
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
(Pesan ini telah di hapus).
[Kamu kemana, Cal? Kenapa hp off? Gak biasanya kamu off kan hp, loh. Kenapa sih? Ada apa coba?] Satu pesan yang hampir luput dari pandangan gua. Ternyata ada yang nyariin. Senyum kecil gua semakin melebar.
Tapi, apa benar?
Gua belom kenal dia. Begitupun dia, belom kenal gua.
Lalu, what it is ...
Sejenak, gua menoleh ke arah Doni yang masih sibuk dengan gadgetnya. Masih belum gua balas chat itu hanya saja ... Sejenak, kembali gua teringat masa yang udah lama berlalu sebelum hp gua close.
Tetep aja, gua baru kenal dia dari aplikasi biru itu. Gak mau gua terlalu dekat sama dia.
Cewek semua sama aja!
Gua harus belajar dari kesalahan, dan beranjak dari kebodohan. Enakan sendiri kek gini. Gua bergumam dalam hati.
***
"Em ... dah larut malam, Don. Tempat tinggal lu sekarang dimana? Lu belum kasih tau gua." Tanya gua memecah keheningan.
__ADS_1
"Gua di tempat Suhu. Sementara ini gua kerja ikut dia. Tapi, lu tau sendiri sifat abang gua itu. Makanya gua ke sini." Jawabnya menjelaskan.
"Oh, ya? Pantes lu tau tongkrongan gua, anjer! Gimana kabar abang lu itu? Kerja apa dia sekarang?" Tanya gua lebih detail sembari gua beranjak duduk.
Gua mendengar cerita Doni panjang lebar. kadang di sela cerita, kami tertawa terbahak-bahak. Kalau saat seperti ini, jadi teringat masa dulu. Ah! Kami semakin lupa waktu.
"Eh, ada tamu jauh!" Celoteh Hengki dari depan pintu bersama Pian.
"Lu gak chat gua Cal, kalo si Don ke sini?" Tanya Hengki sembari menjabat tangan Dion dan melihat ke arah gua.
Lepas dari perdebatan kecil itu, akhirnya kami melanjutkan obrolan akhir pekan dengan Dion yang kemudian menginap di kost, karena terlalu dini hari untuk pulang.
Gua merasa mata gua udah mulai berat. Gua mencoba merebahkan diri. Sesaat gua mulai memejamkan mata, tapi entah kenapa pikiran ini ikut melayang jauh ke belakang.
***
Aplikasi yang berwarna biru - Facebook.
APA YANG ANDA PIKIRKAN?
Pasti tau aplikasi ini ... Ya, gua post sebuah pengingat untuk diri gua sendiri.
Agustus - 2018
'Sendiri mungkin lebih baik bagiku untuk saat ini. Bertahan hanya akan menyakiti diriku sendiri lebih dalam lagi. Aku pernah berjuang untukmu dan kamu sia-siakan. Aku selalu setia padamu, Tapi kamu khianati. Saat ini harusnya aku pergi dan tak akan pernah kembali, walau hanya sebatas menyapa.'
Jomblo akut! Haha!
Gak juga, sih!
Pacar ada, tapi cinta siapa yang tau?
Kekecewaan yang gua dapat dari ketulusan yang gua kasih, benar-benar ngebuat gua menganggap wanita hanya sebuah kesenangan semata selepas itu.
Masih dalam benak gua, bahkan seperti baru terjadi kemarin sore, jelas dan detail.
***
Pagi menyapa,
Sabtu berganti Minggu.
Setelah Dion pamit pulang ke rumah kakaknya, seperti biasa ... It's time for rebahan sepanjang hari.
Jam menunjukan pukul 07.00. Gua liat, Hengki sama Pian yang masih molor.
Bodoh amat, lah! Sono tidur! Gumam gua.
__ADS_1
*
Hmm ... Apa kabar Leani, ya?
Cek dulu, ah! Perlahan tapi pasti, gua cek satu persatu aplikasi di gadget gua, dan gua akhirnya log-in.
Huft! Tugas famili di aplikasi ini udah selesai.
Lanjut gua cek friend list. Ya ... gak mungkin juga sih gua check, kalo gak lagi nyariin seseorang.
Yupz! Ternyata dia off. Ya sudah lah!
*
Iseng cari temen buat ngobrol pagi, di temani secangkir kopi. Gua keliling room multi di daftar friend list gua di dunia maya itu. Dan berakhir masih dengan ke-gabutan.
Weh! Gua bukan jatuh cinta, ya, ya, ya!
Gua cuma suka! Kalo soal cinta, kayaknya gua udah gak percaya tentang percintaan di dunia ini.
Pagi itu berlalu dengan cepat tanpa gua sadari.
***
Satu pesan ~
Notifikasi aplikasi itu memberitahu kalo ada pesan mampir di akun gua.
[Siang, Dical!] Terpampang, dari--Leani.
[Nah, emang siang bukan malam, gua tau kok, haha]. Gua jawab sedikit canda.
[Oh iya ya, ini siang bukan malam, hehe]. Jawab Leani kembali.
[Iya, tapi gua heran ini mimpi gak, sih? Kok mimpi di siang hari?]. Makin gua becandain.
[Kok tiba-tiba DM gua, hayo ada angin apa yang bawa lu nge-DM gua, weeeiii?!] Lanjut gua.
[Gak kok cuma ...]
[Cuma apa, yang?] Sengaja gua buat seakan typo. Haha
[HAH?! YANG???] Tanya Leani kaget.
[Eh! Maaf typo, hehe. ( cuma ) apa tadi, ya?] Gua perjelas.
[Gak apa-apa, Dical! Hanya saja gak tau kenapa ...]
__ADS_1