CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif

CEO Tampan Itu Pacarku Yang Posesif
Sisi buruk Aldo 18+


__ADS_3

Di dalam mobil, sepasang sejoli saling terbungkam. Tidak ada satupun diantara mereka yang berusaha membuka suara. Keduanya yang larut dalam pikirannya masing-masing.


Terutama Aldo, pria itu berusaha menahan ego dan juga amarahnya. Jangan sampai ia lepas kendali karena melihat Atena berduaan saja dengan pria lain selain dirinya.


Lama kelamaan Aldo merasa geram karena Atena tidak berniat membuka suara, dan tidak berusaha menjelaskan kepada Aldo. Padahal ketika mereka masih di cafe tadi, Atena berjanji akan menjelaskan kepada dirinya.


"Masih mau diam sampai kapan?" tanya Aldo yang sudah tidak tahan. Kesabarannya benar-benar diuji.


Atena menoleh sebentar, kemudian kembali melengos menatap jendela. Perempuan itu masih kesal dan tidak terima atas perlakuan Aldo. Seakan-akan hidupnya harus dikendalikan oleh pria itu. Menyebalkan sekali!


Apalagi jika Atena mengingat perdebatan mereka tempo lalu, yang membuat hubungan keduanya meregang. Ego pria itu benar-benar tinggi. Padahal tidak ada salahnya berbagi cerita dengan Atena, berkeluh kesah kepada dirinya, hal itu tidak akan membuat Aldo menjadi lemah.


Aldo mengapit wajah Atena dan membuat perempuan itu menoleh kepadanya. "Mau sebelah mana aku kasih hukuman, sayang?" tanya Aldo dengan jarinya yang mengusap sensual bibir Atena.


Atena berusaha menepis tangan Aldo, namun kekuatannya sudah pasti kalah jauh dari sang kekasih. "Mau menghindar, hm?"


Atena sekuat tenaga menahan tangisnya, melihat sosok Aldo yang berada di depannya begitu terasa berbeda. Pria itu seperti bukan Aldo, kekasihnya.


Apalagi sorot mata Aldo yang benar-benar baru pertama kali Atena lihat. "Mas?" lirih Atena.


Aldo tersenyum miring mendengar panggilan itu kembali. Melihat wajah Atena yang selalu cantik dimatanya.


Diri Aldo merasakan ada yang berbeda. Karena amarah dan frustasinya beberapa waktu ini, membuat dirinya mengeluarkan sifat yang selama ini dia sembunyikan.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti, tangan Also beralih menuju leher jenjang Atena. Dengan gerakan sensual Aldo membelai leher mulus tersebut. "Kamu mau aku terbuka, kan?"


Atena terdiam, kemudian tidak lama menganggukkan kepalanya sedikit ragu. Atena memiliki firasat yang kurang baik sekarang ini.


Jujur saja, meskipun mereka sudah lama bersama-sama tetapi Alena tidak tahu seluk beluk Aldo yang paling terdalam. Pria itu terlalu tertutup pada dirinya. Sedangkan dirinya ini sudah memberikan segalanya untuk sang kekasih.


Aldo menyeringai yang malah membuat Atena ketakutan. "Kamu harus selalu di sisi aku, Ana. Meskipun kamu nanti tahu siapa aku sebenarnya," ucap Aldo masih membelai leher Atena. Tangannya yang gatal ingin sekali mencekik leher sang kekasih. Namun, sebisa mungkin Aldo tahan. Ia tak mau menyakiti sang kekasih, kecuali di ranjang.


Akibat kemarin menghabisi si penguntit, membuat jiwa liar dan bringas Aldo muncul lagi. Hal itu juga yang memicu kecurigaan dari sang kekasih. Yang akhirnya membuat mereka berdua renggang.


Perlahan Aldo melepaskan tangannya dari leher sang kekasih. Hak itu membuat Atena lega, karena sedari tadi ia benar-benar was-was. Apalagi tingkah sang kekasih yang begitu aneh di matanya.


"Aku gak mau cuma-cuma!" ujar Aldo sudah kembali pada tempat duduknya. Pria itu duduk menghadap depan tanpa menatap Atena.


Aldo menoleh, kemudian memberikan senyum manisnya. Berbeda dengan tadi yang terlihat menyeramkan, kini oria itu justru berkali-kali lipat lebih tampan. "Aku akan ceritakan semua tentang diriku yang belum kamu tahu, bahkan apapun yang aku lakukan akhir-akhir yang membuat kamu khawatir dan curiga. Tapi, itu harus ada imbalannya, aku gak mau gratis!"


"Loh!? Rugi di aku untung dikamu dong!?" ucap Atena tak terima.


"Yasudah." Final Aldo.


Atena terdiam sesaat memikirkan itu. Sebenarnya jika ia mementingkan ego dan tak memperdulikan hubungan keduanya, bisa saja ia juga menolak. Tetapi Atena tidak bisa. Ia sudah terlalu jauh jatuh dipelukan Aldo, mau bagaimana tingkah Aldo pada akhirnya akan membuat dia luluh dan tunduk di bawah kuasa sang kekasih.


Dengan helaan napas yang kasar Atena mengangguk. Demi hubungan keduanya, dan juga demi rasa penasaran Atena selama ini. "Kamu mau imbalan apa?"

__ADS_1


Aldo tersenyum lebar. "Seperti biasa, sayang."


Atena menegang sejenak, sampai akhirnya relax kembali. Harusnya ia sudah terbiasa dengan permintaan Aldo.


Tanpa menunggu instruksi Aldo, Atena yang menggunakan dress pun langsung membuka ****** ********, kemudian melemparkannya tepat di wajah Aldo. Bukannya marah, Aldo malah tersenyum lebar dan mengendus dalam-dalam celana milik Atena.


"Aku rindu wangi ini, sayang." Aldo masih mengendus, kemudian setelah puas ia mengantongi di saku celananya.


"Jangan cemberut!" pinta Aldo dengan manja.


Jika sudah diberikan keinginannya pasti akan berubah manja dan lembut seperti ini. Coba saja tadi Atena tolak, bisa-bisa secara paksa Atena diseret dan disiksa kenikmatan.


"Enggak, mas," jawab Atena benar-benar tulus. Toh, dia juga merindukan sang kekasih.


"Ke kost kamu, ya, yang lebih dekat. Aku udah gak tahan." Aldo memohon dengan wajah memerah, tangannya sudah bertengger manis di paha dalam Atena.


Aldo kemudian menyalakan mobilnya dan meninggalkan halaman toko kue tersebut. "Ayo, kaya biasanya sayang. Biar aku semangat nyetir," ujar Aldo dengan senyum manisnya, menatap wajah Atena yang sudah memerah dan menahan sesuatu.


Atena yang dilanda kenikmatan hanya bisa menurut saja. Tubuhnya tak lagi menghadap depan, tetapi beralih menghadap kepada Aldo, dengan kepala yang bersandar ke jendela samping. Posisi Atena yang langsung menghadap Aldo, membuat pria itu tersenyum bangga dan juga puas.


"Argh! Terlalu merah muda!" pekik Aldo kesenangan ketika melihat bagian bawah Atena yang terbuka lebar. Dress yang digunakan Atena sudah diangkat oleh Aldo, kemudian kaki Atena yang harus dibuka lebar menghadapnya.


"Mashhh," lirih Atena dengan mata terpejam.

__ADS_1


Aldo menyunggingkan senyumnya, "tahan sayang, sebentar lagi sampai." Matanya fokus ke jalanan, tetapi tangan kirinya sibuk memberikan kenikmatan kepada Atena.


__ADS_2