Cerita Senjaku

Cerita Senjaku
Eps. 02


__ADS_3

Rumah kumuh yang sepertinya tak berpenghuni itu terlihat jelas di mata gua. Hengki, Pian dan Gua saling berbagi tatapan bertanya tanya.


***


"Terus, gimana, nih?" Tanya gua.


"Lah lu lihat, Wei! Rumah kek gini mah gak yakin gua!" Tegas Hengki.


"Kelam, anjir!!" Gua ngegas.


"Hancur weh!" Timpal Pian.


"Sangat sangat sangat Suram!" Celoteh kami saling bersautan.


Masih kami pantau.


Semakin gak yakin dengan keadaan TKP. Akhirnya kami mencoba mencari makhluk lain selain kami untuk bertanya.


Naasnya, komplek sepi kali siang itu.


Karena mungkin masih jam kerja dan mereka masih sibuk dengan hari masing-masing.


***


Tak lama berselang di tengah kegalauan, Scurity patroli lewat dan berhenti.


"Ngapain, Mas?" Scurity itu bertanya curiga.


"Ini Pak, saya mau setting alumunium kusen, kami udah konfirmasi dan lagi di tunggu di lokasi sama pemilik, tapi kok ini sepi gak ada orang, ya?" Jawab Pian menjelaskan.


"Sudah coba di hubungi lagi belom?" Timpal Scurity itu.


"Saya dari tadi hubungi Bos, tapi belom ada di angkat Pak, mungkin sibuk" Lagi, Pian menjawab.


"Nah gimana, sih? Harusnya kamu minta nomor Hp owner nya juga, atau yang bisa di hubungi di lokasi sebagai penerima, dong. Kok kamu goblok, sih?!" Scurity itu Mulai mengangkat nada, melihat kebodohan kami.


B4ngs4d sekali ini scurity! Coba kalau Bos yang kesini, macam kerupuk gak di toplesin pasti!

__ADS_1


Dasar! Bawahan duit! Lemahnya cuma sama duit!


"Coba cek lagi itu alamat di surat jalan mu, bener gak ini alamatnya?" Scurity Kembali menanyakan.


"Ini Pak, surat jalannya!" Yang dari tadi di pegang, tanpa basa basi Pian berikan.


"Sebentar."


Bla ... bla ... bla ...


Bogor ( Vimala HILLS, Cluster Rinjani RG 07 ).


"Hmm, bagus!" Ucap Scurity disertai tawa melihat ke arah Pian yang memang tampak bodoh karena penasaran dengan sikap scurity itu.


"Mas, liat gak gerbang itu?" Scurity itu menunjuk dengan tangan kiri sembari tangan kanannya memegang bahu Pian.


"RB07, yang ada di alamat masnya itu RG07, kan gak sama, Mas!"


Waduh, gak ngeh gua anjir! B4n9s4d sekali!


Malu gua telan dalam-dalam, entah kenapa otak gua lagi gak berfikir betul. Mungkin karena aplikasi yang baru gua download, masih bikin gua penasaran karena belum jauh gua jelajahi.


"Siap! Ayok, Mas ikuti saya." Scurity itu tersenyum tipis.


Dan akhirnya, kami sampai ke tempat tujuan.


Setelah berterimakasih, kami memulai pekerjaan karena waktu yang sudah banyak terbuang.


Tak terasa sore pun tiba, pekerjaan kami belom selesai sepenuhnya karena jarak dan nyasar.


Setelah meminta izin lembur dan gak boleh, kami putuskan untuk meminjam garasi bawah untuk semalam menginap, mengkonfirmasi ke atasan dan banyak hal kecil lainnya.


***


Duduk di depan sambil ngobrolin kerjaan, kembali gua mulai traveling ke dalam dunia maya. Ya, aplikasi yang kemarin baru gua jelajahi.


Fokus guys! Gua mulai masuk dan membaca setiap detail. Sesekali ke bantuan karena masih bingung.

__ADS_1


Malam pun berlalu dengan aku yang kembali tenggelam dalam menikmati fitur aplikasi ini. Sedangkan, Pian dan Hengki sudah tenggelam dalam dunianya masing-masing.


***


Singkat cerita.


Waktu telah berlalu beberapa hari dengan aktivitas gua yang gitu-gitu aja. Gua yang mulai asyik dengan dunia aplikasi ini, mulai terbawa di pikiran yang gak bisa lepas darinya.


Bahkan ketika bekerja, fokus dan angan pun bercampur tanpa bisa gua kendalikan.


"Dampak buruk anjir, tapi gak bisa gua tahan." Dalam hati gua bergumam.


"Tapi gimana lagi, gua menikmati itu. Dunia yang gak gua dapati di real, gua miliki di aplikasi ini. Bebas ekspresi, orang gak tau masa lalu gua, gak nanya hidup gua gimana dan banyak hal lah pokoknya."


*


Hingga akhirnya gua sampai pada satu titik, dimana gua gabung apa yang mereka sebut famili atau grup.


Tentunya, gua dapat tugas tambahan seperti check-in room, like cover anggota, gift cover, Up story dan gua bisa naikin level akun gua lebih cepat.


*


Hmm, Check-in room,


Ngumpul di multi mode dimana kita bisa ngobrol dengan banyak orang, lain hal dengan telpon. Di sana kita bisa kasih hadiah sesuai dengan apa yang bisa kita ekspresikan.


Ngomong-ngomong soal hadiah, nih ...


Gua masih belom punya koin, Tapi gua bisa dapat koin itu dari check-in ataupun top-up.


Anjir! Semakin gua terbawa dunia fiksi, semakin tipis kantong gua. Gua cuma bisa bergumam dalam hati.


Yah, namanya juga aplikasi. Gak pernah lepas dari namanya adsense yang keuntungannya bikin orang nagih.


Tapi, its okay! Gua ikhlas. Dan gua nikmatin itu.


Perkenalan, ngobrolin hal yang gak penting, bercanda, udah mulai jadi kegiatan rutin buat gua, ketimbang ngobrol sama Pian atau Hengki. Hahaha!

__ADS_1


Gua mulai terbawa arusnya.


Dan ini awal kisah cinta maya gua, ketika seorang gadis memperkenalkan diri saat multi mode malam itu yang biasa aja, menjadi luar biasa.


__ADS_2