Cerita Senjaku

Cerita Senjaku
Eps. 18


__ADS_3

Gua sempat negatif thinking, karena mungkin gua tengah emosi. Gak kepikiran yang kemaren itu Kapten bilang, gua di mintanya andil langsung itu seperti ini. Huh!


Langsung!


Langsung japri peserta yang belom share foto untuk grand final, edit dan kemudian gua share.


Kendala gua cuma ponsel yang udah mulai lemot. Ya, kepenuhan memory adalah unsur salah satunya. Aplikasi yang numpuk, gambar bahan editan yang gua timbun dan hasil editan yang belum boleh gua hapus.


Sedih sekali!


***


[wei! Ada apa, Cal? Gua di jalan tadi. Gak tau lu WA.] Satu pesan dari bang Emil menyebrang di antara notifikasi yang padat di antaranya.


Tanpa a, i, u, e, o, gua baca pesan itu, untuk kemudian langsung ke pointnya.


[Soal KPM, Bang. Ada bahas untuk cover grand final, semua di gua tanpa lewat abang--apa?]


[Oh, iya. Gua lupa soal itu, Cal? Emang KPM udah mau season grand final, ya? Gua sibuk, ya lu tau, kan? Tapi kapten udah jelasin belom?]


[Iya, Bang. Jelas sejelas-jelasnya.]


Calling ...


*


Tak terhitung waktu yang berlalu di antara kesibukan, kegilaan dan semua yang hilang tanpa bisa di ulang.


Season grand final, waktu ini menyisakan beberapa cover yang belom selesai gua garap.


[Assalamu'alaikum, Bang Dical?]


Nomor baru, tapi tau nama akun gua. Ini pasti anak SM.


[Waalaikumsalam. Siapa , ya?]


[Cover grand final ku mana?]


Ih, belom waktunya share udah minta duluan. Gerutu gua.


[Belom waktunya share, wei! Nanti la serempak kawan-kawan di grup.]


[Gak mau! Aku maunya sekarang. Maksa pokoknya.]


Anjir! Siapa sih, ini? Apa gua di prank atau gimana?


[Ya udah, iya! Peserta nomor berapa?] Tanya gua yang langsung dapat balasan sebuah foto.


[09. C13 Niken ini foto ku, ya. Udah buruan bikin. Aku mau cepat pokoknya.] Chatnya panjang lebar. Tak lupa di ujung kalimat ia menambahkan emoticon tertawa.

__ADS_1


*


Niken!


Foto seorang gadis dengan kuncir dua di rambutnya, membuat ia terlihat semakin imut. Kacamata bulat menambah kesan tersendiri ketika gua memandang foto itu. Gua pandang bahkan tanpa berkedip, ketika gua kembali membaca pesannya.


Hm, bocah gak ada akhlak! Gua hanya bisa tersenyum, tanpa menggubrisnya.


Bodoh amat!


Sempat gua menebak-nebak. Mungkin dia sekitar umur dua puluh tiga atau dua empat.


Senyum di fotonya itu, loh. Ugh!


Tapi gua akui, CANTIK!


Ya, walau sekali lagi gua bilang gak ada akhlak.


***


Hari beranjak, gua sudahi untuk sementara edit cover grand final. Masih ada dua hari menuju season. Tapi, buat editan gua hanya punya sisa waktu satu hari. mau gak mau besok semua harus finish.


[P ...]


[Abang!]


Duh, bocah ini lagi.


[Iya, Ken! Ada apa?]


[Cover ku mana, Bang? Udah jadi, kan?]


Allahu, benar-benar!


[Belom, lah! Nanti kalau udah jadi gua share di grup event. Sabar, kan lu kirim terakhir, anjir!]


[Bodoamat, Abang! Aku mau duluan pokoknya!]


[Ish, nanti! Kok maksa?] Gua terus kekeh dengan peraturan. Tapi dia tetap maksa.


[Bang, cepatlah!]


[Bang!!!]


[Cover grand final, Bang.]


[Aku mau cover!!!]


[Bang.]

__ADS_1


Astaga! Sumpah ini bocah! Benar-benar, dah! Kesel gua sebenernya, di spam sampe ratusan chat singkat!


Tapi, entah kenapa ... gua juga gak bisa marah.


[Iya, iya! Tunggu! Jangan spam, nanti gua buatin. HP gua nge-lag kalau lu spam, anjir!]


[Biarin sengaja!] Balasnya tanpa dosa.


Tanpa gua hiraukan lagi, gua langsung edit cover dia dengan cepat, biar gak hancur HP gua.


Baru kali ini ketemu makhluk yang kaya gini. Sumpah, gila kali! Kalau yang kaya gini di jadikan istri, aduh! Bisa-bisa gua pusing tiap hari.


Ish! Apa, sih?! Gak jelas!? Gua jadi ngelantur gara-gara bocah itu.


***


Ke grup event yang masih anteng-anteng aja, Kapten KPM kembali memberi himbauan untuk grand finalis.


[Untuk yang belum share foto sama nama akun, tolong share ke Admin atas nama Dical, ya. Karena season grand final tinggal dua hari lagi.]


[Untuk semua finalis, semangat dan selamat berkompetisi.]


Sementara itu, gua masih tetap fokus dengan editan yang kurang sedikit lagi menuju finish.


Dan lagi spam yang tak berhenti dari Niken yang membuat HP gua semakin lemot.


Anjir ini anak! Waktu dalam kandungan ibunya ngidam apaan, Anjir!!!


Semakin menggerutu dalam hati gua, semakin lebar pula senyum gua.


Ya, gua baru kali pertama bertemu dengan orang yang seperti ini. Bisa jadi gua dengan dia satu frekuensi. Meski sebenarnya jujur, gua menutupi kepribadian gua di aplikasi SM itu. Tapi notabene sikap dan sifat gua hampir sama seperti Niken itu.


Akhirnya gua kirim foto cover grand final punya dia sesuai permintaanya.


[Sudah-sudah, Ken. Stop! Udah jadi itu gua share.] Gua memohon ke dia untuk gak spam lagi.


Gimana anjir? Kalo gua blok, di kira sombong kali, baru jadi Admin. Mau off HP? Gak bisa edit gua nanti, sementara waktu udah mepet. Serba salah.


Setelah spam berhenti, gua bersihkan cache ponsel dengan seksama, termasuk semua pesan WA dan pesan grup event. Setelah gua copy paste nama akun grand finalis ke aplikasi edit, dan menandai foto-foto mereka.


[Keren! Makasih, bang Dical.]


[Mana ada keren. Itu belum bisa di sebut keren. Tapi, kembali kasih. Yaudah tidur sana, udah larut malam ini.] Pesan terakhir yang gua kirim.


Dan tanpa menunggu balasan, gua istirahatkan mata, yang memang mulai terasa pedas.


Cukup, untuk hari ini.


Semoga esok akan lebih baik lagi.

__ADS_1


***


__ADS_2