan tampangnya yang arogan.


"Iya-iya, kamu limited edition!" sahut Atena dengan riang.


Aldo gemas sekali melihat kekasihnya yang begitu lucu dan juga manja kepada dirinya. Rasanya semua rasa lelah selama satu minggu ini hilang karena ada Atena disisi-Nya. Apalagi hari libur seperti ini, Aldo tidak akan menyia-nyiakan waktunya yang berharga. Akan ia habiskan bersama Atena seharian.


"Jangan pernah nampilin wajah lucu kamu di depan pria manapun!" ujar Aldo sembari mengelus surai Atena.


Atena mengangguk paham. "Siap! Aku gak bakalan lucu-lucu di depan pria manapun. Aku bakalan nampilin wajah aku kaya gini," ucapnya sembari memasang wajah sok sinis dan galak, tetapi malah terlihat imut di mata Aldo.


"Please, sayang. Kamu jangan gemes kaya gini dong!" protes Aldo karena tidak tahan melihat Atena yang terlihat gemas.

__ADS_1


Atena hanya tertawa pelan, kemudian mengecup singkat ujung bibir Aldo. "Bawel!"


__ADS_2