Cinta?

Cinta?
seperti senja


__ADS_3

"yeriii......." teriak joy dari luar pagar rumah yeri.


Yeri pun bergegas keluar sambil menenteng ranselnya "iya...sabarlah sedikit" ucap yeri kesal, "kau tahu suaramu bisa membangunkan kelelawar tidur" sambung yeri sambil menutup pintu pagarnya.


"kau lama sekali, makanya aku teriak" ucap joy cemberut.


"kajja," ucap yeri sambil menarik tanga  joy.


Seperti biasa yeri bakal menemani joy pergi berlanja dan sebagai gantinya joy bakal menemani yeri ke toko buku.


Mereka pun memilih pergi belanja terlebih dahulu baru setelah itu berkunjung ketoko buku.


"apa yg kau suka dari tempat ini? Hanya terdapat rak- rak yg dipenuhi buku" ucap joy sambil menunjuk rak - rak tersebut.


"orang yg hanya hobi belanja seperti mu, tidak akan tahu apa yg menarim dari sebuah buku" ucap yeri sambil memilih beberap buku yg menarik untuknya.


"asihhh" dengus joy sambil mengikuti yeri dan tidak sengaja menabrak seorang pemuda.


Brakk, bunyi buku yg berjatuhan dari tangan pemuda yg ditabrak joy. Yeri puj terkejut dan joy segera memungut buku itu "mianhae" ucap joy merasa bersalah.


Pemuda itu juga ikut memungut buku itu "gwenchana" ucapnya. Tanpa sengaja pemuda itu menyentuh tangan joy. "mianhae, aku tidak sengaja" ucapnya meminta maaf.


"ah, tidak apa apa" ucap joy malu malu, sementara yeri hanya menonton adegan itu.


'pria ini sangat tampan, aishh aku tidak tahan' batin joy menjerit.

__ADS_1


Setelah selesai memunggut semua buku. Yeri pun menarik joy pergi untuk membayar buku yg hendak di beli yeri. Sementara, pemuda itu hanya bisa menggeleng gelengkan kepala sambil mendengus pelan "kembali bersikap dingin kepadaku".


"yaa,,,kenapa kau menarik ku? Aku belum sempat bertanya siapa namanya" ucap joy kesal


"sudahlah, itu tidak penting" ucap yeri sambil membayar ke kasir.


"dia sangat tampan" ucap joy berbinar binar.


"seperti biasa nyonya joy tidak bisa melihat pria tampan, ada yg tampan sedikit langsung tergila gila" ucap yeri sambil berjalan keluar.


Joy hanya cengengesan mendengar penuturan yeri "yer, pemuda itu melihat ke arah kita terus, apa dia jatuh cinta padaku?" ucap joy sambil menyamai langkah nya dengan yeri.


Tiba- tiba yeri memukul kepala joy "sudahlah jangan menghayal, ayo jalan. Hari sudah mulai larut."


"aishh, kau kejam" ucap joy sambil pou, "ingin rasanya ku berbalik, dan bertanya siapa namanya" sambung joy.


*****


Sore hari waktu yang tepat menikmati keindahan langit yg perlahan redup karena ditinggalkan sang surya. Duduk di tepi pantai makin menambah kesan indahnya. Itulah yang yg dilakukan oleh seorang pemuda sambil membawa gitar dan sebuah buku lagu miliknya.


Berbeda dengan seorang wanita yg menikmati keindahan wajah pemuda itu dari jauh. Wajah putih pucat dengan paras dingin yg membuat kesan sedikit tegas dan cuek. Pemuda itu adalah cinta pertamanya, orang yg membuat seorang somi hanya mampu membuka hati untuknya. Somi lebih memilih menyimpan perasaan untuk pemuda itu bertahun tahun.


Angin pantai yg menerpa wajah dan rambut pemuda itu, terlihat sangat seksi di mata somi. Selama bertahun tahun hanya itulah yg somi lakukan disaat waktu senggang. Melihat sang pujaan hati dari kejahuan. Entah kapan somi memiliki keberanian mendekati pemuda itu.


Disela sela melamunnya somi tak menyadari pemuda tersebut sudah menghilang dan matahari tergantikan dengan sempurna oleh bulan.

__ADS_1


"aishhh selalu seperti itu, muncul sebentar lalu menghilang. Seperti sang senja" ucap somi sedih.


"siapa?" tanya Jimin, membuat somi terkejut.


"jimin? Kenapa kau ada disini? Tanya somi disela keterkejutannya.


"memangnya tempat ini tidak boleh didatangi oleh sembarang orang? Apa tempat ini khusus untukmu?" tutur jimin sambil duduk.


"seperti biasa, Park jimin selalu menyebalkan" ucap somi dengan wajah datarnya. Sementara jimin hanya menaikkan bahunya.


"somi, apa sinb menyukai taehyung?" tanya jimin tiba tiba membuat somi terkejut.


"sepertinya iya, memangnya kenapa? Apa kau mau jadi mak comblang sinb dan tae?" tanya somi sambil melihat ke arah jimin sambil menyipitkan mata.


"bukan aku" ucap jimin sambil melirik kearah pantai. "tapi, kita" sambung jimin dan menatap somi.


"baiklah, mari menjalankan misi" ucap somi sambil merenggangkan tubuhnya.


Kemudian jimin mengangkat tangannya dan mengembangkan telapak tangannya kearah somi. Somi pun membalas "tos".


'Bertahun tahun aku menyimpan rasa pada mu, selama ini pula aku selalu mengunjungi semua tempat yang sering kau duduki. Hanya untuk melihat mu dari kejauhan.'


'kau seperti senja, sulit di gapai dan tak tersentuh. Hanya bisa di nikmati dari kejahuan. Memperlihatkan diri sebentar dan tanpa pamit kembali menghilang.'


'Bisakah kau seperti ombak? Yg selalu ada menemani lautan. Agar aku tidak merasa kehilanganmu. Seperti langit yang kehilangan corak senja.'

__ADS_1


TBC......


THANKS♥♥♥


__ADS_2