
wanita itu pun tersenyum sinis,
"putra ku memang masih hidup, karena ia akan membalas kan dendam ayah nya dan menyelamat kan ibu nya, ingat itu!" ucap wanita itu yang bernama maria
"hahahahhahhahahh" seketika tawa laki² itu pun menggema dalam ruang penyekapan itu,
"apa kau bilang? menyelamat kan mu? anak mu itu sudah mati maria, dia telah menyusul suami terkutuk mu itu ke neraka. dan kalaupun saat ini anak mu itu masih hidup, maka aku tidak akan membiar kan nya menghirup udara segar lebih lama lagi" ucap laki² itu
"hahahhhahahahah" wanita itu pun tertawa mendengar perkataan laki² itu
"bagaimana kau bisa seyakin itu bahwa anak ku sudah mati tuan wijaya yang terhormat? bahkan saat ia kecil saja kau tidak berhasil melenyap kan nya. kau fikir aku tidak tahu bahwa beberapa kali usaha mu untuk membunuh nya selalu saja gagal? hhaaa?" ucap maria menyungging kan senyum sinis nya
__ADS_1
laki² itu tak lain dan tak bukan adalah tuan wijaya, seorang ceo di sebuah perusahaan ternama, bahkan kekayaan nya tidak terhitung jumlah nya.
mendengar penuturan dari maria membuat tuan wijaya tersulut emosi. ia mencengkran dagu maria dan membentak nya
"aku akan pastikan bahwa semua keturunan dwiki rahmawan akan mati, dan saat itu semua terjadi maka orang pertama yang akan ku beritahu adalah dirimu" ucap wijaya
"aku akan menunggu saat itu tiba, tapi aku ragu dengan kata² mu itu, karena aku tahu betul bagaimana pemberani dan cerdas nya suami ku, dan aku yakin sifat itu akan menurun kepada putra ku. dan kau pasti tahu apa yang akan terjadi selanjut nya bukan?" ucap maria.
"itu karena sifat keji mu pengecut!" sentak maria "kau menembak suami ku dari belakang tanpa sepengetahuan nya. kau sungguh seorang pengecut!!" teriak maria
wijaya yang kehabisan kata² untuk melawan maria pun membalik kan badan nya dan hendak pergi hingga suara maria kembali terdengar
__ADS_1
"kau tunggu lah hari dimana seluruh keluarga mu akan hancur wijaya, aku berjanji dan aku bersumpah bahwa putra ku masih hidup dan akan menghukum mu atas perbuatan mu terhadap ayah nya" ucap maria yakin
wijaya tidak mengubris ucapan maria, karena ia tidak ingin tersulut emosi dengan kata² maria tersebut, ia terus saja berjalan keluar dari ruang itu. karena jika sampai emosi nya memuncak, maka ia tidak dapat memastikan bahwa maria akan tetap hidup. ia tidak mau maria mati secepat itu, karena baginya kematian perlahan dari maria akan jauh lebih menyenang kan.
flash back on
malam hari yang indah di kediaman tuan broto dwiki rahmawan dan nyonya maria rahmawan.
tangis haru yang terpancar dari kedua pasangan yang saat ini menyaksikan kelahiran putra mereka, namun di tengah kebahagiaan tersebut, terjadi keributan di luar rumah mereka, dan bunyi pistol bersahut² an saling menembak
"mas, apa yang terjadi mas? kenapa ada bunyi pistol di luar sana?" tanya maria cemas
__ADS_1
"aku yakin itu adalah wijaya dan anak buah nya; sayang berjanjilah apapun yang terjadi pada ku, kau harus menyelamat kan putra kita" ucap pak broto