Cerita Senjaku

Cerita Senjaku
Eps. 06


__ADS_3

Bukan hal bagus untuk menebak-nebak atau mengira-ngira tentang setiap orang yang hadir di hidup gua. Hanya saja, ketika mereka memberi isyarat, gua pun tak bisa untuk tetap diam.


***


[Gak apa-apa, Dical! Hanya saja gak tau kenapa pengen aja DM kamu.] Leani membalas lagi chat gua, tanpa membalas canda yang gua kasih.


[Oh, gitu.] Banyak tanya dalam hati gua, tapi gak tau, deh! Bodoh amat!


[Lu lagi apa Leani? Gak ke multi, kah? Atau, lagi di multi sambil DM sama gua?] Gua sekedar berbasa-basi.


[Iya, ini lagi check-in room. Mana sendirian.] Balas Leani, yang sebenernya sangat nampak kalo dia memberi kode buat di temenin.


[Dical mau temenin aku, kah?] Tuh, sudah gua duga.


Gas! Gua langsung otw ke aplikasi bergambar bintang itu, tanpa membalas chat dari dia lagi.


***


✓ROOM CERIA id.332###


Tawa kecil mengiringi, ketika gua log in ke room Leani. Dia yang duduk di kursi HOST nyapa gua tanpa ragu.


"Dical, langsung ambil kursi aja. Awas kalau masih typing! Aku getok, loh!"


Tanpa banyak cengkonek, gua naik ke satu kursi yang gak dia lock--nomor empat.


"Weh! Di pilihkan kursi dong gua. Ada kesan apa dengan nomor empat? Jangan bilang, kalo gua yang nomor empat?" Canda gua langsung ceplos.


"Ih! Gak lah, Cal. Ngaco kali kau, Dudul!" Elak Leani sembari turun mengambil kursi nomor tiga. Yang artinya dia duduk di sebelah gua.


"Lagi gak sibuk, Cal? Masih siang udah nongkrong aja di sistem!" Tanya Leani membuka topik, ia seperti sengaja mengelak dari perbincangan awal.


"Sibuk sih sebenernya. Tapi, sambil-sambil juga gak apa-apa. Kan bukan VC yang harus stay depan kamera, weh! Hp gua tarok juga oke-oke aja, kan?" Gua jawab Santy.


"Nah, iya juga ya."Jawab Leani disertai tawa kecil.


"Emang Dical lagi sibuk apa itu, kalau Leani boleh tau?" Lanjutnya kemudian, dengan nada bicara yang sangat nampak kalau ia sedang penasaran.


"Biasa lah hari Minggu. Kesibukan gua ya rebahan, main HP." Jawab gua sambil ngakak.


"Dudul!" Celetuk Leani sambil ikut ngakak.


Siang itu pun berlalu dengan obrolan kami yang gak tentu arahnya, namun membuat kami semakin lebih akrab.


Malam berlalu dengan tenang, karena gua tidur lebih awal dari biasanya.


***

__ADS_1


Hari berganti, kesibukan gua juga berlalu dengan kerjaan gua seperti biasa, gak ada yang spesial.


Sampai gua pulang ke kost bareng Hengki dan juga Pian.


*


Ngobrolin kerjaan, bercanda sekedarnya lalu tenggelam dalam dunia masing masing. Hengki yang sibuk sama game moba, Pian yang asik sama dunia FB nya, dan gua ...


Ya, sebut aja aplikasi yang membuat gua sangat tertarik yaitu--SM.


Berhubung gua bukan lagi iklan, Ya udah gak usah juga gua jelasin tentang itu aplikasi.


"Cal! Cal! Cal! Sini bentar!" Panggil Pian.


"Apaan coba?! Ogah ah! Gua mau mandi, Anjar!Jawab gua sambil berlalu.


"Eh, bocah! Nyesel lu ntar! Sini dah! Bentaran doang!" Bujuk Pian berusaha meyakinkan gua.


Yah gua tau, asupan nutrisi berdamage yang dia tonton, pasti!


"Apaan, Anjir!" Gua mulai ngegas.


"No, liat livenya! Cantik kali ya, kan? Bohay!" Jawa Pian full semangat, Sambil nunjukin apa yang dia tonton. Gak sadar liur ke mana-mana, Anjir!


"B3d3b4h! Gede kali, ya kan? Kalungnya maksud gua! Manis kali gua liat, pen gua jilat, wei! Es krim yang dia pegang itu!" Bacotan gua ketika gua liat apa yang dia tonton.


Pian MUka S4ng3aN!


"Udah! Mau Mandai dulu gua, biar kece badai!" Gua berlalu sambil bacot, menahan pemberontakan dan ketegangan yang terjadi akibat tontonan tadi.


Gua masih normal, Bos ku!


Wajar kan kalau di kasih liat tontonan yang begitu, ada yang bergejolak.


Udah ah, part ini skip dulu.


***


Pukul 16.35 WIB.


Mandi sudah, semua sudah.


Gua cek gadget, gak ada chat WA, gak ada notifikasi pesan SM, gak ada telfon, baterai aman. Oke, fix! Semua fine! Waktunya ke tongkrongan!


*


Gua berjalan di himpitan dinding pabrik, melewati gang sempit. Melangkahkan kaki tanpa berhenti bahkan menoleh. Ada cerita apa di senja kali ini?

__ADS_1


Seperti biasa, Anjir! Gua paling awal di Base.


Gua duduk di depan Warung Kopi. Main gadget doang, hingga akhirnya tenggelam di dunia halu.


*


Terdengar satu suara memecah lamunan gua, membuat gua sedikit terperanjat.


"Jangan bengong! Entar ke sambet s3t4n lewat!"


"Is! Biasa aja, Tan. Ngagetin!" Gua mengelus dada, dan menoleh Tante Neni yang berdiri di sebelah gua.


"Ngopi gak? Gorengan tuh masih anget, Cal." Ucapnya kemudian, menawarkan apa yang tersedia di warungnya.


"Boleh deh, Tan. Kek biasa, ya! Es kopi panas, gak pakai lama!" Ucap gua terkekeh. Tante Neni hanya geleng-geleng kepala mendengar pesanan gua yang absurd.


"Bopeng sama anak-anak belom pada nongol, ya, Tan?" Tanya gua. Gua sengaja mengajak Tante Neni ngobrol, biar gua gak tenggelam dalam dunia halu lagi.


"Belom. Lu itu kecepatan nongkrong di mari! Orang mah pulang kerja istirahat dulu, makan! Lu mah langsung nongkrong!"


"Is! Suntuk Tan di kost. Gak asik lah pokoknya. Seru di sini, loh."


"Lu mah, di bilangin orang tua ngejawab mulu! Lu itu ya, Cal ... kalo suntuk di kost, lu jongkok dah biar gak suntuk lagi!"


"Eat, dah! Itu nyuntuk, Suti!!! Gua itu suntuk! Suntuk, bosen, galau, glamber! Pea kali Tante ini! kesel gua!" Tawa gua pecah, ulah Tante Neni.


"Nih kopi lu! Lanjutin sono bengongnya! Tante mau goreng bukan mau ngobrol!" Ucap Tante Neni sembari meletakan segelas kopi pesanan gua tadi. Kemudian ia berlalu masuk ke dalam warung.


***


Dari pada gabut, gua liat grup chat anak-anak edit di WA, bahan editan untuk quote minggu ini.


[Jangan lupa untuk nama yang ada di daftar besok Jumat paling telat kumpulin editan. Bahan dasar udah di share, kalimat Quote silahkan cari sendiri. Tema bucin. Neon efek, glasses efek. Ingat sekali lagi! ini picture quote, Bukan video, paham! Gak ada itu jedag-jedug. Tq.] Pesan dari admin grup menjelaskan.


Gua download beberapa bahan, untuk nanti gua coba di kreasi gua. Meski nama gua gak ada di daftar list, gua tetap mencoba hal baru di setiap kesempatan. Gak akan jadi kesalahan bukan? Ya, hitung-hitung sambil mengasah skill.


Sambil nunggu temen-temen gua datang, gua hanyut in diri masuk ke dalam dunia editing.


Beberapa imajinasi yang mampir di otak gua, gua coba untuk buat jadi gambar di gadget.


"Hm, bucin. Kenapa harus bucin? Gua gedeg banget sama yang namanya cinta!" Gua bergumam.


Apa cinta menurut lu? Apa cinta sejati itu ada? Apa ketulusan cinta itu nyata?


Jika kalian di haruskan memaknai cinta dalam beberapa kalimat yang kalian akan tulis, seperti apakah cinta yang hadir dalam benak kalian?


***

__ADS_1


__ADS_2