CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif

CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif
Real love


__ADS_3

Keadaan hubungan Aldo dan Atena sudah membaik. Keduanya kembali disibukkan dengan kegiatannya masing-masing, dan juga sibuk persiapan pernikahan mereka. Meskipun keduanya sepakat untuk meresmikan saja tanpa adanya resepsi pernikahan, sesuai keinginan Atena.


Setelah kejadian yang lalu, membuat sikap Aldo menjadi tambah dominan dan juga semakin posesif, dengan Atena yang jauh lebih penurut bahkan tidak membantah sekalipun.


Seperti halnya hari ini, Aldo melarang Atena datang ke kampus menggunakan rok jeans sepaha karena merasa tidak rela paha mulus sang kekasih. Sikapnya semakin posesif, tetapi dengan hati yang lapang Atena menerimanya. Entahlah, semenjak tahu jika Aldo memiliki sisi kelam dan juga gelap, membuat Atena semakin tunduk dan juga penurut.


"Ganti, sayang," ujar Aldo penuh penekanan. "Kita bakalan kesiangan karena aku gak mau lihat kamu ke kampus pake rok pendek itu." Aldo menatap lamat paha mulus sang kekasih.


Atena menghela napasnya, "aku biasanya juga pakai rok kaya gini loh, mas," jawab Atena.


Aldo memasang wajah datarnya sembari menatap Atena yang tengah berdiri di hadapannya. Matanya menajam dengan rahang yang mengeras. Atena bisa melihat kilatan amarah dari mata sang kekasih.


"Oke, aku ganti. Gak usah marah-marah, oke?" Atena berlalu masuk ke dalam kamar, mengganti roknya yang sepaha menjadi rok jeans selutut.


Tidak lama kemudian Atena keluar dengan menggunakan rok lebih panjang dari yang tadi. Ia tersenyum memandang Aldo yang sedari tadi memperhatikan dirinya. "Udah, ah, jangan liatin aku terus. Kita berangkat, nanti kamu telat datang meeting, mas."

__ADS_1


Aldo merangkul pinggang Atena dengan posesif, sesekali dia juga menciumi puncak kepala Atena yang wangi buah cherry. Rasanya begitu menenangkan jika menghirup aroma tubuh Atena.


"Udah mas jangan nyium kepala aku terus ih!" kesal Atena karena merasa kurang nyaman.


"Pelit!" Rajuk Aldo. Meskipun begitu ia tidak melepaskan rangkulan di pinggang Atena.


Atena tidak menanggapi kekasihnya. Sampai akhirnya hening menghampiri mereka berdua, tidak lama kemudian mereka berdua sampai di parkiran apartemen. Dengan sigap Aldo membukakan pintu untuk Atena.


"Selamat masuk sayang," ujarnya dengan senyuman khas Aldo. Melihat kekasihnya yang terlihat berbeda membuat Atena terkikik geli.


Meskipun kemarin sempat panas-panasnya, tapi dibalik masalah itu ada hikmahnya. Dimana Atena bisa melihat Aldo yang menunjukkan sifat manjanya, sifat lemahnya, dan sifat lainnya yang sebelumnya belum pernah diperlihatkan oleh Aldo karena gengsi pria itu yang setinggi langit.


Mobil sudah melaju keluar dari parkiran apartemen. Sedangkan Atena masih memerhatikan Aldo yang nampak fokus kepada jalanan. Entah kenapa hati dan dunianya semakin jatuh melihat sosok Aldo yang selalu berada di sampingnya.


Perlahan Aldo menoleh ke samping karena merasa diperhatikan oleh kekasihnya. Kemudian ia tersenyum manis, bahkan manis sekali di mata Atena. "Kamu kenapa, sih, sayang? Tampilan aku ada yang aneh, kah?"

__ADS_1


Atena menggeleng pelan, masih memperhatikan Aldo dengan kedua mata yang berbinar. "Ternyata kamu sesempurna ini, ya, mas?"


Aldo tiba-tiba menghentikan mobilnya secara mendadak, tubuhnya melemas. "Sayang?" panggil Aldo dengan suara lirihnya. Dadanya berdetak lebih kencang dari biasanya, pujian Atena membuat seluruh tubuhnya memanas.


Atena tersenyum, "iya loh mas, kamu sosok paling sempurna di hidup aku. Apalagi kamu itu kaya cahaya di hidup aku yang gelap dan gak punya pegangan. Aku beruntung, ya, mas bisa dicintai sama laki-laki sempurna seperti kamu, padahal aku gak ada sesuatu hal yang bisa dibanggakan. Bahkan orang tua aja aku gak ada, lebih tepatnya sih gak tahu siapa mereka. Tapi, kamu dengan tangan terbuka mau nerima aku apa adanya," ujar Atena dengan bersungguh-sungguh. Ia tidak pernah serius ini jika berbicara dengan Aldo. Tetapi, ketika barusan melihat Aldo yang nampak begitu sempurna membuat dia sangat bersyukur bisa berada di samping Aldo yang selalu mencintai dan menyayanginya tanpa melihat bagaimana background kehidupannya yang lalu.


Aldo menggeleng lemah, ia merasa justru dirinya yang begitu beruntung mendapatkan sosok perempuan yang begitu selalu mengerti dirinya dan menerima kekurangan yang bahkan sebagian orang akan membencinya ketika mengetahui dirinya yang asli. Tetapi, Atena justru mengulurkan tangannya dan selalu menggenggam tangannya.


"Justru aku yang ...." ucapan Aldo terpotong oleh suara peluru yang menembus kaca mobil bagian belakangnya.


DRUAGH!


Kencang sekali suara yang terdengar. Dengan gerakan cepat Aldo langsung menarik Atena ke dalam pelukannya, berusaha melindungi sang kekasih supaya tidak terluka sedikitpun.


"Mas ...." lirih Atena dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


Aldo mengumpat dalam hati, kemudian memeluk Atena cukup erat. "Aku disini, jangan takut," ucap Aldo.


Kemudian tak lama dari itu suara ledakan terdengar dari bagian belakang mobil Aldo.


__ADS_2