
Di bilang rindu, gua gak merindu. Tapi, ada yang kurang ketika dia yang terbiasa mengisi telinga gua dengan suara lembutnya kini senyap.
Di bilang cinta, gua gak cinta juga.
Gak cinta?! Tapi gua nyariin dia saat logo aplikasi SM gua tap. Perasaan kehilangan juga gak muncul di sana. Bingung gua!
Dia on, gua stay. Dia off, ya yang lain kan on.
Jadi di mana masalahnya? Gua sendiri gak ngerti!
Terakhir dia DM, kasih nomor WA.
Chat dia gak, yah? Tapi mau ngomong apa coba? Enggak ada bahan.
Udah akh!
Lanjut saja Open Box, Open Box, Open Box, gua kejar giftnya biar level room gua naik.
Di level dua, room gua bakal tampung lebih banyak pengunjung, lebih banyak yang sawer, lebih banyak adsense.
Uh! Management sekali gua.
Intinya, malam ini dan seterusnya gua fokus dulu SM naikan level room dan akun, party mah gampang, TS bisa di sambil. Kontribusi yak sepuluh persen pendapatan OB sajalah.
Tap sana, tap sini, denger berbagai macam genre musik, banyak karakter vokal dari yang terhancur sampai yang terkeren. Dan gua tetap stay! Nyari gift gratisan.
Seperti biasa, kala gua terhanyut dalam dunia gadget, konsep waktu udah gak berarti lagi buat gua.
Dari mulai dengerin lagu yang di bawain orang-orang di party room solo, ke room multi yang lagi adain event Open Box terus menelusuri beranda. Sampai gak jarang, HP low baterai dan akhirnya HP yang dengerin falsnya gua ngorok.
Hingga ... !!!
Pagi membangunkan gua dari gelapnya memejamkan mata, kembali terang karena terbuka di saat yang gak gua inginkan.
Mandi, ngopi dan sbats!
Kebiasaan yang udah jadi rutinitas.
Karena terbiasa, makanya terasa biasa saja, gak sepesial.
"Lama kali batre HP gak penuh - penuh."
Gua menggerutu, karena gua lupa gak colokin kabel charge semalam.
"Biasanya juga tetep gua cas, loh! Mau sambil apa juga, kok ini bisa lupa, njer!" Kesel kali.
"Hari ini gimana, Cal? Libur lagi, kah?" Tanya Pian di depan gua dan duduk.
"Iya kayaknya, An. Kenapa emangnya? Bosen yak, nganggur?" Gua melontar pertanyaannya dengan pertanyaan.
"Ya, enggak! Kalo emang libur lagi kan gua mau lanjutin tidur,"
"Oh, ya udah tidur saja lagi. Belom ad....." Sesaat gua beralih fokus tanpa menyelesaikan kalimat.
Dering HP yang membuat gua cepat bangun dari PW--Posisi wenak, untuk kemudian gua sambar HP tanpa banyak cengkunai.
__ADS_1
"Halo,"
"Halo, pagi, Cal?" Suara di ujung telpon.
"Pagi, Boskuh. Tumben pagi kali telpon. Ada apa?"
"Gak, Cal! Barang yang kemarin indent itu udah dalam perjalanan, nanti kamu ke Workshop untuk terima barangnya, yak? Sekitar jam satu siang lah."
"Siap, Bos!"
"Terus, aku juga titipin gambar untuk proyek yang baru ke Dendi, nanti kamu kerjain. Bahannya masih saya pesan, ya kamu bisa rekap dulu gambarnya. Itu aja sih, untuk progres lanjutan setelahnya, pasang kaca laminet kanopi di atas kolam renang, di daerah Cibubur."
"Tapi nanti setelah ini, kamu selesaikan dulu, Cal!"
"Siap delapan enam! Kira - kira jam satu saya udah stay di sana, Bos!! Pasti."
"Oke, kalau begitu. Segitu dulu, Cal. Kamu urus semuanya ya nanti. Saya ada urusan lain, dan ini mau jalan dulu!"
"Oke, Bos! Siap!!!" Suara di ujung telponpun, hilang.
*
Huah!!!
Berangkat tengah hari. Tanggung sangat, aduh! Tapi ya gak apah, dari pada gua nganggur mulu di sini, bahaya bisa-bisa kelaparan gua.
"Siapa, Cal? Bos, yak?!" Tanya Pian mendongak.
"Nah, lu tau ngapain nanya?!"
"Huh! Bed3b4h!!!"
***
"Hm, batre HP gua masih belom penuh.
Sambil gua charge, coba gua sedikit tuangkan apa yang mereka minta kemaren."
Hal sederhana yang harusnya bukan masalah buat gua. Di samping hobi gua juga iya, ya hitung-hitung tunjukan skill.
Ya Allah, berdosa sekali Dical. Pamer!!!
Ya, walaupun masih jauh dari kata PROFESIONAL. Setidaknya gak malu-maluin, lah.
*
Gua coba kumpulin part gambar satu demi satu dalam bayangan otak gua, menyusun letak dan menatanya dengan hati-hati.
Gua benar - benar hanyut dalam permainan fantasi fikiran, untuk kualitas sebuah karya seni.
Walau jujur, tidak setiap pict atau art murni gua buat sendiri, karena terkadang gua memanfaatin google semaksimal mungkin.
Kemudahan yang di tawarkan google adalah kesempatan untuk jump time. Mempersempit jarak dan mengurangi ketinggalan karena gua sadar, gua gak mampu melampaui kemampuan untuk saat ini.
Masih dalam tahapan ...
__ADS_1
Gua gak akan pernah menggigit, apa yang gak bisa gua kunyah. Fatal bila gua menggila, over hanyan akan mencacati hasil sebuah bentuk karya.
Hm,
Setengah jalan dan harus perlahan, santai!
Gak terasa gua udah melewati banyak waktu, haripun menunjuk siang menggantikan pagi untuk matahari memberi teriknya kala itu.
Gua close gadget, untuk kemudian bersiap berangkat ke workshop.
*
Panas!
Gua yang udah stay di atas motor siap meluncur dengan Pian yang agak malas.
"Berangkat!" Tanpa banyak cerita, gas!
Sesaat gua terjebak kemacetan. Tapi ya gitu, motor bukan mobil, lolos dan gas full. Tapi masih saja telat beberapa menit, karena ternyata kurir barang udah stay duluan di sana.
"Wah, Mas! Hampir saja saya putar balik lho, nunggu masnya lama. Di telpon juga gak di angkat." Keluh kurir itu sama kami.
"Iya maaf, Pak Dhe! Mau gimana lagi."
Sejenak kami ngobrol, dan akhirnya kami membantu menurunkan barang karena ia sendirian.
Gua lanjutkan kerjaan gua, sesuai instruksi yang pagi tadi bos schedule kan, di bantu Pian.
Merasa semua udah cukup, gua ajak Pian buat ngopi sejenak untuk kemudian beresin perkakas dan pulang.
***
Sore itu ingin rasanya gua cabut dari kost buat kumpul bareng temen-temen, namun gua tekan keinginan itu untuk coba sesekali diam di kost.
Gua masuk dalam aplikasi edit melanjutkan file yang belom rampung karena ke tunda di tengah jalan.
Memasuki dunia edit itu seru menurut gua, walau hanya terbatas karena kemampuan ekonomi gua, yang cuma mampu punya gadget kelas rata-rata, tapi ya tetep gua nikmati.
Gua mau dengan hal yang serba pas-pasan ini gua bisa hasilkan sesuatu yang bisa di hargai sebagian orang. Karena sebagian lain menganggap kurang kerjaan, tapi pada akhirnya, meraka copy paste buat story WA. Download apa yang udah gua post, kemudian mereka post lagi di medsos mereka.
Kadang gua geli sendiri, tapi gua bisa apa?
Hujatan mereka yang ngebuat karya gua semakin epik. Dari hal yang sepele sampe yang nyesek keluar dari mulut mereka tapi gua tetep stay cool.
Hidup gua ya hidup gua, hidup mereka ya siapa yang tau?
Seakan di telan waktu, tak sadar langit sore berubah menjadi gelap. Secangkir kopi hitam itu pun mendingin tanpa tersentuh. Aku benar - benar lupa segalanya sesaat, dan
Oh, finish!
Senyum tipis tercetak di sudut bibir gua, merasa sedikit bangga. Gua gak yakin kalau mereka gak suka dengan ini!?
Ya,
Pasti mereka suka, yakin gua!!!
__ADS_1
***