
Terkadang meminta maaf itu perlu. Tetapi ketika kata maaf terlalu sering untuk di ucapkan, maka meminta maaf menjadi hal yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang berubah, kemudian semua terulang lagi di lain hari.
***
Cewek emang gitu, ya? Apa-apa di bikin baper. Gua senyum sendiri membaca chat dari Leani.
Lah, gua mah biasa aja!
Mau lu punya cowok atau punya suami sekali pun, kalau lu nya gak ngomong mana gua akan tau. Lagian, gua juga kan gak ada hasrat apapun. Gua suka, lu suka ya jalani.
Ada-ada aja dunia ini.
Menggerutu sendiri gua, gak tau lagi mau ketawa atau nangis.
Tapi ya sudahlah, lelucon Leani berakhir sampai di sini. Dan semua akan kembali baik-baik saja.
***
Hari pun berganti.
Pagi bersambut siang, hari mulai bergeser dan istirahat siang gua lalui dengan bang Emil yang nge-chat gua dengan hal baru tetapi konsep yang lama.
Tapi lebih baru, karena diperbaharui dengan adsense yang lebih gede soalnya.
Dering ponsel yang makin memekakkan telinga segera gua jawab. Ada panggilan di ujung sana.
"Woy, lama kali angkat!" Bang Emil ngegas tanpa assalamu'alaikum.
"Ada!!! Sabar, gua lagi makan. Ada apaan, sih? Tumben nelpon, gak biasanya."
"Hmm, lagi butuh duit gua, Cal? Lu gimana?"
"Sama lah, Bambang! Ada yang bagi-bagi duit? Sini buru!" Gua sedikit mengencangkan suara.
"Ada!!! Makanya gua hubungin lu."
" Ada job editan, udah deal buat event sama gua. Gua kirimin moke-up yang event gak jadi kemaren, mereka mau pakai itu. Gimana? Gak sibuk kan lu, Cal?"
"Anjir!! Gak bilang-bilang dulu main gas aja, sue lu bang."
"Tapi gak apalah, gak boleh tolak rejeki, apa lagi--lagi butuh kek gini, haha!!"
"Bisa di atur kok, Bang! Berapa hari ke hari-H?"
"Tiga minggu dari sekarang. Kalau lu oke gua japri mereka buat kumpulin bahan. Ntar gua japri ke lu, Cal."
"Okay, gas Ken!"
***
Waktu berlalu dengan cepat.
Kini kerja di real life dan menggarap editan di SM hasilnya gak jauh beda, karena mungkin lagi rejekinya di situ. Tapi gua harus sadar, gua gak boleh terbuai terlalu jauh.
Karena, ya biar bagaimana pun, kerja real life gua adalah yang selama ini menghidupi gua jauh sebelum gua kenal SM, gak boleh lepas pegangan yang jadi penopang hidup gua.
Hari-hari gua berlalu dengan gadget dan kerja, gitu terus sampai Pian dan Hengki pun sudah mulai terbiasa dengan kehidupan gua. Nongkrong juga udah mulai gua tinggalin, anak-anak juga mungkin udah menganggap gua gak di sini lagi.
Hm, udah mulai hilang dari peradaban, gua.
Tapi, bodoh amat!!!
Ini dululah, gua jalanin. Untuk yang lain nyusul aja.
Gua tertawa di mimik muka gua, tetapi tidak untuk hati yang masih saja menjerit.
Bangs4t! Kenapa harus gua ingat lagi sih di saat seperti ini?
Gua benci kenangan itu!
Gua benci udah kenal lu!
__ADS_1
Gua benci semua tentang lu!
RISTYA!
Gua bakal buat hidup lu selalu dihantui dengan penyesalan. Merasakan sakit tanpa luka, seperti yang lu buat ke gua.
Jauh lebih sakit!
Nama yang tak pernah gua sebut itu bertahun-tahun itu.
Iyah--ia adalah istri yang sudah gua ceraikan. Dulu gua pernah mencintai dan memperjuangkannya semampu gua, tanpa memikirkan bagaimana gua bertahan hidup untuk hidupnya.
Delapan tahun usia pernikahan yang sia-sia gua rasa. Apapun telah gua berikan, namun penghianatan juga yang gua dapati.
penghianatan tetap saja penghianatan.
Gua gak akan pernah memaafkan walau ia berikan nyawa sebagai permohonan maaf, juga gak akan mengobati sakit yang tergores tanpa luka ini.
Gak akan pernah!
Bangs4t!
Gua terlalu emosi untuk mengingat itu. Setiap kali dia datang dengan kata meminta maaf, gua hanya ingat benci, benci dan benci.
Gak bisa lagi terobati, dan gak bisa lagi di pungkiri gua udah benar-benar menganggapnya mati. Bahkan kenangan masa indah sudah seperti kertas yang terbakar dan tertiup angin hilang entah kemana.
Gak ada lagi rasa selain benci bahkan ketika gua mengingat huruf depan namanya saja.
Udah saatnya gua bangun dari mimpi buruk ini, bertahun-tahun lamanya gua juga udah capek begini!!!
***
Sebagai orang yang memberi hal baik dalam bermain aplikasi. Bang Emil juga sering membagi banyak motivasi di mana pengalaman yang ia ceritakan, membuat gua mulai bangkit dari keterpurukan.
Mengenali wanita lebih dari apa yang hadir dalam pengalaman hidup gua yang udah berlalu dan harusnya menjadi pelajaran, toh gak semua hal, sifat dan sikap itu sama.
Semakin lama obrolan ini berjalan, semakin kami akrab dalam sebagian besar aspek kepribadian masing-masing.
Sampai pada akhirnya ... Sebuah event membuat hidup gua tiga ratus enam puluh drajat berubah.
***
Huh! tiga minggu berlalu dengan cepat.
"KPM bucin, ih!" Password event Famili KPM (Komunitas Pecinta Musik).
Banner yang gua buat lulus tanpa banyak pertimbangan, melalui bang Emil.
Sedikit sentuhan untuk tiga cover season sepenuhnya bucin dengan color black pink sebagai simbol kebucinan atau kasmaran.
Awalnya, semua biasa aja. Berhari-hari mendampingi KPM dalam eventnya. Orang-orang baru yang welcome dengan gua, ramah dan penuh keakraban.
"Cal, nanti lu share nomer WA ya, biar bisa di masukin ke grup event sebagai Crew. Gua mau, lu andil langsung di event gua sebagai Asisten Cover dan semua banner juga poster di dalamnya jadi tanggung jawab lu." Jelas kapten KPM yang ternyata memiliki nama akun, Pangeran.
Ini di luar dugaan gua, yang bisanya gua serahin ke Bang Emil, sekarang gua harus andil langsung di event, mana gua gak tau harus ngomong apa, anjir!
"Oke, deh! Delapan enam, kapten!" Jawab gua singkat tanpa banyak cengkunai.
"Ok! Nanti gua japri ya, Cal?"
kami pun berlalu dari Room KPM, untuk meneruskan tugas masing-masing sesuai singgungan.
Banner udah di share. Dalam beberapa hari peserta yang mendaftar ternyata udah lebih dari kuota yang ada. Melalui pertimbangan berdasarkan permintaan, akhirnya kami sepakat menambah slot peserta dan singkat saja slot kosong yang kami tambah itu juga udah di isi dengan peserta baru.
Antusiasme yang luar biasa. Ya, bukan hanya reward yang lumayan, tapi juga doorprize dan kuis yang di adakan.
Juga tentang keseruan sebuah event.
***
Tahapan di mulai dengan menutup pendaftaran event. Menyeleksi peserta untuk di saring karena takut ada yang bermain curang.
__ADS_1
Hal yang biasa di lakukan dan sudah tidak menjadi rahasia umum, berpartisipasi dengan akun ganda, meminta orang menyanyi dengan akun dia (joki), dan lain macamnya kecurangan yang memang harus kita selidiki terlebih dahulu.
Di rasa semua sudah siap.
Kami memulai penjelasan tentang season event, yang kami bagi menjadi 3 tahap, pertama penyisihan, ke dua semi-final dan Final. Juga tentang rule event dan juga lagu yang harus mereka bawakan saat kompetisi.
Sementara untuk penyisihan atau tahap pertama, hanya genre lagu yang kami tentukan, untuk judul lagunya mereka boleh random. Sedangkan untuk final nanti, beberapa lagu akan di tentukan oleh pihak penyelenggara event dan peserta akan memilih salah satu di antaranya.
Setelah semua terealisasikan, gua awali tugas gua di grup dengan share cover yang udah gua buat di grup event itu dan mengingatkan untuk memakai cover di Display Picture akun SM selama periode waktu ini.
Kapten KPM : [Harap patuhi Rule yang sudah di tentukan. Masuk dalam grup ini, berarti anda menyetujui dengan semua Rule yang berkaitan tanpa terkecuali. Apa bila di dapati bentuk pelanggaran, maka admin berhak melakukan tindak diskualifikasi terhadap peserta. Terimakasih.]
Crew editing custom : [Cover penyisihan done! Save dan gunakan untuk DP akun minimal dua hari sebelum hari H, agar picture terbaca sistem saat masuk Room Event. Ketika kompetisi di mulai, tidak memakai cover picture di anggap tidak berpartisipasi dan otomatis di diskualifikasi. Terimakasih.]
Crew 01 : [Jika ada pertanyaan atau hal-hal mengenai event KPM kami, langsung aja japri admin di nomer admin yang udah tertera di grup ya, terimakasih.]
Kapten KPM : [Oke, untuk semuanya terimakasih telah berpartisipasi. Happy enjoy with my event, have fun and ... SEMANGAT!]
***
Hm, besok adalah hari di mana event di mulai.
Semua admin di haruskan stay akun untuk event di room yang udah mereka tentuin. Tapi gua gak gitu.
Dengan alasan, sebagai crew edit yang hanya menerima laporan untuk bagian cover picture dan gak paham tentang menyanyi, gua izin stay di belakang layar.
Lagipula, gua masih ada editan yang harus gua kerjakan, dan uadah di minta cepat untuk di selesaikan. Pengertian dari Kapten dan Crew ngebuat gua akhirnya gak pernah stay akun di Room event.
*
Di sela kesibukan gua di beberapa event yang gua garap, dengan bantuan Bang Emil juga gua akhirnya bisa sejenak santai untuk meredam otak gua yang serasa mau pecah.
Membagi fokus antara real work and online work lumayan menguras energi dan pikiran juga, anjir!
Tapi ya begitulah, yang saat ini gua jalani. Apa yang udah gua ambil, ya untuk gua jalani.
Gua harus siap dengan segala resikonya, termasuk jarang bisa aktif SM seperti sebelumnya.
Waktu yang terus berjalan mengakhiri season penyisihan event KPM, seleksi ini mengeliminasi hampir setengah peserta yang masuk ke season selanjutnya.
Di season ini kembali gua share cover semi-final dengan rule yang sedikit di modifikasi, peserta yang di bagi menjadi dua grup dan masih dengan lagu yang random. Hanya saja, mereka harus melakukan silang genre.
Komentar mulai ramai di grup stelah penentuan. Dengan banyak alasan masing-masing peserta, mereka muali mengutarakan kesulitan bahkan keluhan.
Dari pembicaraan di grup kali ini, gua ikut angkat suara hanya untuk sedikit mencairkan suasana ketika ada sedikit percikan perdebatan.
[Namanya event menyanyi, kami butuh juara dan semua gak akan di permudah.]
[Tergantung dari cara kalian melewati tahapan demi tahapan, bukan cara kalian mengomentari tahapan yang kami tentukan.] Ucap Kapten KPM.
[Kinerja kalian yang menentukan. Kami mencari yang terbaik dari kalian yang sudah terpilih. Tentu yang tidak biasa-biasa saja bukan, yang akan tampil sebagai number one?]
***
Break dua hari ini setelah penentuan cover untuk mereka, mengistirahatkan peserta sekaligus memberi waktu untuk memilah lagu dari genre yang mereka dapatkan dari ketentuan juri.
Begitu pun gua yang menyiapkan cover sesi grand final, karena design yang KPM mau itu final harus ada foto peserta dan nama akun.
Dan disinilah, hal yang tak pernah gua sangka, tergambar dan gua jalani dalam hidup gua, sampai hari ini!
*
Tuhan menentukan jalan dan perjalanan.
Tugas kita hanya berusaha dalam proses, menikmati setiap menit dan detiknya dengan usaha dan do'a.
Hal yang paling tak di sangka adalah ketika pepatah lama berbicara ...
"Hasil tak akan pernah mengkhianati usaha," dan nyatanya ...
Apa yang bakal lu dapat, akan lebih dari apa yang lu harap, ketika lu tau caranya bersyukur.
__ADS_1